Advertisement
Source : Canva/Diego Cervo

13 Macam Permainan Tradisional beserta Cara Bermain dan Asal Daerahnya, Seru dan Populer!

Rindu permainan zaman kecil? Yuk, nostalgia dengan berbagai macam permainan tradisional yang super seru berikut ini.

4 November 2025 Lintang Filia

5. Congklak

macam permainan tradisional - congklak
bknpdiperjuangan.id

Permainan congklak punya sejarah panjang di berbagai daerah Indonesia, lho. Di Jawa orang menyebutnya dakon atau dakonan, di Sumatra dikenal dengan nama congkak, sementara di Sulawesi disebut maggaleceng atau nogarata. Walau namanya berbeda-beda, cara memainkannya tetap sama dan selalu menyenangkan.

Alat yang digunakan berupa papan panjang dengan 16 lubang kecil dan dua lubang besar di kedua ujungnya. Setiap lubang diisi biji congklak yang terbuat dari cangkang kerang atau biji-bijian.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang. Pemain yang menang suit berhak jalan lebih dulu, mengambil semua biji dari satu lubang lalu membagikannya satu per satu ke lubang berikutnya searah jarum jam.

Permainan terus berlanjut sampai semua biji berpindah dan tersisa di lubang besar masing-masing. Siapa yang berhasil mengumpulkan biji terbanyak, dialah pemenangnya.

11 Contoh Alat Musik Tradisional dari Jawa Tengah dan Penjelasannya

6. Engklek

macam permainan tradisional - engklek
travelingnuna.wordpress.com

Macam permainan tradisional yang satu ini juga dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah. Di Jawa disebut Ingkling, Riau disebut Setatak, di Jambi dikenal Tejek-tejekan, sementara masyarakat Batak Toba menyebutnya Marsitekka.

Pola dalam permainan terdiri dari sembilan kotak yang disusun menyerupai jalur melengkung. Sebelum mulai, pemain melempar batu kecil ke salah satu kotak, lalu melompat dengan satu kaki mengikuti urutan kotak tanpa menginjak bagian yang ada batunya.

Setelah mencapai akhir, pemain berbalik arah dan kembali ke titik awal. Tantangannya ada pada keseimbangan dan ketepatan saat melompat. Engklek bisa dimainkan sendiri maupun bergantian dengan teman. Jika ada yang kehilangan keseimbangan atau salah pijak, giliran akan berpindah ke pemain berikutnya.

7. Bakiak

macam permainan tradisional - bakiak
indonesiaimages.net

Kalau kamu sering ikut lomba merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, mungkin tidak asing dengan permainan yang satu ini, bukan? Yup, bakiak atau di Jawa sering disebut dengan teklek.

Terompa panjang dari kayu ini dimainkan oleh beberapa orang sekaligus yang berdiri berjejer, masing-masing memasukkan kakinya ke dalam tali atau selop yang terpasang di atas papan. Tantangan utamanya adalah menjaga langkah agar tetap serempak.

Begitu satu orang melangkah terlalu cepat atau lambat, keseimbangan seluruh tim bisa terganggu dan mereka akan terjatuh bersama-sama.

Selain itu, setiap pemain harus belajar menyesuaikan ritme, memahami tempo kelompok, dan mengendalikan diri agar tidak terburu-buru.

8. Layang-Layang

macam permainan tradisional - layang-layang
sukabumiupdate.com

Di Jawa, layang-layang disebut sebagai layangan. Permainan tradisional yang satu ini akan lebih sering ditemui di desa atau wilayah yang masih mempunyai banyak area terbuka seperti, sawah, pantai, atau tanah lapang, nih.

Selain melatih ketelitian dan kesabaran, bermain layang-layang juga menumbuhkan rasa kreatif. Banyak anak membuatnya sendiri dari kertas minyak, bambu tipis, dan tali nilon.

Angin menjadi penggerak utama dalam permainan ini. jika arah dan kekuatannya tepat, layang-layang bisa melayang tinggi dan stabil. Tak jarang juga muncul adu layangan, di mana pemain saling adu keahlian memutus benang lawan dengan benang yang dilapisi gelasan. Seru, menegangkan, tapi tetap mengasyikkan.

Oh, ya, bahkan Jogja International Kite Festival rutin digelar setiap tahun, lho. Tidak hanya layang-layang biasa, berbagai bentuk dan ukuran juga bisa kamu lihat di acara ini.

9. Ular Naga Panjangnya

macam permainan tradisional - ular naga panjangnya
anakbisa.com

Permainan Ular Naga Panjangnya termasuk salah satu macam permainan tradisional Indonesia yang dimainkan di tanah lapang atau halaman sekolah oleh anak-anak dalam jumlah banyak, sekitar enam hingga sepuluh orang.

Dua pemain akan berdiri berhadapan sambil mengangkat tangan membentuk gerbang, sementara pemain lainnya berbaris panjang sambil berpegangan di pinggang teman di depannya membentuk barisan yang tampak seperti ular atau naga yang tengah berkelok.

Sambil berjalan berputar melewati gerbang, semua anak akan menyanyikan lagu “Ular naga panjangnya bukan kepalang…” hingga bait terakhir. Begitu lagu berhenti, gerbang pun “menangkap” salah satu anak di bawahnya.

Anak yang tertangkap kemudian harus memilih salah satu dari dua kubu yang sudah disepakati sebelumnya, misalnya “bulan” atau “matahari”. Permainan ini terus berlanjut hingga semua anak tertangkap dan terbagi menjadi dua kelompok besar.

Di beberapa daerah, permainan ini memiliki sebutan yang berbeda. Anak Betawi di Jakarta menyebutnya Wak Wak Kung, di Bali dikenal dengan Curik-curik, sementara di Sulawesi Utara disebut Slepdur.

Halaman:

Advertisement