Materi Kuliah Biostatistik, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Pengertiannya
Biostatistika merupakan pengembangan dan penerapan penalaran dan metode statistik dalam menangani, menganalisis, dan memecahkan masalah di bidang kesehatan masyaraka, kesehatan, dan penelitian biomedis, klinis dan berbasis populasi.
1. Dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, biostatistik memiliki peranan sebagai penyedia bahan-bahan atau keterangan-keterangan berbagai hal untuk diolah dan ditafsirkan.
Seperti mengukur peristiwa penting dalam masyarakat, antara lain mengukur status kesehatan, mengetahui masalah kesehatan yang terdapat pada berbagai kelompok masyarakat.
Membandingkan status kesehatan masyarakat di suatu tempat dengan yang lainnya, ataupun trend perbandingan kesehatan dari waktu ke waktu.
Kamu juga bisa memerlukan aplikasi biostatistik untuk keperluan perencanaan untuk mengestimasikan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, serta menemukan target pencapaian tujuan program kesehatan.
2. Dalam penelitian ilmiah
Dalam penelitian ilmiah, biostatistik memiliki peranan sebagai penyedia alat untuk mengemukakan atau menemukan kembali keterangan-keterangan yang seolah-olah tersembunyi dalam angka-angka statistik.
3. Dalam ilmu pengetahuan
Dalam ilmu pengetahuan, biostatistik memiliki peranan sebagai peralatan analisis dan interpretasi dari data kuantitatif ilmu pengetahuan, sehingga didapatkan suatu kesimpulan dari data-data tersebut.
Fungsi Biostatistik
Setelah melihat peranan dan perlunya mempelajari biostatistik, kamu juga perlu mengetahui beberapa fungsi biostatistik dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi biostatistik itu sendiri antara lain:
1. Sebagai bank data
Biostatistik menyediakan data untuk diolah dan diinterpretasikan agar dapat dipakai untuk menerangkan keadaan yang perlu diketahui atau diungkap dalam kesehatan masyarakat.
2. Sebagai Alat quality control
Biostatistik sebagai alat pembantu standardisasi dan sekaligus sebagai alat pengawasan pada program-program kesehatan masyarakat.
3. Sebagai alat analisis
Biostatistik merupakan suatu metode penganalisisan data pada penelitian kesehatan.
4. Sebagai alat pemecahan masalah dan pembuat keputusan
Biostatistik sebagai dasar penetapan kebijakan dan langkah lebih lanjut untuk mempertahankan, mengembangkan perusahaan dalam perolehan keuntungan pada berbagai kebijakan di bidang kesehatan.
Ruang Lingkup Biostatistik
Melakukan dan menafsirkan aplikasi biostatistik dengan tepat memerlukan perhatian pada sejumlah isu penting. Hal ini termasuk, namun tidak terbatas pada hal-hal berikut:
- Mendefinisikan dengan jelas tujuan atau pertanyaan penelitian
- Memilih desain penelitian yang sesuai, yakni cara pengumpulan data
- Memilih sampel yang representatif dan memastikan bahwa sampel mempunyai ukuran yang cukup
- Mengumpulkan dan menganalisis data dengan cermat
- Menghasilkan ukuran dampak atau keterkaitan yang tepat
- Mengukur ketidakpastian
- Akuntansi yang tepat untuk hubungan antar karakteristik
- Membatasi kesimpulan pada populasi yang sesuai
Jenis-jenis Biostatistik
Biostatistik dapat dibedakan menjadi dua jenis, antara lain:
1. Biostatistik deskriptif
Biostatistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisa suatu data dari hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (generalisasi).
Jenis biostatistik ini hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena.
Dengan kata lain, biostatistik deskriptif hanya berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan.
Berikut ini contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan biostatistik deskriptif:
- Proporsi kejadian sakit TB pada anak sekolah dasar dengan mantoux (+) di 3 daerah Sumatera Barat tahun YYYY yaitu Padang, Pasaman dan Bukit Tinggi adalah sebesar 31%.
- Hasil penelitian Survey Kesehatan di Propinsi XXX tahun YYYY Persentase masyarakat merasakan adanya penyakit mata sebesar 37% dalam 2 tahun terakhir. Jenis keluhan tentang penyakit mata yang dirasakan adalah sebagian besar keluhan kelainan refraksi yaitu rabun dekat/jauh sebesar 54.5% selanjutnya karena Keratitis 30% dan katarak sebesar 22.9%.
Halaman:


