Advertisement
Source : Pexels/Marta Branco

7 Judul Novel Bahasa Jawa dan Nama Pengarangnya Lengkap

Pada artikel ini Mamikos akan memberikan informasi tentang beberapa novel Bahasa Jawa yang wajib kamu baca. Simaklah baik-baik, ya!

11 Desember 2025 Zuly Kristanto

Sama halnya dengan dunia sastra Indonesia. Dalam sastra Jawa pun terdapat sastra bergenre novel. Hanya saja genre novel berbahasa Jawa ini dapat dikatakan sebagai genre sastra termuda dalam dunia sastra Jawa.

Hal yang menjadi penyebabnya adalah dari sejumlah sumber yang dikumpulkan Mamikos, genre novel dalam sastra Jawa pertama kali muncul di tahun 1900-an.

Beberapa judul novel bahasa Jawa diperkirakan muncul setelah kemunculan geguritan yang dituliskan dengan menggunakan bahasa Jawa modern. 📖✨

Unsur-unsur di dalam Novel Berbahasa Jawa

Judul Novel Bahasa Jawa dan Nama Pengarangnya Lengkap
Pexels/Marta Branco
Contoh Teks Ulasan Cerpen beserta Strukturnya Singkat yang Baik dan Benar

Unsur-unsur yang ada dalam novel berbahasa Jawa sangat mirip dengan novel berbahasa Indonesia.

Di antara keduanya yang menjadi pembeda hanya sebatas bahasa yang dipakai untuk menuliskannya saja.

Inilah 7 Judul Novel Bahasa Jawa

Sejauh ini ada puluhan atau bahkan ratusan judul novel berbahasa Jawa. Semakin tahun bertambah, novel bahasa Jawa juga ikut bertambah.

Hal ini menandakan bahwa sastra Jawa belum mati, hanya saja kurang diperhatikan masyarakat awam. Sebagai informasi, di bawah ini adalah beberapa judul novel bahasa Jawa.

25 Contoh Kalimat Ungkapan beserta Artinya dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

1. Pulung Gantung Tali Pati

Judul novel bahasa Jawa dengan Pulung Gantung Tali Pati ini merupakan hasil karya dari salah satu sastrawan besar yang menulis dalam dua bahasa yakni Iman Budhi Santosa.

Dalam dunia sastra baik sastra Jawa maupun sastra Indonesia peran sosok Iman Budhi Santosa tidak perlu lagi diragukan.

Telah banyak buku dengan berbagai genre yang telah dihasilkannya. Beliau termasuk salah seorang guru yang turut membesarkan sastrawan-sastrawan tanah air.

Dalam novel ini Iman Budhi Santosa mengisahkan tentang seorang wartawan perempuan yang mencoba melakukan penelitian mengenai misteri pulung gantung yang sering terjadi di daerah Gunung Kidul.

Contoh-contoh Gurindam Agama Dilengkapi Maknanya Lengkap

Berbagai peristiwa dan khasanah pengetahuan tentang penyebab pulung gantung yang tidak melulu berkaitan dengan dunia gaib membuat novel ini sangat menarik untuk dibaca.

Riset mendalam yang dilakukan penulis sebelum menuliskan novel ini membuat banyak pengetahuan baru yang dapat diperoleh pembaca setelah membaca novel ini.

Penggunaan diksi dan gaya bertutur yang mengesankan membuat pembaca seolah-olah merasakan dan melihat peristiwa yang dihadapi dan ditemui para tokoh dalam novel ini.

Tak hanya itu novel yang terbit di tahun 2019 yang lalu ini pernah menyabet nominasi sebagai salah satu novel terbaik dalam sayembara penulisan novel yang diadakan Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Melalui novel ini kita dapat belajar bahwa bunuh diri merupakan salah satu misteri terbesar yang senantiasa harus dihindari manusia.

2. Pupus kang Pepes

Novel berbahasa jawa ini mengisahkan tentang lika-liku kehidupan dan banyaknya permasalahan hidup yang harus dialami oleh seorang dosen muda.

Meski secara kasat mata dosen muda ini memiliki kehidupan yang diidamkan banyak orang, yakni punya keluarga lengkap ditambah karir yang gemilang.

Namun, hal ini rupanya tidak membuat dosen muda tenang dan senang hatinya. Banyaknya permasalah hidup yang dihadapinya membuatnya merasa bahwa dirinya merupakan lelaki yang tidak beruntung di dunia.

Karirnya yang mencorong di kampus tempatnya mengajar membuat banyak senior yang merasa iri dan takut tersaingi.

Berbagai cara dilakukan senior tempat kerjanya menjatuhkan reputasi dosen muda ini. Mulai dari tuduhan memalsukan makalah hingga menuduhnya selingkuhan dengan rekan dan mahasiswanya sendiri.

Selain itu masalah dari dalam keluarga juga membuat hati dosen muda ini kian teriris. Ia ditinggal selingkuh oleh istri yang sangat dicintainya.

Banyaknya permasalah yang dialaminya membuat dosen muda ini gelap mata dan memutuskan memilih jalan singkat untuk mengatasi masalah yang tengah dihadapinya.

Piawai dalam Tulisan

Kepiawaian penulis dalam menciptakan berbagai konflik yang dialami tokoh-tokoh dalam novel ini telah mengantarkan novel ini menyabet anugrah sastra yang bergengsi.

Dengan membaca novel ini akan membuka cakrawala pengetahuan baru bagi kita bahwa ada kalanya yang terlihat tidaklah seperti yang kita bayangkan.

Jalinan kata-kata yang menarik dengan pemilihan bahasa yang lugas membuat novel ini terasa hidup dan mampu membuat pembaca merasakan kesedihan yang dialami tokoh utama.

Novel ini merupakan karya Suharmono Kasiyun, salah seorang sastrawan Jawa yang berasal dari Ponorogo dan pernah menjadi dosen di Universitas Negeri Surabaya.

Dalam dunia sastra Jawa, peran Suharmono Kasiyun sangatlah besar. Selain menghasilkan ratusan karya yang telah termuat dalam berbagai media cetak.

Ia juga turut mencetak penulis-penulis muda yang aktif menjaga lestarinya sastra Jawa di era modern. Beberapa buku karya sastra baik yang bergenre antologi cerkak, antologi geguritan, dan novel telah dihasilkannya.

Berkat ketekunan dan keseriusannya dalam menjaga sekaligus menciptakan karya-karya sastra yang bermutu membuatnya pernah dianugrahi anugrah Sutasoma dari Balai Bahasa Jawa Timur.

Halaman:

Advertisement