150 Kata-kata Plesetan Lucu Aesthetic Romantis Cocok buat Status Media Sosial seperti TikTok
Lucu tetapi tetap romantis bisa jadi salah satu cara untuk menyenangkan hati pasanganmu.
Kata-kata Plesetan Lucu Aesthetic Romantis Nomor 51 – 100
- “Menikah dengan pria seusiamu; saat kecantikanmu memudar, begitu juga penglihatannya.”
- “Cinta itu harusnya seperti pelajaran kimia, bukan cuma teori tapi ada praktik juga.”
- “Cinta laksana pembodohan. Hanya karena namamu saja sudah membuatku gila.”
- “Kamu itu ibarat Sunlight, mampu menghilangkan kenangan mantan yang membandel.”
- “Tau nggak? BMG: Badan Meteorologi Geofisika, berubah nama jadi OMG setelah melihat paras secerah kamu.”
- “Kamu tahu nggak, aku seperti mentega, dan kamu seperti wajan panas. Soalnya pas lihat muka kamu aku meleleh.”
- “Berulang tahun memang indah. Akan tetapi lebih indah jika berulang kali bersamamu.”
- “Mencintai seseorang yang tak menyukaimu itu seperti menunggu paus bisa terbang.”
- “Sebelum kamu mainin perasaanku, jangan lupa pencet tombol startnya.”
- “Seandainya jatuh cinta ada tukang parkirnya, bisa diberhentikan sebelum mentok.” – Raditya Dika
- “Tau nggak? 1 bulan nggak bertemu kamu, bagaikan 30 hari tanpa kamu.”
- “Tau nggak? Apa bedanya Andhika dan aku? Kalau Andhika itu Kangen Band, kalau aku kangen kamu.”
- “Cinta monyet itu kayak lagi paket internet. Ngakunya unlimited, eh baru jalan sebentar saja sudah putus.”
- “Kalau mau cari pacar itu jangan diliat dari kegantengannya, tapi dari matanya, mata pencahariannya.”
- “Sayang, kamu boleh putusin aku, lupain aku, dan hapus semua tentang aku. Tapi, jangan lupain utang-utang kamu ke aku.”
- “Aku masih belum bisa melupakanmu, karena aku baru ingat kalau kamu belum bayar utang.”
- “Cinta itu bertahan bersama. Jika kamu tidak mau bertahan, apalah gunanya aku bertahan?”
- “Jomblo sekarang banyak banget yang dicari, padahal yang butuh mereka cari itu cuma 1: cari yang mau. Itu aja susah.”
- “Maafkan aku sayang, Aku harus pergi! Aku tidak tahan bau badan dan bau mulutmu.”
- “Sudah sering antar-jemput. Sudah sering hang-out bareng. Sudah sering makan siang dan malam bareng. Ternyata, cuma dianggap sebatas teman.”
- “Tuhan, jika dia jodohku, dekatkanlah. Tapi, jika dia bukan jodohku, aku rela dia Engkau panggil, Tuhan!”
- “Pacaran kok nangis melulu. Kamu pacaran sama manusia apa bawang?”
- “Putus cinta itu nggak sakit. Yang sakit itu, sudah putus tapi tetap cinta!”
- “Aku nggak suka kamu mimpi indah. Kamu cuma boleh mimpiin aku. Bukan Indah!”
- “Tidak menerima buaya! Ini hati, bukan kebun binatang”.
- “Sakit hati dan sakit gigi itu ternyata sama. Sama-sama berawal dari yang manis.”
- “Cinta itu harusnya kayak pelajaran fisika dan kimia, bukan cuma teori tapi ada praktik juga.”
- “Ingat! Jangan pernah mencari orang yang sempurna, tapi carilah orang yang bisa memperbaiki keturunanmu.”
- “Tau nggak? Kalau pasangan adalah tulang rusuk. Berarti mantan adalah fosilnya.”
- “Cinta itu ternyata kayak jam pasir. Ketika hati terisi, otak mulai kosong.”
- “Jujur ya, tatapanmu itu memanglah sederhana, tapi dapat mengalihkan duniaku.”
- “Tau nggak? Rindu itu kayak air mengalir, jika terus dibendung ya jadi banjir.”
- “Aku tak butuh hartamu, tapi aku cuma butuh senyum bahagia dan canda tawamu.”
- “Ingat! Jangan rindu ya berat, kamu nggak akan kuat. Biar aku saja yang merindukanmu sekalipun bertambah berat badanku.”
- “Jika sabar adalah barang yang diperjualbelikan, maka penantianku akan kehadiranmu sudah bikin aku jadi gelandangan.”
- “Tau nggak? Lari pagi bisa bikin badan sehat, tapi lari di pikiranmu bikin hatiku sehat.”
- “Single itu memang prinsip, tapi jomblo itu nasib.”
- “Tau nggak? Wajah rupawan itu bukan jaminan rumah tangga jadi menyenangkan, apalagi yang tidak rupawan.”
- “Kalau kamu mau roti, aku bisa bikin. Tapi kalau kamu mau hati, ya gimana, aku harus operasi dulu dong.”
- “Meskipun aku sudah terlanjur jatuh hati, tapi tak bisa harga diri ini kau nodai. Tapi kalau memang terpaksa kotor, aku masih mampu beli Daia di warung sebelah.”
- “Jika rindu adalah menabung, berarti sekarang aku bisa jadi orang kaya karena rinduku ke kamu terus tumbuh.”
- “Tau nggak? Kalau kamu jadi senar gitar, aku nggak mau jadi gitarisnya. Kenapa? Soalnya aku nggak mau mutusin kamu.”
- “Jujur ya, senyummu itu mengandung kadar alkohol berapa persen? Kok bisa bikin aku mabuk?”
- “Kalau aku disuruh untuk melupakanmu, aku akan langsung pergi ke kantor kelurahan, aku mau bikin surat keterangan tidak mampu.”
- “Tau nggak kenapa kok malam ini tidak ada bintang? Soalnya bintangnya pindah semua ke matamu.”
- “Jujur ya, aku nggak sedih kalau besok adalah hari Senin, tapi yang bikin aku sedih kalu besok nggak ketemu kamu.”
- “Jawab ya! Orang tuamu itu pengrajin bantal? Kok aku selalu nyaman berada di dekatmu?”
- “Tau nggak kok aku sekarang gendutan? Soalnya kamu sudah mengembangkan cinta yang banyak di hatiku.”
- “Mungkin kalau aku jadi kiper, aku akan kiper terburuk sedunia, karena telah membiarkan kamu membobol gawang berkali-kali dengan cintamu.”
- “Aku punya permintaan. Gimana kalau kita berdua jadi komplotan penjahat saja? Aku mencuri hatimu dan kamu mencuri hatiku?”
Halaman:

