Advertisement
Source : id.wikipedia.org

9 Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar Penuh Inspirasi dan Maknanya Lengkap!

Chairil Anwar adalah salah satu penyair terkenal di Indonesia dan sudah menghasilkan banyak karya puisi. Ingin tahu apa saja makna puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar? Simak artikel berikut.

16 September 2023 Lailla

2. Puisi ‘Diponegoro’ Karya Chairil Anwar

Diponegoro

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas

Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai.

Maju.
Serbu.
Serang.
terjang

Februari 1943

Makna puisi ‘Diponegoro’ karya Chairil Anwar

Puisi ‘Diponegoro’ karya Chairil Anwar yang bertema patriotisme menggambarkan semangat untuk membela Indonesia. Digambarkan pula keberanian untuk melawan penjajah sekalipun jumlahnya sangat banyak.

Chairil Anwar menunjukkan kebanggaannya pada Pangeran Diponegoro melalui bait puisi yang ia tulis. Diponegoro berani melawan penjajah dan tidak merasa gentar.

Melalui puisi tersebut, Chairil Anwar juga ingin memberitahukan pembaca terkait hal-hal yang dapat diteladani dari Diponegoro.

15 Contoh Puisi Singkat Berbagai Tema yang Bisa Jadi Inspirasi

3. Puisi ‘Krawang – Bekasi’ Karya Chairil Anwar

Krawang-Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Halaman:

Advertisement