MPLS Ramah 2026: Materi, Aturan Terbaru, dan Lama Pelaksanaannya
MPLS Ramah 2026 dirancang sebagai fase awal bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan iklim institusi pendidikan.
- Tujuan dan jadwal: MPLS Ramah 2026 bertujuan membantu murid baru beradaptasi, mengenali potensi diri, lingkungan sekolah, warga sekolah, dan kurikulum; pelaksanaan nasional dijadwalkan 13–17 Juli 2026 (durasi standar 5 hari, dapat disesuaikan untuk sekolah tertentu).
- Materi utama: pembiasaan nilai dan karakter (Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Budaya 5S), literasi dan etika digital, Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), serta Gerakan Rukun Sama Teman untuk membangun hubungan inklusif dan mencegah kekerasan.
- Aturan penting: seragam/atribut harus tidak membebani biaya; dilarang perpeloncoan, perundungan, pungutan yang tidak sesuai, tugas di luar tujuan MPLS, serta pelibatan alumni atau murid tak memenuhi syarat sebagai penyelenggara.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengingatkan seluruh satuan pendidikan untuk menyiapkan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang disesuaikan dengan usia murid baru.
Penyesuaian ini dipandang sangat penting guna mempercepat proses adaptasi murid ketika memasuki lingkungan sekolah yang baru.
Nah, dalam artikel ini kamu bisa temukan ulasan lengkap seputar MPLS Ramah 2026, mulai dari materi hingga lama pelaksanaannya, ya. 🧐🤓
Daftar Isi
Berikut Informasi Materi, Aturan Terbaru, dan Lama Pelaksanaan MPLS Ramah 2026

Dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 dijelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertujuan membantu murid baru mengenali potensi dirinya, memahami lingkungan sekolah, mengenal warga sekolah, serta memahami kurikulum yang akan dipelajari.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat beradaptasi dengan lebih mudah dan nyaman saat memulai jenjang pendidikan yang baru.
Oleh karena itu, sekolah, kepala sekolah, guru, peserta didik, maupun orang tua perlu memahami berbagai ketentuan baru MPLS 2026 yang diatur dalam Permendikdasmen.
Materi MPLS Ramah 2026
Materi utama diberikan pada seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Berdasarkan buku Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, materi utama yang disampaikan kepada peserta didik baru meliputi:
1. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)
Murid perlu mengamalkan tujuh kebiasaan harian yang akan menjadi
disiplin diri, yaitu sebagai berikut.
- Bangun Pagi: Melatih kedisiplinan dan kesiapan memulai hari.
- Beribadah: Bentuk nyata pemenuhan kebutuhan spiritual.
- Berolahraga: Menjaga kebugaran sebagai modal dasar aktivitas belajar.
- Makan Sehat dan Bergizi: Memastikan asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak dan fisik.
- Gemar Belajar: Menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan.
- Bermasyarakat: Aktif bersosialisasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
- Tidur Cepat: Menjamin waktu istirahat yang cukup untuk pemulihan energi.
2. Pagi Ceria
Pagi Ceria merupakan program yang dirancang sebagai kegiatan pembuka sebelum memulai pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini meliputi senam pagi (Senam Anak Indonesia Hebat), menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dan berdoa bersama. Program ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang positif dan merupakan bagian dari Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial
Sopan dan santun bermedia sosial adalah sikap, perilaku, dan kebiasaan menggunakan media sosial secara beradab, bertanggung jawab, empatik, aman, dan bermanfaat dalam rangka menuju keadaban dan keamanan digital.
Sopan bermedia sosial berarti menggunakan bahasa, gambar, komentar, dan unggahan sesuai dengan norma kepatutan.
Orang yang sopan tidak menghina, tidak merendahkan, tidak menyebarkan kebencian, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak menggunakan media sosial untuk menyerang pribadi.
Sedangkan Santun bermedia sosial berarti menggunakan hati, empati, dan kebijaksanaan sebelum berkomunikasi.
Keadaban dan keamanan digital yang aman dan nyaman mencakup penerapan dan pembiasaan adab dan etika dalam berinteraksi di ruang digital, penguatan literasi digital bagi warga sekolah untuk menangkal informasi bohong dan konten negatif serta ancaman kekerasan dan kejahatan siber, dan pelindungan data pribadi warga sekolah dalam proses pembelajaran.
4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun
Budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun atau sering kali disebut dengan 5S merupakan bagian penting dari identitas budaya untuk memperkuat hubungan antar individu dan masyarakat dalam rangka menciptakan lingkungan yang harmonis.
Penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan kita sehari-hari akan meningkatkan kualitas interaksi sosial di lingkungan sehingga menjadi lebih nyaman.
- Senyum, tindakan terkecil, tetapi bisa memberikan dampak yang besar. Senyum dapat meredakan ketegangan, menciptakan kenyamanan, dan menunjukkan rasa welas asih.
- Sapa, mengucapkan salam atau sapaan ringan seperti “halo” atau “selamat pagi” dapat membuat orang lain merasa dihargai.
- Salam, mengucapkan salam adalah bentuk sopan santun yang sudah seharusnya kita lakukan. Mengawali atau mengakhiri percakapan dengan salam termasuk tanda penghormatan kepada individu lain. Selain itu, salam juga dapat menggambarkan sikap terbuka dan ramah.
- Sopan santun, aktivitas ini merupakan kunci dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Sopan santun tidak hanya sekadar tindakan, tetapi juga sikap atau perilaku yang tercermin dalam setiap kata dan tindakan kita.
Halaman:



