Advertisement
Source : freepik.com/Freepik

Membayar Fidyah Puasa Ramadan dengan Uang Berapa Rupiah? Ini Perhitungan dan Contohnya

Membayar fidyah hukumnya adalah wajib bagi orang-orang yang memenuhi kriteria tertentu sebagai pengganti atas ibadah puasa Ramadan yang ditinggalkan.

5 Januari 2026 Nana

2. Orang Sakit Parah yang Kemungkinan Sembuhnya Kecil

Orang yang tengah menderita sakit kronis atau menahun (misalnya penyakit yang membutuhkan konsumsi obat terus-menerus atau kondisi fisik yang sangat lemah) dan menurut keterangan dokter kecil kemungkinan untuk sembuh total dianjurkan untuk membayar fidyah tanpa harus mengqadha puasanya.

3. Ibu Hamil atau Menyusui (Kondisi Khusus)

Golongan berikutnya yang harus membayar fidyah puasa ramadan dengan uang adalah golongan ibu hamil dan menyusui, tapi tetap dengan pertimbangan kondisi tertentu.

Menurut Mazhab Syafi’i, ada dua kondisi untuk golongan ini yaitu:

  • Wajib Qadha Saja: Jika ibu tidak puasa karena khawatir akan kesehatan dirinya sendiri.
  • Wajib Qadha + Bayar Fidyah: Jika ibu tidak puasa karena khawatir akan kesehatan janin atau bayinya (misalnya takut ASI tidak keluar/seret atau janin akan kekurangan nutrisi).

Silakan diikuti berdasarkan pandangan mazhab yang diyakini dan tidak ada keraguan di dalamnya.

4. Orang yang Menunda Qadha Puasa hingga Ramadan Berikutnya

  • Golongan berikutnya yang perlu membayar fidyah puasa Ramadan dengan uang adalah orang-orang yang menunda qada puasanya hingga Ramadan mendatang.
  • Seseorang yang memiliki utang puasa di tahun lalu, sebenarnya mampu menggantinya, namun ia menunda-nunda tanpa alasan syar’i (seperti sengaja atau lalai) hingga masuk bulan Ramadan tahun berikutnya diharuskan membayarkan fidyah.

Konsekuensinya ia juga tetap wajib untuk mengqadha puasanya DAN membayar fidyah sebagai denda atas keterlambatan tersebut.

5. Orang yang Meninggal Dunia (Diwakilkan Ahli Waris)

Jika seseorang meninggal dunia dan diketahui masih memiliki utang puasa (terutama jika ia masih punya kesempatan untuk mengqadha tapi belum dilakukannya), maka ahli warisnya wajib untuk membayarkan fidyah atas nama almarhum/almarhumah menggunakan harta peninggalannya.

Siapa Saja yang TIDAK Boleh Membayar Fidyah?

Selain informasi membayar fidyah puasa Ramadan dengan uang di atas, tak lupa Mamikos juga beri ringkasan siapa saja yang tidak diperbolehkan membayar fidyah.

Penting juga untuk diingat bahwa fidyah bukan jalan pintas bagi orang sehat. Golongan berikut ini wajib untuk mengganti dengan puasa (qadha) dan tidak sah hukumnya jika hanya membayar fidyah saja.

Golongan yang tidak boleh membayar fidyah tersebut antara lain:

  1. Orang yang sedang sakit biasa (maag, flu, demam) yang bisa segera sembuh.
  2. Musafir (orang yang sedang dalam perjalanan jauh).
  3. Wanita yang sedang haid atau nifas.
  4. Orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa uzur.

Penutup

Menunaikan dan membayar fidyah bukan sekadar menggugurkan kewajiban finansial, melainkan bentuk ketaatan dan rasa syukur atas kemudahan yang diberikan Allah SWT bagi mereka yang memiliki uzur syar’i. πŸ΄πŸŽ‡

Dengan menghitung nominal fidyah secara tepat dan menyalurkannya kepada fakir miskin yang berhak, kamu telah membantu meringankan beban sesama sekaligus menyempurnakan ibadah di bulan suci Ramadan.

Mari segera tuntaskan kewajiban tersebut melalui lembaga resmi atau penyaluran langsung agar keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Referensi:


Halaman:

Advertisement