Kumpulan Puisi Simple Singkat Berbagai Tema dalam Bahasa Indonesia
Dalam artikel berikut, Mamikos akan memberikan kamu contoh puisi singkat dengan berbagai tema yang bisa kamu pelajari. Yuk, cek bagaimana contoh lengkapnya dalam artikel berikut!
Contoh 10
Tangisan Indonesia
Seperti biasanya ibu pertiwi
Kembali menguras air matanya
Saat melihat para putranya
Saling berebut benar dan unggul
Hingga tega mengalirkan darah
Sembari menebah dada
Ah, apa guna jumawa
Jika di hadapan sang waktu
Semua yang bernama dan bernyawa
Kelak meringkuk tiada daya
Dalam menepati janji yang terucap
Jauh hari sebelum ia dilahirkan
Contoh Puisi Simple 11 – 20 dalam Bahasa Indonesia
Contoh 11
Kehidupan
Samudra yang begitu dalam
Melebur, memeluk, dan menerima seluruh
Anugerah dan cobaan
Sejak dunia digelar pertama kalinya
Remuk lebur karang-karang
Ombak menabraknya sekuat tenaga
Menguji ketabahan dan kekuatannya
Dalam menerima takdir yang digariskannya
Tidak malukah kita yang selalu pura-pura
Mendaku diri memiliki segalanya
Padahal tanpa kuasa-Nya
Siapalah kita
Contoh 12
Nisan
Bukan kematian yang memisahkan
Namun kematian memberikan kita jalan
Tuk melanjutkan perjalanan
Seperti yang pernah dijanjikan-Nya
Dan nisan inilah yang kelak menjadi penanda
Kehadiran sementara kita
Di dunia yang sungguh-sungguh f
Contoh 13
Guruku, Terima Kasih
Wahai guruku, terima kasih
Atas seluruh bimbingan yang engkau berikan
Sehingga cita-cita yang telah lama kuimpikan
Kini telah berada dalam genggaman tangan
Dan, sungguh besarnya jasamu
Tiada mungkin mampu kulupakan
Contoh 14
Di Kota ini Ada Apa
Maaf
Jika syairku tidak seperti indahnya langit merah
Pada kota yang engkau tinggali dan cintai
Sedari dahulu kini
Namun, bolehlah hamba mengucap satu tanya
Di kota ini ada apa?
Sehingga engkau begitu terlena
Sampai-sampai panggilan bunda
Tiada lagi engkau pedulikan
Contoh 15
Sehelai Rambut
Sehelai rambut ibuku
Sangat panjang, hitam dan begitu indah
Kata orang-orang
Rambut inilah yang telah menyelamatkanku
Ketika orang-orang asing datang
Membawa obor, bedil dan parang
Membakar kota ini hingga menjadi arang
Contoh 16
Sepeda Butut
Harus aku akui bahwa sepeda butut
Yang tergeletak di bawah pohong nangka
Usianya jauh lebih tua dari usiaku
Kata orang-orang
Tak lama setelah ayah membonceng ibu
Aku kemudian lahir
Dan ayah sering mengendarainya
Sembari menggendongku dengan jarik berwarna biru
Betapa sedihnya hati ini saat memandanginya
Sepeda itu sudah butut
Karat yang tak hanya memakan besinya
Tetapi juga cerita-cerita yang pernah dilaluinya
Halaman:

