Advertisement
Source : Getty Images/Panuwat Dangsungnoen

Link Download Lagu 17 Agustus 1945 Kualitas HD beserta Liriknya Lengkap

Setiap tahunnya, lagu 17 Agustus 1945 atau yang juga dikenal dengan lagu Hari Merdeka ini selalu berkumandang dalam peringatan ulang tahun RI.

5 Agustus 2026 Bella Carla

Husein Mutahar juga adalah sosok yang mempunyai ide untuk menyamarkan bendera dengan bungkusan koran.

Diketahui, Husein Mutahar juga merupakan tokoh kepanduan Indonesia pada tahun 1945-1961.

Tak hanya sampai disitu saja, Husein Mutahar juga menjadi pendiri sekaligus pencetus Gerakan Pramuka dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Pria kelahiran 5 Agustus 1916 ini dulunya juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Yogyakarta (1945), Pegawai Tinggi Sekretariat Negara di Yogyakarta (1947), Duta Besar RI di Vatikan (1963-1973), dan Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri (1974).

10 Inspirasi Lomba 17 Agustus Kekinian, Kreatif, dan Lucu

Meninggal di Jakarta pada 9 Juni 2004,  Husein Mutahar setidaknya menguasi enam bahasa asing.

Merupakan seorang komponis banyak lagu nasional Indonesia, Husein Mutahar juga banyak menciptakan lagu-lagu nasional lainnya.

Beberapa diantaranya ada Himne Syukur, Mars Hari Merdeka, Dirgahayu Indonesiaku, Gembira, Tepuk Tangan Silang-Silang, Mari Tepuk, Slamatlah, Jangan Putus Asa, Saat Berpisah, dan Himne Pramuka.

Berkat jasanya kepada Bangsa Indonesia, Husein Mutahar mendapatkan tanda kehormatan Negara Bintang Mahaputera dan Bintang Gerilya.

Walaupun begitu, Husein Mutahar menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ia memilih untuk dikebumikan di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan.

Sejarah Lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka)

Menilik dari sejarahnya, Husein Mutahar menciptakan lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka) ketika dirinya menjabat sebagai ajudan Presiden Soekarno.

Saat itu, ia menjadi juga menjadi sosok yang menyelamatkan bendera Merah Putih ketika Soekarno dibuang ke Sumatera.

Bendera tersebut adalah Bendera Pusaka yang dijahit oleh Fatmawati, istri Soekarno.

Lagu ditulis 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka) oleh Husein Mutahar sebagai rasa syukurnya atas kemerdekaan Indonesia.

Dalam proses penciptaannya, lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka) dibuat dengan proses yang panjang dan situasi yang tidak mudah.

Awalnya, Presiden Soekarno memerintahkan kepada Husein Mutahar untuk membuat aubade (nyanyian atau musik penghormatan pada pagi hari).

Kemudian, Husein Mutahar meminjam orkes keraton dan menjadi konduktor para pemain dengan semangat sembari naik ke atas meja reot.

Setelah mendengar lagu ciptaan Husein Mutahar tersebut, Presiden Soekarno merasa senang dan memuji kemampuan Husein Mutahar dalam menciptakan lagu.

Lagu nasional yang satu ini juga dulunya sempat diperdengarkan saat aubade (nyanyian atau musik penghormatan pada pagi hari) atas permintaan oleh Presiden Soekarno.

Sejak saat itu, lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka) selalu dikumandangkan saat upacara merdeka dan HUT Republik Indonesia.

Makna Lirik Lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka)

Tanpa kita sadari, sebenarnya ada makna yang mendalam di balik lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka).

Lagu ini tercipta tak lepas dari proses panjang perjuangan para pahlawan kemerdekaan setelah proklamasi.

Hal ini dikarenakan, meskipun sudah menyatakaan kemerdekaannya namun rakyat Indonesia nyatanya masih harus berhadapan dengan tentara sekutu.

Dibalik lirik lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka) ada makna semangat 45 dari para pahlawan ketika melawan penjajah pada masa penjajahan.

Tak hanya itu saja, dibalik lirik lagu ini juga secara tidak langsung mengajarkan kita semua tentang cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia.

Dengan tempo yang cepat dan tegas, lagu 17 Agustus 1945 (Hari Merdeka) memberikan kita daya semangat 45 kemerdekaan para pahlawan dan rakyat Indonesia. Baik pada masa penjajahan maupun sekarang ini.

Halaman:

Advertisement