Kumpulan Puisi Simple Singkat Berbagai Tema dalam Bahasa Indonesia
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu contoh puisi singkat dengan berbagai tema yang bisa kamu pelajari. Yuk, cek bagaimana contoh lengkapnya dalam artikel berikut!
Contoh 17
Tanah Warisan
Aku berkata kepada anakku
Tak usah menanami tanah warisan
Sebab, kini sudah tiada lagi berharga
Lebih baik kita menjualnya
Uangnya bisa beli motor ninja
Supaya anakku tidak ketinggalan gaya
Soal hasil panen bisa beli di pasar raya
Namun,
Kuingatkan kepada anakku
Jangan pernah menyesal
Apabila udara segar
Akan menjadi kemewahan
Yang mungkin hanya ditemui dalam mimpi
Contoh 18
Istirahat
Di bawah pohon rambutan
Di atas kursi panjang
Di bawah birunya langit
Di atas bumi yang berdebu
Istirahatlah kekasih hatiku
Biarkan hati kembali tenang
Setelah sedari pagi mendapat
Banyak kata-kata sumbang
Contoh 19
Suara-suara yang Hilang
Bukankah kita tidak sedang dalam gua pengap
Tapi di gedung megah dengan lantai mengkilat
Tempat kita menitipkan suara
Kepada mereka yang pernah datang
Mengiba sembari meminta suara
Untuk dipilih agar bisa duduk di kursi kencana
Namun, mengapa bisa
Suara yang kita titipkan bisa hilang
Tanpa pernah tahu siapa yang telah mencurinya
Contoh 20
Kerelaan
Kalau kau ingin bisa kupeluk kau kembali
Dengan setulus hati
Sebab hingga kini
Aku sendiri dalam sepi
Meski kini kau tidak seperti dulu lagi
Bagiku kau tetap seorang dewi
Pemilik belahan hati
Jangan pernah sesali yang terjadi
Karena semua diluar kendali
Datanglah kepadaku
Dengan segala dukamu
Sama-sama kita akan mengobati
Sama-sama kita kita akan melengkapi
Contoh Puisi Simple 21 – 31 dalam Bahasa Indonesia
Contoh 21
Jakarta
Di Jakarta, kota metropolitan gemerlap,
Lapar bertandang, wajah muram terserap.
Merah mega dan benang langit menjuntai,
Datang ke kotamu, rindu pun datang bersama.
Tak ada lagi embun, angin, lembah, dan bukit,
Seperti senyum gadis perawan, desamu terasa jauh.
Di sini hidup tak lagi punya tanda,
Hanya hiruk pikuk kota,
Lenyap jejak kehidupan digilas waktu
Contoh 22
Pemandangan Kota
Lihatlah, masih ada keindahan terpendam,
Dalam setiap sudut, kehidupan berdenyut berwarna.
Metropolitan mungkin tajam dan keras,
Namun, peluang tumbuh seperti benih di tanah basah.
Serupa lapar yang datang bertandang,
Hidup di Jakarta, di tengah beton dan besi.
Mari temukan arti dalam setiap hiruk pikuk,
Dan biarkan cinta alam tetap menyala di hati.
Halaman:

