7 Contoh Kultum tentang Akhlak untuk Anak Zaman Sekarang beserta Dalilnya 2026
Contoh kultum tentang akhlak untuk anak zaman sekarang selalu menjadi trending topik di setiap kesempatan. Hal ini karena akhlak dan moral mereka mengalami transformasi.
3. Pacaran dalam Kacamata Islam
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, marilah kita memanjatkan segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kenikmatan, karunia, dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Berkat karunia-Nya pula, pada kesempatan ini kita dapat berkumpul di majelis yang mulia ini.
Tidak lupa marilah kita haturkan shalawat serta salam kepada junjungan kita, Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita termasuk umat beruntung yang mendapat syafaat dari Baginda Nabi di Hari Akhir kelak.
Ijinkan pada kesempatan ini saya membawakan ceramah singkat, kultum yang mengusung topik tentang akhlak untuk anak zaman sekarang adalah berpacaran dalam kacamata Islam beserta contoh dalilnya.
Usia remaja adalah fase di mana remaja memerlukan pengawasan ekstra. Fase ini berlangsung ketika mereka berusia 13 sampai 18 tahun.
Islam adalah agama yang sempurna. Islam sendiri telah mengatur etika pergaulan remaja dengan baik.
Sebagaimana Nabiyullah Muhammad SAW bersabda:
“Jangan sekali-kali bersepi-sepian seorang laki-laki dan perempuan, kecuali perempuan itu bersama mahramnya.” [H.R Muttafaq/Riwayat Al-Bukhari dan Muslim]
Dari ayat ini jelas sudah jika dalam Islam tidak mengenal yang namanya pacaran. Namun, fakta yang terjadi di masyarakat adalah ditemukan gaya pacaran semakin merajalela.
Parahnya lagi mereka menambahkan embel-embel Islami sehingga kini ada istilah pacaran Islami.
Dengan istilah baru tersebut, mereka mengumbar gaya pacaran bebas tanpa mempedulikan etika yang baik. Padahal di dalam Islam sendiri tidak mengenal pacaran.
Kita sering menjumpai sepasang muda mudi berboncengan dengan mesra di jalanan, , berpegangan tangan, dan berciuman di tempat umum. Mereka sudah tidak memperdulikan lagi orang-orang di sekitar.
Dalam pergaulan remaja perintah untuk menjauhi perbuatan zina dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 32 yang berbunyi:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
Islam Hanya Mengenal Ta’aruf
Islam hanya membenarkan adanya ta’aruf sebagai proses perkenalan. Namun, yang perlu ditekankan di sini adalah ta’aruf bukanlah pacaran Islami.
Proses ta’aruf akan berakhir dengan tujuan jelas, yakni hingga jenjang pernikahan. Namun, proses pacaran tidak demikian.
Bahkan tidak sedikit pasangan yang melakoni pacaran bertahun-tahun lamanya tetapi sangat sedikit bahkan tidak ada yang berakhir di meja penghulu.
Nah, asal kamu tahu bahwa proses pacaran yang sedemikian ini yang berpotensi mendatangkan kemaksiatan. Sadarkah kamu jika hal ini menambah dosa?
Daripada menambah dosa, lebih baik berikhtiar mendapatkan jodoh tanpa harus berpacaran.
Tidak perlu khawatir akan kehabisan jodoh karena hal ini telah menjadi ketentuan Allah SWT sebagaimana terkandung dalam Q.S Az-Zariyat ayat 49 yang berbunyi:
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ – ٤٩
Arti: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah SWT.
Bagaimana, masih takut kehabisan jodoh dan tetap melakoni budaya pacaran Islami yang notabene salah kaprah?
Ingatlah jika pacaran mendekati zina dan akan mendapat siksa yang pedih dari Allah SWT. Dalam pergaulan remaja, perintah untuk menjauhi perbuatan zina dijelaskan dalam surat Al-Isra’ ayat 32.
Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada kita dan segenap kaum muslimin, khususnya anak remaja supaya menjaga diri dari perbuatan maksiat dan bisa mengerjakan semua kebaikan, dimanapun berada.
Juga menjaga mereka dari semua bentuk keburukan, baik yang nyata maupun tersembunyi.
Demikian dari saya, wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Contoh Kultum tentang Akhlak Kejujuran
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji sejatinya hanyalah milik Allah SWT. Dan hanya kepada Allah-lah kita bertobat atas dosa-dosa kita dan hanya kepada Allah kita bermunajat agar dijauhkan dari segala keburukan yang menimpa kita.
Jujur merupakan salah satu sifat yang dimiliki baginda Rasul. Oleh karena, itu kita wajib menerapkannya di mana saja dan kapan saja.
Kali ini, kita akan membahas kultum jujur dan amanah yang notabene sudah sulit lagi ditemukan. Padahal, kejujuran merupakan modal utama agar bisa bergaul di masyarakat.
Alasan klasik yang membuat kita harus menerapkan kejujuran di mana saja adalah takut dihukum. Sebagai contoh, ketika mendapatkan nilai ulangan jelek.
Seringkali kita diam saja dan memutuskan untuk tidak memberitahukannya kepada ayah atau ibu. Tanpa menyadarinya, kamu telah bersikap tidak jujur. Ini merupakan contoh kecil.
Namun, jika membiarkan saja dan membiasakan tidak bersikap jujur, dikhawatirkan lama-kelamaan akan terbawa hingga usia dewasa.
Misalkan saja ketika dewasa nanti kamu bisa menjadi anggota dewan atau pejabat. Tanpa kejujuran, maka tidak bakal bisa mengemban amanah dengan baik.
Alih-alih mengatasnamakan segala hal demi kepentingan rakyat, justru akan menyalahgunakan wewenang dan jabatan tersebut.
Faktanya banyak sekali pejabat korupsi atau menyalahgunakan fasilitas negara. Mereka justru sibuk memperkaya diri tanpa ingat lagi kewajiban dan tugas yang diberikan.
Nah, bila gagal menanamkan kejujuran sejak dini, maka kamu sendiri yang merugi. Ingatlah jika segala perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya, sehingga kamu harus benar-benar berhati-hati dalam bertindak.
Sejatinya, jujur akan membawa manfaat bagi kehidupan. Kamu bisa menjalani hidup dengan tenang tanpa dihantui kegelisahan. Ingatlah jika membuat orang percaya itu mudah, tetapi mempertahankannya yang sulit.
Hadits Nabi tentang Kejujuran
Begitu pentingnya arti sebuah kejujuran sehingga Nabi bersabda yang diriwayatkan kembali oleh H.R Al-Bukhari:
“Kejujuran mengarahkan kita kepada sebuah kebenaran dan kebenaran membawa kita ke surga. Seorang manusia harus mengatakan yang sebenarnya, sampai ia menjadi orang yang jujur.
Sebaliknya, kebatilan membawa kepada kemaksiatan dan kemaksiatan membawa kepada neraka. Seorang manusia bisa saja berbohong, sampai ia dijuluki sebagai seorang pendusta di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Demikian kultum tentang akhlak jujur dan amanah untuk anak jaman sekarang.
Mari kita merenungkan kembali dan kembalikan semua ke diri kita sendiri, apakah selama ini kita sudah berperilaku jujur sebagaimana tauladan Nabi SAW.
Sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Mohon maaf apabila sekiranya terdapat perkataan yang tidak berkenan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Contoh Kultum tentang Akhlak Pandai Bersyukur
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saudaraku semua yang dirahmati Allah SWT, marilah bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kesehatan dan kesempatan sehingga pada kali ini kita diperkenankan berkumpul di majelis ilmu ini dalam keadaan yang sehat, tidak kurang suatu apa. Alhamdulillah.
Shalawat teriring salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, dan marilah bersama-sama melafalkan “Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa alaa alihi sayyidina Muhammad.”
Contoh kultum tentang akhlak untuk anak zaman sekarang yang paling fenomenal adalah tidak bersyukur. Sudahkah Anda bersyukur hari ini?
Mengucap syukur yang paling simpel adalah membaca hamdalah. Namun, entah apa sebabnya kita sering melupakannya.
Padahal, tanpa kita minta pun Allah telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita.
Nikmat yang paling kentara saat ini adalah nikmat sehat jasmani dan rohani. Tanpa nikmat sehat mustahil kamu ada di sini, duduk di sini.
Contoh kecil anak yang tidak bersyukur adalah sering merasa iri dengan kehidupan teman. Kamu melihat begitu sempurnanya kehidupan salah satu teman. Seringkali kita mengeluarkan ucapan:
“Coba aku jadi anaknya Pak A, pasti hidupku enak, tinggal di rumah elite, makan daging setiap hari, selalu bisa beli android keluaran terbaru, dan lain sebagainya.”
Padahal, belum tentu juga teman kita merasa senang dengan kehidupannya yang sekarang. Bisa jadi dia malah iri dengan kehidupan kamu.
Jangan pernah mengucapkan kata-kata yang membuat sakit hati orang tua. Ketika mengucapkan: ”Coba aku itu anak si Pak A,” maka bayangkan wajah orang tua kalian ketika mendengar ucapan kamu itu.
Allah SWT Maha Tahu
Allah SWT telah menciptakan manusia sesuai porsinya. Dia Maha Tahu segala apapun yang terbaik untuk kamu. Orang yang bersyukur hatinya akan merasa tenang.
Sebagaimana Q.S Ibrahim ayat 7 yang artinya: Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Belum tentu kehidupan teman yang kamu anggap baik maka pas buat kamu.
Belajarlah menjadi pribadi yang pandai bersyukur sehingga bisa mengisi hari-hari dengan baik. Jangan sampai kita menjadi golongan orang yang tidak pandai bersyukur.
Ingatlah jika rezeki yang Allah SWT berikan tidak mungkin akan tertukar. Semua makhluk yang bernyawa pasti memiliki rezeki.
Jadikan syukur sebagai jalan menuju ridho Allah SWT. Dengan demikian, kita akan terhindar dari azab Allah.
Dari banyak kata yang telah terucap dan hal-hal yang telah kita simak bersama, semoga apa yang telah saya sampaikan bisa memberi manfaat.
Saya ucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halaman:

