Kumpulan Lagu Daerah Yogyakarta Beserta Lirik dan Penciptanya Lengkap

Kumpulan Lagu Daerah Yogyakarta Beserta Lirik dan Penciptanya Lengkap – Melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia tentunya sudah menjadi salah satu hal yang wajib untuk kamu lakukan. Hal ini bertujuan agar kebudayaan ini terus dikenang dan tetap hangat berada di tengah masyarakat.

Salah satu bentuk kebudayaan yang cukup dekat dengan masyarakat dan masih banyak dikembangkan sampai saat ini yaitu dengan lagu daerah. Maka dari itu, kali ini akan dibahas mengenai kumpulan dari beberapa lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang perlu untuk kamu ketahui.

Daftar Lagu Daerah Yogyakarta Lengkap dengan Liriknya

unsplash.com/@adriannetwork

Saat mendengar nama Daerah Istimewa Yogyakarta, hal pertama yang biasanya terlintas dan cukup melekat di pikiran yaitu berkaitan dengan budaya yang dimilikinya. Provinsi satu ini cukup dikenal dengan berbagai kebudayaan yang masih dilestarikan dengan baik sampai sekarang ini.

Tidak hanya kebudayaannya saja, tetapi segala peninggalan sejarah dan tempat wisata yang menarik seringkali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang dari luar kota. Oleh karenanya, bukan sebuah hal yang baru lagi bahwa kota satu ini menjadi favorit wisatawan yang berasal dari berbagai penjuru daerah.

Saat berbicara mengenai Yogyakarta, apakah kamu pernah mendengar lagu daerah yang khas dari kota satu ini? Apabila belum, kamu bisa menyimak beberapa lagu daerah Yogyakarta beserta lirik seperti yang ada di bawah ini.

1. Walang Kekek



Lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang akan dibahas pertama yaitu dikenal dengan judul Walang Kekek. Bisa dikatakan lagu satu ini cukup legendaris dan banyak diketahui oleh warga di sekitar daerah Yogyakarta.

Bagi kamu yang baru saja mengetahui lagu ini, pencipta sekaligus pihak yang berhasil mempopulerkannya yaitu Waldjinah. Lagu satu ini menceritakan tentang perasaan yang dimiliki oleh seorang wanita yang bekerja sebagai penyanyi dan kerap dianggap sebagai seorang wanita penghibur.

Melalui lagu satu ini, Waldjinah ingin berusaha untuk merubah pandangan yang dimiliki oleh orang lain terkait profesi tersebut. Ia ingin orang lain tahu dan tidak lagi menganggap rendah pekerjaan sebagai seorang penyanyi wanita tersebut.

Di sisi lain, dirinya juga ingin menjadikan lagu ini sebagai bentuk dedikasi kepada seluruh wanita yang bekerja sebagai seorang penyanyi. Ia tahu betul bahwa menjalani profesi satu ini bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan.

Lirik Lagu Walang Kekek

Walang kekek, menclok nang tenggok
Mabur maneh, menclok nang pari
Ojo ngenyek yo mas, karo wong wedho
Yen ditinggal lungo, setengah mati
E ya ye ya ye ya
E ya yae yai e yaiyo yaiyo
Manuk sriti kecemplung banyu
Bengi ngimpi awan ketemu
Walang abang menclok neng koro
Walang biru, walange putih
Bujang maneh yo mas, ora ngluyuro
Sing wis duwe putu, ra tau mulih
E ya ye ya ye ya
E ya yae yai e yaiyo yaiyo
Biso nggambang yo mas, ora biso nyuling
Biso nyawang, ora biso nyanding
Walang ireng, mabur brenggenggeng
Walang ireng, dowo suthange
Yen podo seneng yo mas, ojo mung mandeng
Golek ono ngendi omahe
E ya ye ya ye ya
E ya yae yai e yaiyo yaiyo
Biso nggambang yo mas, ora biso ndemung
Biso nyawang, ora wani nembung
Walang kekek, walange kayu
Walang kayu, tibo neng lemah
Yen kepingin yo mas, arep melu aku
Yen mung trimo, tak kon jogo ngomah
E ya ye ya ye ya
E ya yae yai e yaiyo yaiyo
Andeng-andeng, ono pilingan
Ojo dipandeng, mundak kelingan
Walang kekek menclok neng tampah
Mabrur mrene, menclok wit pete
Sumengkemo mring Gusti Allah
Nindakake dawuh-dawuhe
E ya ye ya ye ya
E ya yae yai e yaiyo yaiyo
Walang kekek menclok neng tali
Limang wektu ojo nganti lali
E ya ye ya ye ya
E ya yae yai e yaiyo yaiyo
Walang kekek, walange kadung
Walang kekek sampun rampung
Jangkrik genggong
Kendhal kaline wungu, ajar kenal karo aku
Lelene mati digepuk, gepuk nganggo walesane
Suwe ora pethuk, ati sida remuk, kepethuk mung suwarane
E ya e ya e e yae yae yae yae
Jangkrik genggong, jangkrik genggong, luwih becik omong kosong
Semarang kaline banjir, ja sumelang ra dipikir
Jangkrik upa saba ning tonggok, malumpat ning tengah jogan
Wis watake priya, jare ngaku setya, tekan dalan selèwèngan
E ya e ya e e yae yae yae yae
Jangkrik genggong, jangkrik genggong, wani nglirik sepi nguwong
Yèn ngetan bali ngulon, tiwas edan ora kelakon
Yèn ngrujak ngrujaka nanas, aja ditambahi kwèni
Kene tiwas nggagas, awak adhem panas
Jebul ana sing nduwèni
E ya e ya e..e yae yae yae yae
Jangkrik genggong, jangkrik genggong, sampun cekap mangsa brong

2. Suwe Ora Jamu



Salah satu lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang bisa dibilang cukup populer yaitu terdapat Suwe Ora Jamu. Lagu satu ini dibuat dan diciptakan oleh R. C. Hardjosubroto. Hal menarik yang dimiliki oleh lagu ini yaitu cocok untuk dinyanyikan oleh anak-anak maupun juga orang dewasa.

Di sisi lain, lagu Suwe Ora Jamu ini juga mengandung lirik dengan dua makna yang cukup berbeda. Pertama yaitu mengenai rasa kebahagiaan yang dimiliki setelah akhirnya bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Sementara untuk kedua yaitu rasa kecewa yang dirasakan karena salah satu dari kedua sahabat tersebut menjadi sombong karena kepintaran atau kekayaan yang dimilikinya.

Lirik Lagu Suwe Ora Jamu

Suwe ora jamu
Jamu godhong telo
Suwe ora ketemu
Temu pisan atine gelo

Suwe ora jamu
Jamu sogo thunteng
Suwe ora ketemu
Temu pisan atine seneng

Suwe ora jamu
Jamu godhong bunder
Suwe ora ketemu
Temu pisan tambah pinter

3. Kidang Talun



Judul lagu daerah Yogyakarta beserta lirik selanjutnya yang juga perlu untuk kamu ketahui yaitu Kidang Talun. Lagu satu ini menceritakan mengenai nasihat yang dimiliki dari orangtua kepada anak mereka agar bisa menyayangi hewan.

Di dalam liriknya sendiri juga memiliki makna tersirat agar lebih menyayangi hewan yang termasuk langka atau hampir punah. Tidak hanya itu saja, lagu satu ini juga berusaha untuk mengenalkan beberapa nama hewan kepada anak, seperti kijang dan juga gajah.

Lirik Lagu Kidang Talun

Kidang talun
Mangan kacang talun
Mil kethemil mil kethemil
Si kidang mangan lembayung

Tikus pithi
Due anak siji
Cit cit cuit
Cit cit cuit
Maju perang wani mati

Kidang talun
Mangan kacang talun
Mil kethemil mil kethemil
Si kidang mangan lembayung

Gajah belang
Soko tanah mlembang
Nuk legunuk nuk legunuk
Gedhene meh podho gunung

4. Caping Gunung



Kali ini terdapat lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang dahulunya diciptakan dan dipopulerkan oleh Gesang. Berbeda dengan sebelumnya, lagu satu ini memiliki makna yang cukup mendalam dan juga sedih.

Caping Gunung menceritakan tentang bagaimana orangtua merindukan anaknya yang sedang berada di perantauan. Sayangnya, mereka sudah tidak lama saling memberikan kabar dan seperti pergi tanpa kembali lagi.

Saat mendengarkan lagu ini, kamu bisa merasakan kesedihan yang cukup mendalam setelah membaca liriknya. Menceritakan mengenai bagaimana seorang ibu berharap agar anaknya segera pulang dari tempat perantauannya.

Rindu yang sudah memupuk dan cukup dalam ini membuat ibu tersebut sering menyiapkan nasi jagung sebagai bentuk sambutan atas kepulangan anaknya. Hal ini dilakukan karena harapan dan rasa rindu yang dimiliki terhadap anak tersebut yang sudah lama tidak lagi pulang.

Lirik Lagu Caping Gunung

Dhek jaman berjuang
Njur kelingan anak lanang
Mbiyen tak openi
Ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang
Keturutan sing digadhang
Mbiyen ninggal janji
Ning saiki apa lali
Ning gunung tak cadhongi sega jagung
Yen mendhung tak silihi caping gunung
Sokur bisa nyawang
Gunung ndesa dadi reja
Dene ora ilang nggone padha lara lapa

5. Sinom



Kali ini terdapat lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang cocok bagi anak muda yaitu Sinom. Sesuai dengan nama yang dimiliki, lagu ini menceritakan mengenai masa kehidupan pubertas yang dialami oleh anak yang baru saja beranjak menuju kedewasaan.

Di dalam lagu ini terdapat nasihat kepada anak muda agar mereka bisa menjaga diri dengan baik serta lebih dewasa dalam menghadapi kehidupan. Dalam artian yang lebih singkat yaitu mampu untuk lebih bijaksana dalam menanggapi berbagai hal yang ada.

Lirik Lagu Sinom

Amenangi jaman edan
Ewuh aja ing pambudi
Melu edan ora tahan
Jen tan melu anglakoni
Boya kaduman melik kaliren
Wekasanipun dilalah karsa Allah
Begjane kang lali
Luwih begja kang engling lan waspada

6. Te Kate Dipanah



Kali ini terdapat lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang mungkin lebih banyak dikenal di kalangan anak-anak yaitu Te Kate Dipanah. Lagu satu ini masih cukup sering dan banyak dinyanyikan oleh anak jaman sekarang saat bermain bersama.

Hal tersebut terjadi juga karena makna yang dimilikinya cukup dalam mengenai ajaran kepada anak-anak. Terutama untuk selalu berusaha menanamkan nilai positif dan budi pekerti yang baik ke dalam diri mereka sendiri. Tentunya hal tersebut diharapkan agar mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi seorang pribadi yang bermanfaat bagi sekitarnya.

Lirik Lagu Te Kate Dipanah

Te kate dipanah
Dipanah ngisor gelagah
Ana manuk konde-onde
Mbok sirbombok mbok sirkate
Mbok sirbombok mbok sirkate

7. Gethuk



Judul lagu daerah Yogyakarta beserta lirik satu ini bisa dikatakan cukup populer dan banyak diketahui oleh masyarakat. Dulunya, Gethuk berhasil populer karena dinyanyikan oleh Waldjinah dan penciptanya merupakan Manthous.

Biasanya banyak yang menyanyikan lagu satu ini di berbagai acara kesenian daerah yang ada di sekitar Yogyakarta. Selain itu, Gethuk sendiri merupakan nama jajanan tradisional dengan cita rasa yang khas dan banyak ditemukan di daerah ini.

Lirik Lagu Gethuk

Sore-sore padhang bulan, ayo kanca padha dolanan
Rene-rene bebarengan, rame-rame e dha gegojegan
Kae-kae rembulane, yen tak sawang kok ngawe-awe
Kaya-kaya ngelikake, kanca kabèh aja padha turu sore
Gethuk, asale saka tela
Mata ngantuk, iku tambane apa
Ah ala gethuk, asale saka tela
Yèn ra pethuk, atine rada gela
Aja ngono mas, aja aja ngono
Kadhung janji mas
Aku mengko gela
Gek kepriye
Duh kaya ngene rasane
Anake wong ora duwe
Ngalor ngidul tansah diece
Karo kanca kancane
Pye pye pye pye ya ben rasakna
Pye pye pye pye rasakna dewe
Pye pye pye pye ya ben rasakna
Pye pye pye pye rasakna dewe
Besuk kapan aku bisa
Urip kang luwih mulya
Melu nyunjung drajating bangsa
Indonesia kang mulya
Pye pye pye pye mbuh ra weruh
Pye pye pye pye mbuh ra ngerti
Pye pye pye pye mbuh ra weruh
Pye pye pye pye mbuh ra ngerti

Dari berbagai lagu daerah Yogyakarta beserta lirik yang ada di atas, apakah ada lagu yang cukup familiar untuk didengarkan? Mungkin beberapa di antaranya juga sudah sering kamu nyanyikan saat masih kecil atau sering mendengar anak kecil mengalunkan nada lagu tersebut.

Sebenarnya masih ada banyak lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta, apakah kamu bisa menyebutkan judul lainnya yang ada? Selain dari Yogyakarta, kamu juga bisa mendapatkan informasi mengenai lagu daerah lainnya melalui situs blog Mamikos.


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah