3 Macam Contoh Pendekatan Geografi Beserta Penjelasannya Lengkap

Tagged: Geografi

3 Macam Contoh Pendekatan Geografi Beserta Penjelasannya Lengkap – Secara sederhana pendekatan geografi dapat dimaknai segala hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup manusia serta interaksinya dengan alam sekitarnya.

Selanjutnya pendekatan geografi sering menjadi objek ilmu geografi yang cara mengkajinya dapat menggunakan pendekatan ke lingkungan, pendekatan ruang, dan kompleks perwilayahan.

Pendekatan geografi secara khusus dapat diartikan sebagai metodologi khusus dan langkah yang bermanfaat dalam melakukan kajian.

Serta analisa terhadap fenomena geosfer dan beragam gejala alam yang memilih fokus pada interaksi makhluk hidup dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Memahami Macam Contoh Pendekatan Geografi

pixabay.com/id/users/erikawittlieb-427626/

Barangkali banyak yang belum tahu jika ilmu geografi dapat dibagi menjadi tiga apabila berdasar ruang lingkupnya.

Tiga hal tersebut yakni geografi sosial, geografi regional, dan geografi ekologi.

Selanjutnya kamu akan diberikan penjelasan mengenai apa itu jenis pendekatan geografi. Biar paham simak terus artikel ini, ya!

Jenis Pendekatan Geografi

Di bawah ini merupakan jenis-jenis pendekatan geografi

1. Pendekatan Keruangan

Menurut ilmu geografi pendekatan keruangan merupakan salah satu ciri khas yang membedakan ilmu ini berbeda dengan ilmu lainnya.

Di samping itu pendekatan keruangan ini adalah usaha yang dilakukan untuk melakukan kajian terhadap perbedaan sera persamaan yang terjadi pada fenomena geosfer dalam suatu ruang.

Dalam melakukan kajian pada bidang yang harus mendapat perhatian lebih saat memakai pendekatan ruang adalah interelasi, persebaran, dan deskripsi.

Pendekatan Keruangan memiliki beberapa unsur. Berikut ini merupakan unsur-unsur yang terdapat pada pendekatan keruangan.

Unsur-unsur Pendekatan Keruangan

Jarak

Jarak merupakan unsur penting dalam pendekatan keruangan karena jarak mempengaruhi persebaran fenomena geosfer dalam ruang.

Pola

Pola merupakan unsur yang berkaitan dengan bentuk dan pola persebaran fenomena geosfer dalam ruang.

Site dan Situasi

Site dan situasi merupakan unsur yang berkaitan dengan lokasi dan kondisi geografis suatu wilayah.

Aksesibilitas

Aksesibilitas merupakan unsur yang berkaitan dengan kemudahan akses ke suatu wilayah.

Contoh Pendekatan Keruangan

Alasan Pulau Kalimantan dipilih menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara yang baru dapat dianalisa dengan menggunakan pendekatan ini,

Pemindahan ibu kota negara tidak dilakukan ke Pulau Sumatera karena pulau Sumatra memiliki indeks gempa bumi yang sama dengan pulau Jawa sehingga dianggap kurang memenuhi syarat

Faktor yang menjadi penyebab perbedaan risiko gempa itu bisa berasal dari keadaan bentang alam yang berbeda antara Pulau Sumatra dan Jawa dengan Pulau Kalimantan.

Faktor risiko gempa lainnya, bisa juga dikarenakan aktivitas gunung berapi di pulau Kalimantan tidak sebanyak di pulau Sumatera dan pulau Jawa.

Pendekatan topik memungkinkan para peneliti untuk memahami secara lebih mendalam tentang aspek-aspek geografis yang terkait dengan topik yang dipilih.

Mereka dapat melakukan penelitian terhadap interaksi antara manusia dan lingkungan dalam konteks topik tersebut, serta mengidentifikasi dampak dan implikasi dari fenomena geografis yang terkait.

Misalnya, jika topik yang dipilih adalah urbanisasi, pendekatan topik akan memungkinkan peneliti untuk mempelajari bagaimana kota-kota tumbuh dan berkembang.

Dengan menggunakan pendekatan topik, seorang peneliti mampu mendapatkan pemahaman yang lebih khusus dan mendalam tentang fenomena geografis tertentu.

