38 Macam Pakaian Adat beserta Nama, Gambar, dan Asalnya di Provinsi Indonesia
Indonesia kaya akan berbagai macam pakaian adat. Di artikel Mamikos ini, ada penjelasan nama, gambar dan asalnya dari provinsi di seluruh Indonesia.
13. Kebaya Sunda (Jawa Barat)

Dari daftar macam pakaian adat Indonesia ada Kebaya Sunda yang wujudnya mungkin tampak sama seperti kebaya dari Jawa Tengah atau Jawa Timur yang sudah kamu kenali.
Hal yang menjadi pembeda dari Kebaya Sunda adalah motifnya yang ada di leher. Warna kebaya Sunda biasanya jauh lebih cerah sementara untuk bawahan akan dipadukan dengan kain jarik.
14. Kesatrian Ageng (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Pakaian adat Yogyakarta jadi macam pakaian adat berikutnya yang Mamikos bahas. Nama busana adat DI. Yogyakarta memiliki nama Kesatriaan Ageng.
Pakaian adat Indonesia satu ini terdiri dari beberapa bagian baju antara lain adalah Surjan sebagai atasan, celana panjang hitam untuk bawahan, kain batik di pinggang yang dililitkan sampai atas lutut dan hiasan kepala.
15. Jawi Jangkep (Jawa Tengah)

Pakaian adat asal Jawa Tengah yang dipakai pada acara resmi adalah pakaian Jawi Jangkep. Baju adat satu ini didominasi oleh warna hitam untuk atasannya dan lazimnya digunakan oleh pria.
Pasangan pakaian ini adalah Kebaya Jawa Tengah yang dikenakan para wanita yang menyertai pasangannya di acara resmi saat mengenakan pakaian Jawi Jangkep.
16. Pesa’an (Jawa Timur)

Seperti yang sudah terbaca dari namanya, pakaian adat Jawa Timur ini asalnya dari Madura. Pesa’an Madura adalah pakaian khas yang dipakai oleh kaum pria.
Busana ini terdiri dari kaus bergaris merah dan putih, baju luar lengan panjang warna hitam, serta celana longgar yang juga berwarna hitam.
17. Payas Agung (Bali)

Payas Agung merupakan pakaian adat Bali yang biasanya dipakai saat pelaksanaan upacara pernikahan atau potong gigi.
Pakaian adat ini mempunyai kesan yang mewah dan spesial, maka tak mengherankan jika Payas Agung tidak dipakai di semua aktivitas.
Selain baju adat Payas Agung, masih ada beberapa baju adat dari Bali lainnya yakni Baju Safari, Payas Madya, Payas Alit, dan Kebaya Bali.
18. Pegon (Nusa Tenggara Barat)

Pakaian adat asal suku sasak ini dikenal sebagai Pegon yang konon mendapat pengaruh dari busana Eropa.
Berbeda dengan pakaian Sasak lain yang terbuat dari kain songket, asal bahan pembuatan busana Pegon menggunakan kain biasa warna gelap, yang juga kemungkinan adalah hasil akulturasi dengan tradisi Jawa.
19. Amarasi (Nusa Tenggara Timur)

Pakaian adat Indonesia asal Provinsi Nusa Tenggara Timur ini memiliki beberapa suku yang masing-masing memiliki pakaian adatnya.
Salah satu suku di NTT adalah Suku Dawan yang mempunyai baju adat bernama Amarasi. Baju adat Amarasi khusus dikenakan pria yang terdiri dari selimut kain tenun ikat dan Baju Bodo.
Selain Amarasi, beberapa baju adat asal NTT lainnya antara lain adalah:
a. Baju adat Suku Rote
Keunikan baju adat ini dapat terlihat dari Ti’i langga yang adalah sebuah topi yang berbentuk seperti topi khas Meksiko, Sombrero, dan terbuat dari daun lontar kering.
b. Pakaian adat Suku Sabu
Pakaian suku Sabu merupakan baju yang dipakai pria berupa kemeja putih berlengan panjang, selendang dan memakai bawahan.
Baju adat NTT suku Sabu khusus wanita adalah Kebaya dan kain tenun.
c. Pakaian adat Suku Helong
Baju adat suku Helong yang dipakai laki-laki adalah selimut besar yang diikat pada bagian pinggang untuk bawahan, Baju Bodo atau kemeja, destar untuk ikat kepala dan habas atau kalung.
Pakaian adat NTT suku Helong yang dipakai perempuan adalah kebaya, kemben, dan perhiasan kepala dengan bentuk bulan sabit.
20. King Bibinge dan King Baba (Kalimantan Barat)

King Baba adalah busana adat untuk laki-laki Suku Dayak yang berada di Kalimantan Barat. Pakaian adat yang dipakai perempuan adalah King Bibinge.
Pakaian adat King Baba memiliki bentuk seperti rompi yang menggunakan kain khas yang terbuat dari kulit kayu kapuo yang dihiasi manik-manik berwarna jingga dan merah.
Pakaian adat King Bibinge terbuat dari bahan yang serupa dan menutupi hingga bagian dada dan pundak.
21. Upak Nyamu (Kalimantan Tengah)

Pakaian Upak Nyamu merupakan busana adat tradisional yang bahannya terbuat dari kulit kayu nyamu yang dipipihkan.
Karena prosesnya tersebut, makanya kulit kayu nyamu ini bisa digunakan sebagai bahan pembuat pakaian dan ewah (cawat).
Busana yang terbuat dari kulit nyamu ini sesekali dibentuk seperti rompi, kadang juga dibentuk baju tanpa lengan.
22. Ta’a dan Sapei Sapaq (Kalimantan Utara)

Pakaian Ta’a adalah pakaian yang dipakai perempuan, sementara Sapei Sapaq adalah pakaian yang dipakai oleh laki-laki.
Pakaian Ta’a berupa kain sarung yang diberi anyaman manik kecil berwarna-warni dan memiliki motif khusus.
Sementara Sapei Sapaq adalah baju berbentuk khusus yang terdapat hiasan manik motif tertentu serta gigi dan taring macan.
23. Bagajah Gamuling Baular Lulut (Kalimantan Selatan)

Bagajah Gamuling Baular Lulut adalah baju adat yang berupa busana pengantin klasik yang sudah berkembang sejak zaman kerajaan Hindu dan berasal dari Kalimantan Selatan.
Nantinya pengantin wanita hanya akan memakai kemben yang disebut Udat.
24. Kustin (Kalimantan Timur)

Kustin adalah pakaian adat asal Kalimantan Timur dari Suku Kutai dan berasal dari bahasa kutai yang artinya adalah busana.
Kustin juga dimaknai sebagai pakaian kebesaran yang bahan dasarnya terbuat dari beludru hitam dan dipakai saat upacara pernikahan masyarakat yang strata ekonominya menengah ke atas.
25. Pattuqduq Towaine (Sulawesi Barat)

Nama pakaian adat Sulawesi Barat dan khususnya berasal dari suku Mandar ini disebut dengan nama Pattuqduq Towaine yang dipakai oleh wanita.
Pattuqduq Towaine ini terdiri dari beberapa komponen antara lain adalah: atasan berupa rawang boko, sarung khas Mandar bernama Lipaq Saqbe untuk bawahan, dilengkapi dengan sarung lainnya yaitu Lipaq Aqdi Diratter Duattdong.
Lalu, untuk aksesorisnya ada beberapa aksesoris yang dikenakan, yakni hiasan kepala, kalung, ikat pinggang disebut dengan kliki dan gelang.
26. Nggembe (Sulawesi Tengah)

Pakaian adat suku Kaili yang dikenakan oleh wanita disebut dengan Nggembe.
Pakaian adat yang dikenakan wanita ini memiliki bentuk unik dan menarik. Umumnya busana yang akan dipakai wanita memiliki beberapa pilihan warna.
Pilihan warnanya antara lain adalah warna merah atau warna kuning yang dikombinasikan dengan corak warna hitam atau cokelat. Model baju ini adalah baju terusan yang longgar serta berlengan pendek.
Terdapat hiasan berupa manik-manik yang semakin mempercantik busana ini. Baju Nggembe ini berbentuk segi empat serta memiliki kerah baju yang bulat.
Bawahan pakaian adat ini disebut Buya Sabe Kumbaja yang berupa rok panjang dan mekar. Bawahan ini terbuat dari sarung yang ditenun dan berasal dari Donggala.
Sarung tenun tersebut nantinya diikatkan pada pinggang wanita, yang sisa ikatannya akan dibiarkan terjuntai sebagai hiasan.
Halaman:


