Materi Akuntansi Kelas 12 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2

Materi Akuntansi Kelas 12 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 – Ada banyak sekali sub bab dalam materi akuntansi kelas 12 yang harus kamu pelajari.

Materi-materi ini harus dipahami sebelum mengerjakan ujian maupun contoh soal, lho. Jadi, pastikan kamu mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, ya.

Berikut ini adalah beberapa materi akuntansi kelas 12 yang harus kamu pelajari secara seksama.

Prinsip Dasar Akuntansi

Pixabay/@StockSnap

Prinsip Dasar Akuntansi adalah seperangkat aturan, konvensi, dan standar yang digunakan dalam praktik akuntansi untuk memandu penyusunan laporan keuangan yang akurat dan konsisten. 

Prinsip-prinsip ini membentuk dasar kerangka kerja akuntansi yang digunakan oleh para akuntan untuk merekam, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan entitas bisnis. 

Berikut adalah beberapa prinsip dasar akuntansi yang umumnya diterapkan dalam materi akuntansi kelas 12:

Prinsip Entitas

Menyatakan bahwa entitas bisnis harus dipertimbangkan sebagai entitas yang berbeda dari pemiliknya atau entitas bisnis lainnya. 

Ini berarti keuangan perusahaan harus dipisahkan dari keuangan individu pemilik atau pemegang sahamnya.

Prinsip Biaya Historis

Menyatakan bahwa aset harus direkam pada nilai yang dibayarkan untuk mendapatkannya, yang dikenal sebagai biaya historis. 

Ini berarti bahwa aset direkam dengan biaya yang terkait dengan pembelian atau produksinya, bukan dengan nilai pasar saat ini.

Prinsip Kesinambungan Usaha

Mengasumsikan bahwa entitas bisnis akan terus beroperasi dalam jangka waktu yang dapat diprediksi. 

Hal ini memungkinkan entitas bisnis untuk menggunakan metode akuntansi yang konsisten dan menyajikan laporan keuangan dengan asumsi bahwa operasinya akan berlanjut.

Prinsip Periode Akuntansi

Mengasumsikan bahwa aktivitas bisnis dapat dibagi menjadi periode waktu yang disebut periode akuntansi. 

Laporan keuangan disusun untuk setiap periode tersebut, biasanya per tahun, per kuartal, atau per bulan.

Prinsip Kepastian

Menekankan bahwa informasi dalam laporan keuangan harus disajikan dengan jelas, jujur, dan tidak membingungkan. 

Ini membutuhkan pengungkapan penuh dan jujur tentang semua informasi yang relevan bagi pengguna laporan keuangan.

Prinsip Kesesuaian

Memastikan bahwa metode akuntansi yang digunakan harus sesuai dengan situasi spesifik entitas bisnis dan tujuannya. 

Prinsip ini memungkinkan fleksibilitas dalam penerapan metode akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Prinsip Konservatisme

Memerintahkan agar kerugian diakui lebih awal daripada keuntungan, sedangkan aset dan pendapatan tidak diantisipasi sampai benar-benar diakui. 

Ini bertujuan untuk menghindari overstatement (pengungkapan berlebihan) dari kekayaan dan kinerja perusahaan.

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah konsep dasar dalam materi akuntansi yang menyatakan bahwa aset suatu entitas bisnis sama dengan kewajiban plus ekuitas pemilik. 

Persamaan ini dikenal dengan istilah “Persamaan Akuntansi” atau “Persamaan Modal”. 

Dalam bentuk matematis, persamaan dasar akuntansi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik

Di mana:

  • Aset: Nilai total semua sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh entitas bisnis, seperti uang tunai, inventaris, gedung, peralatan, dan lainnya.
  • Kewajiban: Total utang atau kewajiban keuangan yang dimiliki oleh entitas bisnis kepada pihak lain, seperti hutang kepada pemasok atau utang bank.
  • Ekuitas Pemilik: Juga dikenal sebagai modal atau ekuitas bersih, merupakan selisih antara total aset dan total kewajiban. Ini adalah klaim yang dimiliki oleh pemilik atas aset perusahaan setelah semua kewajiban dipenuhi.

Persamaan dasar akuntansi mencerminkan konsep bahwa sumber daya perusahaan dibiayai oleh pemilik (ekuitas) dan kreditur (kewajiban). 

Ini juga menggambarkan bahwa entitas bisnis menggunakan asetnya untuk membiayai operasi dan memenuhi kewajibannya kepada pihak luar.

Selain itu, persamaan dasar akuntansi juga menunjukkan bahwa perubahan dalam aset dan kewajiban dapat mempengaruhi ekuitas pemilik.

Misalnya, jika entitas bisnis mendapatkan laba, ekuitas pemilik akan meningkat, sedangkan jika terjadi kerugian, ekuitas pemilik akan berkurang.

Persamaan dasar akuntansi merupakan dasar dari semua transaksi akuntansi dan digunakan untuk menyusun laporan keuangan, seperti neraca, yang merupakan gambaran posisi keuangan suatu entitas bisnis pada suatu titik waktu tertentu.

Dengan memahami dan menerapkan persamaan dasar akuntansi, pengguna laporan keuangan dapat memahami dengan lebih baik posisi keuangan suatu entitas bisnis.

Siklus Akuntansi pada Perusahaan Jasa

Siklus akuntansi adalah salah satu materi akuntansi kelas 12 yang berarti serangkaian langkah atau proses yang diikuti oleh perusahaan dalam merekam, mengklasifikasikan, dan menyajikan transaksi keuangan mereka. 

Siklus ini melibatkan berbagai kegiatan mulai dari pencatatan transaksi harian hingga penyusunan laporan keuangan akhir. 

Meskipun detailnya dapat bervariasi antara berbagai jenis perusahaan, siklus akuntansi pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah berikut:

Analisis Transaksi

Tahap pertama dalam siklus akuntansi adalah menganalisis transaksi keuangan yang terjadi selama periode tertentu. 

Ini melibatkan identifikasi transaksi apa yang terjadi, kapan transaksi itu terjadi, dan bagaimana transaksi tersebut mempengaruhi keuangan perusahaan.

Pencatatan Transaksi

Setelah transaksi diidentifikasi dan dianalisis, langkah berikutnya adalah mencatatnya dalam jurnal. 

Jurnal adalah buku catatan yang digunakan untuk mencatat transaksi secara kronologis. 

Dalam perusahaan jasa, transaksi dapat mencakup pembayaran tunai dari klien, penerimaan tagihan, pembelian peralatan atau kebutuhan operasional lainnya, dan lain sebagainya.

Posting ke Buku Besar

Setelah transaksi dicatat dalam jurnal, informasi dari jurnal dipindahkan ke buku besar. 

Buku besar adalah daftar akun-akun yang mencatat semua transaksi perusahaan dalam kategori yang sesuai, seperti aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan biaya. Proses ini disebut posting.

Penyesuaian

Seiring berjalannya waktu, beberapa transaksi mungkin memerlukan penyesuaian agar laporan keuangan mencerminkan posisi keuangan yang akurat.

Contoh penyesuaian yang umum dalam perusahaan jasa adalah pencatatan pendapatan yang belum terbayar, penyusutan aset tetap, atau pengakuan biaya yang belum dibayar.

Penyusunan Laporan Keuangan

Setelah semua transaksi telah dicatat dan disesuaikan, langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan.

Laporan keuangan yang umum disusun oleh perusahaan jasa meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu, sementara laporan laba rugi memberikan gambaran tentang performa keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu.

Analisis dan Interpretasi

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah menganalisis dan menginterpretasikan laporan keuangan yang disusun.

Ini membantu manajemen dan pemangku kepentingan lainnya dalam memahami kinerja keuangan perusahaan serta membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi keuangan yang tersedia.

Siklus Akuntansi pada Perusahaan Barang

Siklus akuntansi pada perusahaan barang mirip dengan siklus akuntansi pada perusahaan jasa dalam banyak hal, tetapi ada beberapa perbedaan yang berkaitan dengan transaksi yang melibatkan barang dagangan. 

Berikut adalah penjelasan tentang siklus akuntansi pada perusahaan barang dalam materi akuntansi kelas 12:

Analisis Transaksi

Proses ini dimulai dengan menganalisis transaksi keuangan yang terjadi. Namun, dalam perusahaan barang, transaksi biasanya melibatkan pembelian dan penjualan barang dagangan.

Analisis harus memperhitungkan jumlah barang yang dibeli atau dijual, harga per unit, dan nilai total transaksi.

Pencatatan Transaksi

Setelah transaksi dianalisis, langkah berikutnya adalah mencatatnya dalam jurnal. 

Transaksi pembelian barang dicatat dalam jurnal pembelian, sedangkan transaksi penjualan barang dicatat dalam jurnal penjualan.

Informasi yang dicatat termasuk jumlah barang yang dibeli atau dijual, harga per unit, nilai total transaksi, dan informasi lain yang relevan.

Posting ke Buku Besar

Informasi dari jurnal kemudian dipindahkan ke buku besar.

Akun-akun yang terlibat dalam transaksi pembelian dan penjualan barang, seperti persediaan barang dagangan, akun utang, akun piutang, dan pendapatan penjualan, akan diposting sesuai dengan transaksi yang terjadi.

Penyesuaian

Proses penyesuaian dalam perusahaan barang seringkali melibatkan pencatatan nilai persediaan barang dagangan. 

Ini dapat mencakup penyesuaian untuk depresiasi persediaan, pengakuan barang rusak atau usang, atau penyesuaian nilai persediaan berdasarkan metode penilaian yang dipilih oleh perusahaan, seperti metode FIFO (First In, First Out) atau LIFO (Last In, First Out).

Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan barang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. 

Neraca mencerminkan nilai persediaan barang dagangan pada akhir periode akuntansi, sementara laporan laba rugi mencatat pendapatan dari penjualan barang dagangan dan biaya yang terkait dengan kegiatan operasional.

Analisis dan Interpretasi

Seperti dalam perusahaan jasa, langkah terakhir dalam siklus akuntansi pada perusahaan barang adalah menganalisis dan menginterpretasikan laporan keuangan yang disusun.

Analisis ini membantu manajemen dalam memahami kinerja keuangan perusahaan dan membuat keputusan bisnis yang tepat berdasarkan informasi keuangan yang tersedia.

Penutupan Siklus Akuntansi

Penutupan Siklus Akuntansi adalah langkah terakhir dalam siklus akuntansi yang dilakukan pada akhir periode akuntansi, biasanya setiap akhir periode laporan keuangan seperti bulan atau tahun buku. 

Tujuan utama dari penutupan siklus akuntansi adalah untuk menutup semua akun pendapatan, biaya, dan dividen sehingga persiapan laporan keuangan bisa dimulai pada periode berikutnya dengan akun-akun yang bersih dan siap digunakan.

Berikut adalah langkah-langkah yang terlibat dalam proses penutupan siklus akuntansi:

1. Menghitung Pendapatan Bersih

Pertama, pendapatan bersih harus dihitung dengan mengurangkan seluruh biaya dari pendapatan total. Ini menghasilkan laba bersih perusahaan pada periode tersebut.

2. Menutup Akun Pendapatan

Setelah laba bersih dihitung, semua akun pendapatan harus ditutup. Ini dilakukan dengan mentransfer saldo akun-akun pendapatan ke akun laba ditahan atau modal pemilik. Ini disebut penutupan akun pendapatan.

3. Menutup Akun Biaya

Selanjutnya, semua akun biaya harus ditutup. Ini dilakukan dengan mentransfer saldo akun-akun biaya ke akun laba ditahan atau modal pemilik. Ini disebut penutupan akun biaya.

4. Menutup Dividen

Jika perusahaan mengeluarkan dividen kepada pemegang saham, saldo akun dividen juga harus ditutup. 

Ini dilakukan dengan mentransfer saldo akun dividen ke akun laba ditahan atau modal pemilik.

5. Menyeimbangkan Laba Ditahan atau Modal Pemilik

Setelah semua akun pendapatan, biaya, dan dividen ditutup, saldo akun laba ditahan atau modal pemilik harus disesuaikan agar mencerminkan laba bersih perusahaan pada periode tersebut.

6. Persiapan Laporan Keuangan

Setelah penutupan selesai, perusahaan siap untuk menyusun laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas untuk periode tersebut. 

Laporan-laporan ini memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu.

Penutup

Materi akuntansi kelas 12 di atas telah Mamikos sesuaikan dengan kurikulum.

Meski begitu, kamu juga bisa mencoba untuk membandingkannya dengan materi dari sumber lainnya, ya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta