Kumpulan Puisi tentang Ibu Tersayang Populer, Oh Ibu, Ibuku Surgaku, Hingga Pengorbanan Seorang Ibu
Di hari ibu ini ada banyak cara untuk membahagiakan ibu. Salah satunya adalah membuatkannya puisi. Berikut adalah beberapa contoh puisi dengan tema ibu.
Sedikit Permintaan
Tuhanku,
Aku ingin,Memberikan
Sedikit kebanggan
Dan melukis ceria
Pada wajah ibu
Yang mulai termakan usia
Tuhanku, Aku ingin
Membeli sedikit waktu
Supaya bisa lebih lama
Bersama ibu tercinta
Kan kupintanya berbagi pengetahuan
Tentang caranya menerima kenyataan
Tuhanku,
Aku ingin
Melihat tawa ceria
Pada wajah ibu yang mulai menua
Namun apa daya
Hingga kini aku masih belum mampu
Menjadi apa-apa
Dan bukanlah siapa-siapa
Kumpulan Puisi Tentang Ibu Bagian 3
Maafkan Anakmu, Ibu
Ketika daun-daun runtuh
Sesaat setelah hujan bergumuruh
Tiba-tiba tubuhku disergap
Perasaan rindu yang hebat
Beruntungnya hujan mampu
Menyamarkan air mataku
Ternyata begini rasanya
Menjadi orang tua
Yang mati-matian bekerja
Demi anak dan keluarga
Ibu ternyata begitu
Berat perjuangan
Yang telah engkau lakukan
Maafkan anakmu
Yang dulu pernah tak menghargai
Jerih payahmu dalam membesarkanku
Aroma Hujan
Aroma hujan
Malam ini kembali
Memunculkan kenangan
Yang telah lama
Tertelan pusaran waktu
Meski tak ada bulan
Yang berkenan menemani
Tapi kenangan-kenangan
Terus muncul seperti jamur
Di musim penghujan
Ketika mataku sembab
Karena air mata bercucuran
Mengenang kasih sayang ibu
Yang belum mampu kubalas
Tak ada kata yang terucap
Selain maaf dan terimakasih
Atas semua cinta dan sayang
Yang telah ibu berikan
Kasih Sayang Ibu
Dalam lelahmu
Engkau tak pernah lelah
Tuk berkorban demi anak-anakmu
Walau kadang direndahkan
Karena keinginanmu dianggap
Terlalu tinggi
Tapi ibu tetap tersenyum
Mencoba menghadapinya dengan tabah
Serta berusaha sekuat tenaga
Memujudkan cita-citanya menjadi nyata
Meski berkali-kali mengencangkan perut
Demi anak-anak bisa sekolah
Menuntut ilmu demi masa depan cerah
Bahasa Kasih
Meski hutan tak serimbun dahulu
Bukan berarti terik matahari
Bisa dengan bebas membakar bumi
Karena selama hati masih memiliki nurani
Keteduhan masih bisa kita pancarkan ke segala penjuru
Boleh-boleh saja sungai dan telaga penuh dengan sampah
Asal jangan isi hati dengan serapah dan amarah
Karena sejatinya di setiap kesesakan dan ketidakberuntungan
Atas kelahiran kita di jaman yang serba tak mengenakkan
Tuhan masih memberi kesempatan
Kepada kita untuk membuat tempat layak untuk berpijak
Biar pun itu hanya sejenak
Ketika tanah lapang tempat anak-anak menerbangkan layang-layang
Telah bersolek menjadi gedung tinggi beraroma kembang
Yang senantiasa menampilkan urat-urat tegang
Sebaiknya ajak anakmu mengamati bagaimana cara senja berpulang
Perlihatkan pada anakmu warna-warni langit
Sesaat sebelum sesudah senja pergi
Dengan begitu
Kelak anakmu akan tahu di dunia ini
Tak ada yang benar-benar bisa berdiri sendiri
Tanamkan pada anakmu bahwa akan selalu ada keindahan nyata
Ketika yang berbeda dapat saling bercengkerama
Dengan bahasa kasih dan cinta
Oh Ibu Surgaku
Halaman:


