Materi Kepramukaan untuk Penggalang Lengkap, dari Prinsip Dasar hingga Keterampilan dan Kegiatan
Bagi kamu yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka untuk tingkatan penggalang. Dalam artikel ini Mamikos akan membagikan materi kepramukaan untuk penggalang secara lengkap yang dapat kamu pelajari. Baca, yuk!
2. Pengetahuan Umum Kepramukaan
Anggota Pramuka penggalang juga akan diajarkan materi terkait pengetahuan umum terhadap kepramukaan mulai dari sejarah, kode kehormatan, hingga lambang gerakan Pramuka.
Sejarah Pramuka di Indonesia dan Dunia
Gerakan Pramuka yang kita kenal sekarang memiliki sejarah yang sangat panjang. Gerakan ini dimulai sejak awal abad ke-20 di Inggris dan terus berkembang sampai saat ini sebagai organisasi nonformal di berbagai belahan dunia, tak terkecuali dengan Indonesia.
Awal mulanya, gerakan Pramuka dimulai pada tahun 1907 oleh bapak Pramuka itu sendiri yaitu Lord Robert Baden Powell. Ia mengadakan sebuah perkemahan pertama yang berlokasi di Pulau Brownsea, Inggris, yang diikuti oleh 22 anak laki-laki.
Kegiatan tersebut kemudian menjadi cikal bakal atau awal mula gerakan kepanduan dunia atau Pramuka. Dimana pada tahun 1908, Baden Powell kemudian menerbitkan sebuah buku dengan judul “Scouting for Boys”. Buku tersebut menjadi panduan untuk gerakan Pramuka.
Kemudian, pada tahun 1920, dilaksanakanlah Jambore pertama dunia, yang berlangsung di Kota London, Inggris. Di kegiatan ini, Baden Powell, diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia.
Setelah itu, gerakan Pramuka kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk negara Indonesia. Gerakan Pramuka menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan karakter dan keterampilan para generasi muda.
Dimana di Indonesia, gerakan Pramuka pertama kali dikenalkan kepada masyarakat pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.
Organisasi Pramuka atau kepanduan yang pertama kali didirikan di Indonesia yaitu Nederlandsch Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) di tahun 1912.
Sayangnya, organisasi tersebut hanya diperuntukan terhadap anak-anak kolonial Belanda atau kalangan elite pribumi saja.
Namun, seiring berjalannya waktu dan semangat nasionalisme masyarakat yang semakin tumbuh. Munculah berbagai organisasi kepanduan masyarakat Indonesia, salah satunya pada tahun 1916 yaitu Javaansche Padvinders Organisatie (JPO).
Setelah negara Indonesia merdeka, gerakan Pramuka kemudian semakin berkembang, gerakan ini resmi diakui sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah secara resmi pada tahun 1961.
Di Indonesia, gerakan Pramuka memiliki beberapa tingkatan mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Tingkatan tersebut disesuaikan dengan kelompok usia.
Kode Kehormatan Pramuka
Di Indonesia, gerakan Pramuka memiliki kode kehormatannya sendiri yaitu Tri Satya dan Dasa Darma.
Setiap anggota Pramuka penggalang ataupun yang lainnya wajib mengetahui dan memenuhi setiap poin yang tercantum dalam kedua kode kehormatan Pramuka tersebut.
Adapun bunyi dari kode kehormatan Tri Satya dan Dasa Darma adalah sebagai berikut:
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
- Menepati dasa darma.
Dasa Darma
Pramuka itu:
- Taqwa Kepada Tuhan Yang maha Esa.
- Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia.
- Patriot yang sopan dan kesatria.
- Patuh dan suka bermusyawarah.
- Rela menolong dan tabah.
- Rajin, trampil dan gembira.
- Hemat, cermat dan bersahaja.
- Disiplin, berani dan setia.
- Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
- Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Lambang Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka di Indonesia memiliki motto yang berbunyi “Satyaku Kudarmakan, Darmakiu Kubatinkan”.
Kemudian, gerakan Pramuka di Indonesia juga memiliki logo atau lambang berbentuk tunas kelapa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII PAsal 120.
Adapun sosok yang menciptakan lambang tersebut adalah Sunardjo Atmodipuro, ia merupakan salah satu pahlawan Indonesia sekaligus seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang lahir di Blora, 29 Februari 1903.
Halaman:
