Materi PKN Kelas 2 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Lengkap
Pendidikan Pancasila atau PKN memang sudah menjadi salah satu pelajaran wajib di Indonesia. Dikarenakan wajib, mata pelajaran satu ini sudah diajarkan pada tingkat Sekolah Dasar (SD).
2. Kaki Burung Garuda
Di bagian kaki burung Garuda, terdapat sebuah pita putih yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu. Slogan ini diambil dari buku Sutasoma karangan Mpu Tantular.
Hingga kini, slogan Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki keragaman suku, budaya, agama, dan latar belakang.
3. Warna Emas
Burung Garuda dalam Pancasila memiliki warna kuning keemasan yang melambangkan keagungan. Artinya, bangsa Indonesia akan selalu menjunjung tinggi martabat negara yang bersifat luhur.
4. Jumlah Bulu
Jumlah bulu di setiap bagian burung Garuda tentu saja berbeda-beda. Di bagian sayap kanan dan kiri terdapat 17 helai yang melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Sementara, di bagian leher, terdapat 45 helai bulu yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia. Lalu, di bagian pangkal ekor, terdapat 19 helai bulu yang juga menjadi tahun kemerdekaan.
Adapun di bagian ekor, terdapat 8 helai bulu yang menunjukkan bulan kemerdekaan Indonesia.
5. Perisai Pancasila
Lambang yang terakhir adalah perisai yang memiliki arti perjuangan dan perlindungan. Setiap perisai Pancasila melambangkan sila ke-1 hingga ke-5.
Di mana lambang sila 1 adalah bintang, sila 2 adalah rantai, sila 3 adalah pohon beringin, sila 4 adalah kepala banteng, serta sila 5 adalah padi dan kapas.
Sila-sila dalam Pancasila
Pancasila memiliki arti panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia digunakan sebagai dasar untuk mengatur kehidupan bernegara, atau dalam mengatur pemerintahan.
Berikut adalah bunyi lima sila dalam Pancasila:
Sila kesatu: “Ketuhanan Yang Maha Esa” (lambangnya: Bintang)
Sila kedua: “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” (lambangnya: Rantai)
Sila ketiga: “Persatuan Indonesia” (lambangnya: Pohon beringin)
Sila keempat: “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan
Perwakilan” (lambangnya: Kepala banteng)
Sila kelima: “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” (lambangnya: Kapas dan padi)
Arti dan Makna Lambang Pancasila
Berikut adalah makna dari lima simbol sila Pancasila:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Berlambang bintang. Artinya, masyarakat Indonesia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Berlambang rantai. Artinya, masyarakat Indonesia menerapkan nilai-nilai kemanusiaan.
3. Persatuan Indonesia
Berlambang pohon beringin. Artinya, masyarakat Indonesia mengutamakan persatuan dan kesatuan.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Berlambang kepala banteng. Artinya, bermusyawarah dalam mengambil keputusan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Berlambang kapas dan padi. Artinya, masyarakat Indonesia mendapat perlakuan adil.
Mengenal Perumus Pancasila
Pancasila terbentuk dengan berbagai macam usaha tokoh kemerdekaan Indonesia yang memakan waktu yang cukup lama. Terdapat 9 tokoh perumus Pancasila, antara lain:
1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno merupakan Presiden pertama Indonesia. Beliau adalah ketua panitia sembilan. Sebagai ketua dan presiden, beliau berperan dalam memberikan berbagai usulan dasar negara.
2. Mohammad Hatta
Mohammad Hatta adalah wakil presiden dan wakil ketua yang mendampingi Soekarno. Hatta menjadi salah seorang tokoh yang berperan penting dalam pembentukan dasar negara.
3. K. H. A. Wahid Hasyim
K. H. A. Wahid Hasyim adalah tokoh dari NU atau Nahdlatul Ulama yang terkenal sangat cerdas. Beliau juga dikenal karena memiliki kesadaran politik yang tinggi.
4. Kahar Muzakir
Kahar Muzakir adalah salah satu tokoh pendidik di panitia sembilan. Peran Kahar Muzakir membuat usaha kemerdekaan Indonesia diketahui oleh bangsa-bangsa lain, khususnya di Timur Tengah.
5. A. A. Maramis
A. A. Maramis merupakan golongan nasionalis yang mengusulkan perubahan di butir pertama Pancasila. Beliau juga berperan dalam proses pembentukan UUD.
6. Abikusno Tjokrosujoso
Abikusno Tjokrosujoso adalah pemimpin pertama dari PSII atau Partai Sarekat Islam Indonesia. Beliau membantu perumusan Pancasila dan merancang pembukaan UUD 1945.
Halaman:

