Advertisement
Source : unida.gontor.ac.id

7 Contoh Kultum tentang Akhlak untuk Anak Zaman Sekarang beserta Dalilnya 2026

Contoh kultum tentang akhlak untuk anak zaman sekarang selalu menjadi trending topik di setiap kesempatan. Hal ini karena akhlak dan moral mereka mengalami transformasi.

19 Februari 2026 Fajar Laksana

Kultum atau kependekan dari kuliah tujuh menit adalah media untuk menyampaikan nasihat agama Islam. Adapun topiknya seputar kehidupan masyarakat dan paling menarik untuk dibahas adalah tentang akhlak untuk remaja.

Sebagai umat muslim, sebisa mungkin kita harus menerapkan akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW. Akhlak yang dicontohkan bersumber pada Al Quran, sehingga terkenal dengan sebutan akhlak Al Quran.

Nabi sendiri menjadi utusan Allah SWT dan memiliki tugas mulia, yakni memperbaiki akhlak manusia. Dengan akhlak baik tersebut, niscaya kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan akhlak itu pula kita bisa menunaikan kewajiban kita sebagai umat manusia, yakni beribadah kepada Allah SWT.

Inilah 7 Contoh Kultum tentang Akhlak untuk Anak Zaman Sekarang beserta Dalilnya 2026

5 Contoh Kultum tentang Akhlak untuk Anak Zaman Sekarang beserta Dalilnya 2024
unida.gontor.ac.id
25 Judul Kultum yang Menarik untuk Remaja Berbagai Topik Lengkap

Saat ini, kemerosotan akhlak anak remaja bukan lagi menjadi rahasia umum.

Seharusnya, mereka memiliki andil membangun serta mewujudkan masyarakat yang tidak menyimpang dengan aqidah agama Islam. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Ini karena remaja identik dengan sifat mau menang sendiri, tidak mau didebat karena sifatnya yang pembangkang, sulit mendengar dan menerima nasehat, serta memiliki tingkat emosi yang masih labil.

Inilah mengapa akhir-akhir ini sering kita jumpai siraman rohani di berbagai kesempatan, salah satunya mauidhoh hasanah selama 7 menit atau yang populer dengan sebutan kultum.

Berkaca dari kehidupan sekarang, berikut merupakan contoh kultum tentang akhlak untuk anak jaman sekarang yang bisa dijadikan referensi.

4 Contoh Kultum tentang Bersyukur yang Menyentuh Hati Singkat beserta Dalilnya

1. Tampil Fashionable Tanpa Harus Buka Aurat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulilah wasyukurillah. Saudaraku semua yang dirahmati Allah SWT, marilah kita memanjatkan segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kenikmatan dan karunia-Nya kepada kita semua. Berkat karunia-Nya pula, kita bisa berkumpul di majelis yang mulia ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang telah berjasa sekali bagi peradaban keilmuan umat manusia.

Semoga kita menjadi umat yang mendapat syafaat darinya kelak di Padang Mahsyar.

Saudaraku semua, kemajuan teknologi telah mendominasi berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam kehidupan remaja milenial. Bila kamu perhatikan, gadget memang memiliki sisi positif.

Kecanggihan teknologi memungkinkan kita untuk mengerjakan segala aktivitas lebih mudah. Namun, di balik manfaat positif tersebut ternyata sebanding dengan pengaruh negatifnya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya menyampaikan kultum tentang akhlak untuk anak zaman sekarang beserta salah satu contoh realnya, seperti terjerumusnya remaja pada gaya pakaian.

Trend ini tersebar begitu cepat dan mudah ke seluruh penjuru dunia. Mirisnya, remaja justru menjadikan hal tersebut sebagai kiblat mereka.

Sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas, seharusnya bisa selektif memilih dan memilah mana tontonan yang bisa menjadi tuntunan.

Style kebarat-baratan yang mempertontonkan lekuk tubuh justru membuat mereka bangga. Trend fashion kekinian membuat anak remaja lupa diri.

Demi mengikuti perkembangan zaman dan menuruti ego agar tidak dianggap kuno atau ketinggalan zaman, mereka rela mengesampingkan akidah dan akhlak yang seharusnya mereka junjung tinggi.

Hal ini tentu tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang mengharuskan kita menutup aurat. Sah-sah saja mengikuti fashion, tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang berlaku.

Tanpa kamu sadari, dari cara berpakaian itulah timbul segala bentuk kejahatan seperti pemerkosaan dan pelecehan seksual. Kita bisa melihat kedua kasus tersebut hampir mewarnai kehidupan.

Hampir setiap hari pemberitaan di media sosial tak pernah sepi dari kedua kasus tersebut.

Hadits Rasulullah SAW tentang Adab Berpakaian
Mari kita mengingat kembali sabda Rasulullah SAW,“Barang siapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti”.

Dari hadist tersebut, jelas jika Rasul melarang kita umatnya untuk berlebihan dalam berpakaian. Hal ini karena berpotensi menimbulkan kesombongan diri dan ujung-ujungnya akan merendahkan orang lain.

Sedangkan kasus berpakaian yang dewasa ini sering kita lihat, yakni sebenarnya mereka berpakaian tetapi pakaian tersebut tidak berfungsi sebagaimana yang diterangkan dalam hadits riwayat oleh Muslim dan Babul Libas:

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya (Muhammad) lihat keduanya itu: (l) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); dan (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan bisa masuk surga, dan tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” 

Trend memang tidak menuntut kamu untuk mengikutinya. Namun, sudah sewajarnya kamu paham bagaimana cara berpakaian menurut Islam untuk perempuan.

Bagaimana Mengikuti Trend yang Benar
Bukan berarti kita tidak bisa mengikuti style fashion terbaru. Silahkan mengikuti trend-trend fashion selama hal itu positif.

Dalam Islam, wanita cantik itu adalah yang menghormati dirinya sendiri dan menjunjung tinggi attitude. Masih bisa kok mengikuti trend tanpa harus mengumbar aurat.

Ingatlah jika kelak sebagian besar penghuni neraka adalah wanita-wanita yang suka mengumbar aurat mereka sehingga menimbulkan syahwat bagi yang melihatnya.

Kiranya kultum pada kesempatan kali ini cukup sekian. Mudah-mudahan kita termasuk umat Nabi yang senantiasa mendapat taufik dan hidayah-Nya.

Ada salah ucap dan perbuatan, saya mohon maaf. Saya akhiri, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Kultum Singkat tentang Ikhlas dalam Beribadah dan Beramal dalam Islam

2. Berakhlak terhadap Orang Tua

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji hanya sesungguhnya hanya milik Allah SWT, yaitu segala zat yang Maha Ghafur, zat yang Maha Syukur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat kepada umat.

Baik itu berupa nikmat iman, Islam, kenikmatan sehat wal afiat, dengan begitu  kita masih bisa berkumpul dan juga insyaallah diberkahi Allah SWT di majelis ini.

Tak lupa mari kita haturkan shalawat serta salam kepada Nabiyullah, Nabi Agung Muhammad SAW. Ia-lah yang menjadi sebab terciptanya dunia dan seisinya, termasuk kita.

Saudaraku kaum muslimin muslimat, perkenankan pada kesempatan kali ini saya membawakan kultum yang mengusung peristiwa fenomenal, yakni akhlak yang baik terhadap kedua orang tua atau dalam Islam dikenal dengan birrul walidain.

Akhlak yang baik terhadap orang tua sudah mulai luntur belakangan ini. Padahal, akhlak anak terhadap orang tua dalam Islam memiliki kedudukan penting.

Islam menempatkan kewajiban berbakti terhadap kedua orang tua lebih tinggi kedudukannya daripada sholat.

Sedangkan terhadap amalan lain yang dicintai Allah SWT, berbakti kepada orang tua memiliki kedudukan sejajar.

Selagi masih ada kesempatan membahagiakan orang tua, maka bahagiakanlah mereka.

Tidak melulu harus dengan materi. Cara membahagiakan kedua orang tua yang paling simpel adalah bersikap baik dan santun dalam bertutur kata.

Jangan pernah lupa untuk selalu mendoakan mereka, terlebih jika mereka sudah tidak ada.

Ingin sukses dunia dan akhirat, maka berbaktilah kepada kedua orang tua. 70% kesuksesan anak tidak luput dari doa dan usaha kedua orang tua. Tanpa mereka, mustahil kamu bisa seperti sekarang ini.

Mereka berjuang mati-matian demi anak-anaknya. Namun, apa yang mereka dapatkan?

Sadar atau tidak, terkadang kamu menyakiti hati mereka, baik melalui lisan maupun perbuatan.

Terkadang kamu melontarkan kata-kata kasar. Bahkan seringkali tingkah laku dan perbuatanmu membuat mereka menitikkan air mata.

Ketika berbuat demikian, ingatkah kamu jika mereka telah berjuang membesarkanmu hingga saat ini?

Perintah Berbakti kepada Kedua Orang Tua: Q.S Al-Luqman Ayat 14
Adapun perintah berbakti kepada orang tua, jelas ada di dalam Al Quran. Al Quran menegaskan perintah berbakti kepada kedua orang tua dalam Q.S Al-Luqman ayat 14 yang artinya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.

Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Mulai kini, jadilah anak yang penurut bukan penuntut. Jadilah anak luar biasa berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan anak yang biasa di luar. 

Bahagiakan kedua orang tua selagi mereka masih ada. Jika masih memiliki kedua orang tua lengkap, maka berbahagialah. Jadikan mereka ladang pahala.

Lihatlah mereka yang tidak seberuntung kita karena salah satu atau bahkan kedua orang tuanya telah tiada.

Coba renungkan, apakah kita sudah berlaku adil sebagai anak? Jika selama ini banyak perilaku kita yang membuat sedih bapak dan ibu, segera perbaiki.

Jangan sampai terlambat meminta maaf kepada beliau berdua. Marilah kita segera bertaubat.

Akhir kata, demikianlah kultum yang bisa saya sampaikan kepada saudara-saudara semua. Semoga memberikan manfaat. 

Mohon maaf apabila ada kekurangan karena sesungguhnya hanyalah Allah SWT, Dzat yang Maha Sempurna, saya akhiri Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halaman:

Advertisement