Tiga Klasifikasi Pendekatan Keruangan

Pendekatan jenis ini dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk melakukan pembuatan rencana analisis berbagai masalah keruangan.

Selanjutnya pendekatan ruang ini dapat terbagi menjadi tiga yakni

Pendekatan Topik

Pendekatan topik dalam ilmu geografi adalah pendekatan yang berfokus pada pemahaman dan analisis tentang topik atau tema khusus dalam studi geografi.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti atau pengkaji geografi untuk mempelajari secara mendalam tentang suatu topik tertentu dalam konteks geografis.

Dalam pendekatan topik, peneliti akan memilih topik spesifik, seperti perubahan iklim, urbanisasi, atau pengelolaan sumber daya alam, yang menjadi fokus utama dari penelitian atau analisis mereka.

Seorang peneliti akan mengumpulkan data dan informasi yang relevan terkait topik tersebut, serta menganalisisnya dengan menggunakan konsep dan teori geografi.

Pendekatan Aktivitas Manusia

Pendekatan aktivitas manusia dalam ilmu geografi adalah pendekatan yang menekankan pada pemahaman dan analisis tentang bagaimana manusia melakukan berbagai aktivitas yang mempengaruhi dan membentuk fenomena geografi.

Pendekatan ini melibatkan studi tentang interaksi antara manusia dan lingkungan dalam konteks geografis.

Dalam pendekatan ini, peneliti atau pengkaji geografi mempelajari bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya alam, seperti pertanian, industri, pertambangan, dan energi.

Mereka menganalisis bagaimana aktivitas manusia tersebut mempengaruhi pola penggunaan lahan, perubahan lingkungan, dan distribusi spasial.

Selain itu, pendekatan aktivitas manusia juga melibatkan studi tentang bagaimana manusia membentuk dan mengorganisir pemukiman, transportasi, dan infrastruktur.

Hal ini mencakup analisis tentang pola perkotaan, pembangunan wilayah, dan perencanaan ruang.

Pendekatan ini juga memperhatikan aspek sosial dan budaya dalam aktivitas manusia.

Peneliti akan mempelajari bagaimana faktor-faktor seperti nilai-nilai, norma, kepercayaan, dan ekonomi mempengaruhi pola aktivitas manusia, seperti migrasi, mobilitas, dan pembentukan wilayah budaya.

Pendekatan aktivitas manusia dalam ilmu geografi penting untuk memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan fisik dan bagaimana aktivitas manusia tersebut membentuk dan mempengaruhi pola-pola geografis.

Hal ini membantu dalam merumuskan kebijakan, strategi pengelolaan sumber daya, dan pemahaman tentang dinamika sosial-ekonomi dalam konteks geografis.

Pendekatan Region

Pendekatan region dalam ilmu geografi adalah pendekatan yang berfokus pada pemahaman dan analisis tentang karakteristik geografis suatu wilayah.

Pendekatan ini melibatkan studi tentang atribut fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi wilayah tersebut.

Dalam pendekatan region, peneliti atau pengkaji geografi mempelajari pola-pola spasial, perbedaan dalam penggunaan lahan, distribusi populasi, perubahan lingkungan, dan interaksi antara manusia dan lingkungan dalam konteks wilayah geografis.

Pendekatan region juga melibatkan pembagian wilayah ke dalam unit-unit yang lebih kecil, seperti subwilayah atau subdistrik, untuk memahami dinamika dan perbedaan dalam wilayah yang lebih terperinci.

Peneliti akan menganalisis perbedaan dalam karakteristik fisik, sosial, ekonomi, dan budaya antara wilayah-wilayah tersebut.

Pendekatan region dalam ilmu geografi penting untuk memahami keunikan dan kompleksitas suatu wilayah, serta untuk merumuskan kebijakan dan strategi pengelolaan wilayah yang lebih efektif.

Penggunaan pendekatan region ini sangat membantu dalam pemahaman tentang dinamika geografis dan interaksi manusia-lingkungan dalam konteks wilayah yang lebih luas.

2. Pendekatan Ekologi

Pendekatan ekologi dalam ilmu geografi adalah pendekatan yang fokus pada pemahaman dan analisis tentang hubungan antara organisme hidup (manusia dan hewan) dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Pendekatan ini melibatkan studi tentang interaksi kompleks antara makhluk hidup dan faktor-faktor lingkungan seperti tanah, udara, air, dan iklim.

Dalam pendekatan ekologi, peneliti atau pengkaji geografi mempelajari bagaimana organisme hidup beradaptasi dengan lingkungan mereka, bagaimana mereka memanfaatkan sumber daya alam, serta bagaimana mereka saling bergantung satu sama lain dalam suatu ekosistem.

Pendekatan ekologi juga melibatkan pemahaman tentang rantai makanan, siklus nutrisi, dan perubahan ekosistem.

Peneliti akan menganalisis bagaimana perubahan lingkungan, seperti deforestasi atau perubahan iklim, dapat mempengaruhi ekosistem dan keberlanjutan kehidupan.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, pendekatan ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya dan bagaimana lingkungan mempengaruhi kehidupan mereka.

Hal ini membantu seorang peneliti dalam memahami bagaimana organisme hidup bertahan hidup dan berkembang dalam lingkungan yang berbeda.

Contoh Pendekatan Ekologi

Pendekatan ekologis dapat digunakan untuk melakukan analisis terhadap fenomena banjir yang sering melanda berbagai wilayah di Indonesia saat musim penghujan datang.

Banjir setiap tahunnya hampir bisa dipastikan terjadi di kawasan perkotaan atau daerah dataran rendah seperti DKI Jakarta, kawasan pantura pulau Jawa, sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan dan beberapa daerah lainnya yang mengalami alih fungsi hutan.

Supaya dapat melakukan analisis terhadap fenomena banjir yang terjadi pada suatu daerah tertentu, implementasi pendekatan ekologis dapat dimulai dengan melakukan pengumpulan data.

Adapun data yang dikumpulkan antara lain adalah bagaimana kondisi fisik suatu daerah yang menjadi penyebab terjadi banjir saat musim penghujan tiba.

Penyebabnya bisa dikarenakan bagaimana topografinya, bagaimana jenis tanahnya, bagaimana keadaan alam di tempat tersebut.

Selain itu bagaimana sikap dan perilaku masyarakat yang tinggal di suatu tempat dalam memperlakukan alam dapat pula dijadikan data apakah perilaku mereka turut menjadi penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah dalam ilmu geografi adalah pendekatan yang mengakui bahwa suatu wilayah geografis merupakan sistem yang kompleks, terdiri dari berbagai elemen yang saling terkait dan saling mempengaruhi.

Pendekatan ini melibatkan studi tentang interaksi antara faktor-faktor fisik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam suatu wilayah.

Dalam pendekatan kompleks wilayah, peneliti atau pengkaji geografi mempelajari bagaimana berbagai faktor ini berinteraksi dan membentuk pola-pola kompleks dalam wilayah tersebut.

Misalnya, bagaimana faktor geografis seperti topografi, iklim, dan sumber daya alam mempengaruhi kegiatan manusia dan perkembangan wilayah.

Pendekatan ini juga melibatkan pemahaman tentang efek domino atau efek jaringan, di mana perubahan dalam satu bagian wilayah dapat mempengaruhi bagian lainnya.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, pendekatan kompleks wilayah memandang suatu wilayah sebagai sistem yang rumit.

Pendekatan ini mempelajari bagaimana berbagai faktor seperti geografi, sosial, ekonomi, dan budaya saling terkait dan berpengaruh satu sama lain dalam wilayah tersebut.

Contoh Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah dapat digunakan untuk melakukan analisis terhadap kelayakan wilayah di Pulau Kalimantan untuk lokasi pemindahan ibu kota negara.

Dalam melakukan analisa dapat menggunakan dua langkah yakni melakukan identifikasi wilayah potensial di Pulau Kalimantan yang memenuhi persyaratan untuk dijadikan tempat berdirinya ibu kota negara yang baru.

Syarat minimum yang harus dipenuhi antara lain kesuburan tanah, tingkat kemiringan lereng, kondisi sumber air, dan lain sebagainya.

Kedua, melakukan identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dapat dibuat suatu rumusan tentang rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam pengembangan kawasan ibu kota negara baru tersebut.

Demikian penjelasan yang dapat diberikan. Semoga penjelasan yang ada dalam artikel ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta