Konferensi Inter Indonesia beserta Tokoh, Hasil, dan Latar Belakangnya Lengkap
Untuk kamu yang ingin tahu konferensi Inter Indonesia secara lengkap, yuk, pelajari artikel berikut secara lengkap!
2. Sultan Hamid II
Dalam konferensi Inter Indonesia ini para pemimpin dari BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) turut hadir.
Delegasi dari negara-negara serikat bentukan Belanda ini dipimpin oleh Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.
Walau dalam pelaksanaan konferensi Inter Indonesia ini Sultan Hamid II memiliki pandangan yang berbeda dengan delegasi dari Indonesia.
Tetapi sikap Sultan Hamid II yang bijaksana dan pandangannya yang luas menjadikan konferensi Inter Indonesia dapat membawa hasil yang memuaskan.
Selain itu, berkat kemampuan Sultan Hamid II ini konferensi Inter Indonesia bisa menjadi batu pijakan untuk dilaksanakannya Konferensi Meja Bundar sebagai upaya untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya.
3. Hubertus Johannes van Mook
Sementara itu, untuk delegasi dari Belanda sendiri delegasinya dipimpin oleh Hubertus Johannes van Mook yang pada waktu menjabat sebagai Gubernur Jendral Belanda.
Ia dipilih menjadi ketua delegasi karena menjadi perwakilan pemerintah kolonial Belanda.
Dalam hal ini, perannya sangat vital karena dia memikul tanggung jawab besar dalam upaya untuk mencapai kesepakatan antara pihak Belanda dengan pihak Indonesia.
Tujuan Konferensi Inter Indonesia
Pelaksanaan Konferensi Inter Indonesia yang digelar dua kali, yakni di Yogyakarta dan Jakarta ini untuk membentuk kesamaan pandangan dan sikap dari pihak Indonesia dan BFO dalam menghadapi Belanda pada waktu pelaksanaan KMB.
Selain itu, diadakannya konferensi Inter Indonesia ini juga dimaksudkan supaya negara-negara serikat bentukan Belanda ini mau mengakui kedaulatan Republik Indonesia sebagai negara pusat.
Tak hanya itu, dilangsungkannya Konferensi Inter Indonesia ini juga digunakan sebagai syarat dari pelaksanaan perjanjian Roem-Royen supaya Indonesia dapat mendapatkan pengakuan kedaulatan dari Pihak Belanda.
Dengan dilaksanakannya konferensi Inter Indonesia ini diharapkan dapat semakin menguatkan posisi Indonesia di dalam KMB untuk mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional bahwa di waktu itu Indonesia sudah menjadi negara yang berdaulat.
Hasil Konferensi Inter Indonesia
Konferensi Inter Indonesia sendiri dilaksanakan sebanyak dua kali. Pada masing-masing konferensi ini memberikan hasil yang berbeda. Berikut hasil dari Konferensi Inter Indonesia.
1. Hasil Konferensi Inter Indonesia 1 di Yogyakarta 19-22 Juli 1949
Republik Indonesia Serikat (RIS) akan menjadi pelaksana pemerintahan sesuai dengan asas demokrasi dalam bentuk negara federal
Republik Indonesia Serikat (RIS) akan dipimpin seorang presiden konstitusional dengan dibantu sejumlah menteri. Presiden dan menteri Republik Indonesia Serikat (RIS) akan bertanggung jawab pada DPR
Dibentuknya dua badan legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (pusat) dan Dewan Perwakilan Negara Bagian
Republik Indonesia Serikat (RIS) memiliki angkatan perang yang terdiri dari KNIL, TNI, VB (Veiligheids Batalyon), dan ML (Militaire Luchtvaart).
2. Hasil Konferensi Inter Indonesia 2 di Jakarta 31 Juli-3 Agustus 1949
- Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) meliputi 16 negara bagian yakni Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Tengah, Negara Jawa Barat, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Jawa Tengah, Negara Kalimantan Barat, Negara Kalimantan Tengah, Negara Kalimantan Timur, Negara Kalimantan Selatan, Negara Sulawesi Selatan, Negara Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dilakukan pada pemilu pertama dengan presiden presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta. Untuk sementara kabinet RIS terdiri dari 16 menteri yang berasal dari sejumlah negara bagian.
- Pembentukan panitia persiapan RIS dalam KMB akan dipimpin Mohammad Hatta dengan anggota sebanyak 28 orang dari sejumlah negara bagian.
Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai Konferensi Inter Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.
FAQ
Konferensi Inter Indonesia dilaksanakan sebanyak 2 kali yakni pada 20-23 Juli 1949 di Yogyakarta dan pada 31 Juli – 2 Agustus 1949.
Merupakan sebuah konferensi yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah BFO (negara bentukan Belanda) yang pelaksanaannya tanpa ada campur tangan Belanda.
Sejumlah tokoh Indonesia yang hadir dalam pelaksanaan konferensi Inter Indonesia antara lain Soekarno, Mohammad Hatta, Johannes Leimena, dan Haji Agus Salim.
Sejumlah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan konferensi Inter Indonesia antara lain adalah bendera merah putih sebagai bendera resmi RIS. Dan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi RIS.
Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan di kota Den Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus 1979 sampai dengan 2 November 1949.
Halaman:


