Jenis-jenis Statistika Beserta Penjelasan dan Contohnya, Materi SMA Kelas 12

Jenis-jenis Statistika beserta Penjelasan dan Contohnya, Materi SMA Kelas 12 – Ketika duduk di bangku kelas 12, kamu akan diajak untuk mengenal dan memahami lebih jauh lagi seputar Statistika.

Dikenal sebagai ilmu yang mempelajari kumpulan data yang tersusun lebih dari satu angka, statistika terbagi menjadi dua jenis.

Agar kamu dapat lebih mudah memahami jenis-jenis statistika ini, yuk informasi lengkapnya di bawah ini.

Jenis-jenis Statistika lengkap dengan Penjelasan dan Contoh

unsplash.com/mjessier

Ketika mendengar kata “statistika”, kira-kira apa yang terbesit di benak kamu? Apakah berupa sekumpulan angka dengan grafik tabel, grafik polygon, dan grafik diagram lingkaran?

Nah, statistika dapat didefisikan sebagai angka yang digunakan untuk menjelaskan, menganalisa, mengolah, dan menafsirkan data yang terdiri dari angka-angka. 

Ilmu statistika telah menjadi bagian dari ilmu pengetahuan yang nyatanya tidak akan jauh-jauh dari adanya sekumpulan angka beserta beberapa grafik sebagai penggambaran jelasnya.

Banyak yang mungkin belum mengetahui bahwa statistika sudah ada sebelum abad ke-18, lho.

Dalam penerapannya, statistika dibagi menjadi dua jenis, yakni deskriptif dan inferensia. Untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkapnya bisa kamu simak berikut ini.

Apa
yang dimaksud dengan Statistika?

Sebelum kita membahas lebih jauh seputar jenis-jenis statistika, ada baiknya jika kamu memahami terlebih dahulu pengertian dari statistika itu sendiri.

Statistika merupakan metode ilmiah untuk mengelola data berdasarkan angka dan menginterpretasikannya.

Istilah statistika (statistics) sendiri pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-19 oleh Sir John Sinclair.

Pada periode waktu tersebut, statistika akhirnya mulai banyak dikenal sebagai salah satu cabang ilmu matematika yang banyak menggunakan peluang.

Seiring berjalannya waktu, istilah statistika pun menjadi lebih luas yaitu merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana mengumpulkan data, meringkas data yang telah diperoleh;

Menyajikannya, menganalisisnya, dan mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis data tersebut. Singkatnya, statistika merupakan ilmu yang berhubungan dengan data.

Merujuk
pada buku Dasar-Dasar Statistika karya Marianne Reynelda Mamondol, statistika didefinisikan
sebagai seperangkat metode yang kerap digunakan untuk membahas tentang
cara-cara berikut:

  • Mengumpulkan data-data yang dapat memberikan informasi yang optimal. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara: mencatat secara langsung, mencatat sebagian atau keseluruhan, membuat angket atau daftar pertanyaan (kuesioner) untuk diisi oleh responden penelitian.
  • Meringkas, mengolah, dan menyajikan data. Data-data yang telah terkumpul selanjutnya dipresentasikan ke dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram untuk kemudahan pemahaman dan perolehan informasi-informasi penting dari data tersebut.
  • Melakukan analisis terhadap sekumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik analisis yang tepat untuk pembuktian hipotesis (dugaan sementara) dan pengambilan kesimpulan mengenai data.
  • Mengambil kesimpulan dan menyarankan keputusan yang sebaiknya diambil berdasarkan hasil analisis data. Pengambilan kesimpulan berhubungan dengan menolak atau menerima suatu hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
  • Menentukan besarnya risiko kekeliruan yang mungkin terjadi jika kita mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis data.

Jenis-jenis
Statistika

Dalam penerapannya, Jenis-jenis statistika terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

1.
Statistika deskriptif

Statistika deskriptif (descriptive statistics) merupakan metode dalam statistika untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, meringkas, menginterpretasikan, dan menyajikan data secara deskriptif atau eksplanasi.

Jenis statistika yang satu ini berfungsi untuk menggambarkan karakteristik suatu sampel data, namun tidak menarik kesimpulan atau probabilitas dari data tersebut.

Biasanya, proses penggambaran atau penginterpretasian data dalam statistika deskriptif diuraikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi, atau diagram.

Nah, statistika deskriptif ini memudahkan analyst dalam menyampaikan informasi tentang kumpulan data yang tadinya sulit dipahami.

Umumnya terdapat tiga model penyajian data dalam statistika deskriptif, antara lain:

a)
Distribusi Frekuensi

Distribusi adalah metode untuk menunjukkan frekuensi atau banyaknya objek di setiap kelas.

Tujuan distribusi sendiri adalah untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang kumpulan data yang tidak bisa diperoleh secara cepat hanya dengan melihat data asli.

Biasanya, distribusi ditampilkan dengan grafik atau tabel. Peneliti pun nantinya dapat meringkas frekuensi dari suatu variabel dalam bentuk angka atau persentase.

b)
Tendensi Sentral

Tendensi sentral berfokus pada nilai rata-rata dari kumpulan data. Seorang peneliti bisa menggunakan tendensi sentral untuk merangkum dan mendeskripsikan kelompok variabel.

Jenis statistika deskriptif yang satu ini merujuk pada kecenderungan letak pusat data.

Tendensi sentral menggunakan tiga metode untuk mencari hasil, yakni mean, median, dan modus. Mean merupakan metode untuk menemukan angka rata-rata dari suatu kumpulan data.

Sedangkan, median adalah nilai yang berada tepat di tengah kumpulan data dan modus merupakan nilai yang berada tepat di tengah kumpulan data.

Angka yang nilainya memiliki frekuensinya paling banyak atau paling sering muncul.

c)
Variabilitas

Variabilitas berguna untuk menganalisis bagaimana persebaran distribusi dalam suatu kumpulan data. Terdapat tiga aspek dalam variabilitas, yakni range, standard deviation, dan variance.

Range dapat memberikan gambaran tentang jarak antara nilai terbesar dengan nilai terkecil dalam kumpulan data.

Sedangkan, standard deviation adalah nilai yang berfungi menentukan persebaran data dalam suatu sampel.

Dan terakhir, variance mencerminkan tingkat penyebaran yang ada di kumpulan data. Semakin data tersebar, semakin besar variasinya.

Contoh
statistika deskriptif

Berikut
ini adalah contoh penerapan statistika deskriptif.

Perusahaan startup menyebar survei untuk mengetahui kepuasan pelanggan terhadap layanannya pada bulan Januari 2023.

Survei dilakukan dengan menggunakan rentang angka 1 sampai 5.

1:
sangat tidak puas

2:
kurang puas

3:
cukup puas

4:
puas

5:
sangat puas

Dari survei yang sudah dilakukan selama 14 hari, terkumpul 650 respons pelanggan. Kemudian, tim analyst ingin tahu berapa rata-rata nilai yang diberikan oleh pelanggan.

Analis mengukurnya menggunakan metode mean dengan hasil rata-rata jawaban responden berada di angka 3 yang berarti cukup puas.

2.
Statistika inferensial

Jenis-jenis Statistika berikutnya. Statistika inferensial (inferential statistics) adalah bagian dari statistika yang membahas cara-cara menganalisis data, menarik kesimpulan, dan menentukan besarnya kekeliruan akibat pengambilan suatu keputusan. S

ingkatnya, jenis statistika yang satu ini berhubungan dengan pemodelan data dan pengambilan kesimpulan berdasarkan hasil analisis data.

Kesimpulan yang ditarik di sini terkait dengan menolak atau menerima hipotesis yang diuji dalam analisis data.

Fungsi jenis statistika ini adalah untuk memprediksi serta mengendalikan seluruh populasi dengan berdasarkan data, gejala, dan peristiwa yang terdapat proses penelitian.

Nah, fungsi ini akan dimulai dengan membuat suatu estimasi dan hipotesis terlebih dahulu.

Sering disebut dengan statistika induktif, statistika inferensial menarik kesimpulan pada keseluruhan data (populasi) didasarkan pada informasi dari sebagian data saja (sampel).

Hal ini bisa juga disebut sebagai proses generalisasi, yakni penarikan kesimpulan secara umum mengenai populasi berdasarkan informasi parsial yang diperoleh dari sebagian anggota populasi (sampel).

Statistika inferensial terbagi lagi menjadi dua kelompok, yakni:

a)
Statistika parametrik (parametric statistics)

Statistika parametrik adalah bagian dari statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai-nilai para meter populasi.

Jenis statistika ini digunakan untuk menganalisis data yang minimal memiliki skala ukur interval dan bentuknya berdistribusi normal.

Contoh alat-alat analisis dalam statistika parametrik adalah uji t, uji regresi, uji Korelasi Pearson Product, dan analisis ragam atau analisis varians (Anova/Analysis of Variance).

b).
Statistika non parametrik (non parametric statistics)

Statistika non parametrik merupakan bagian dari statistika inferensial yang tidak memperhatikan nilai-nilai parameter populasi.

Jenis statistika ini digunakan untuk menganalisis data yang berskala ukur nominal atau ordinal dan bentuk data tidak berdistribusi normal.

Contoh alat-alat analisis dalam statistika non parametrik antara lain ada uji Run, uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney, uji Friedman, uji Kruskal Wallis, uji Chi Kuadrat, uji McNemar, uji Koefisien Kontingensi, dan uji Korelasi Spearman Rank.

Sebenarnya, penggunaan statistika parametrik dan non parametrik tergantung pada asumsi dan jenis data yang di analisis.

Statistika prametik membutuhkan terpenuhinya banyak asumis. Dimana asumsi yang utama merupakan data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal.

Statistika non parametrik memiliki kekuatan yang lebih dibanding statistik parametik, jika asumsi yang melandasi dapat terpenuhi.

Penggunaan kedua jenis statistik inferensial tersebut juga bergantung pada jenis data yang dianalisis.

Kebanyakan, statistika parametik digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio dan statistika non parametik digunakan untuk menganalisis data nominal, ordinal.

Contoh
statistika inferensial

Dalam
catatan kelulusan SMA Kurnia Asih yang dilaksanakan dalam kurun waktu lima
tahun terakhir menunjukkan ada sekitar 72% di antara siswa yang lulus dengan
nilai yang memuaskan. Nilai numerik 72% tersebut adalah bentuk dari sebuah
statistika deskriptif.

Berlandaskan dari data tersebut, kemudian seorang siswa dapat menyimpulkan peluang dirinya dapat lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Nilai tersebut adalah lebih dari 70%.

Nah, siswa tersebut secara tidak langsung sudah melakukan statistika inferensial yang bersifat yang tidak pasti.

Itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait jenis-jenis statistika lengkap dengan penjelasan dan contohnya.

Semoga informasi di atas dapat berguna dan menambah wawasan kalian semua, ya! Jika kamu ingin mencari materi mata pelajaran lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta