12 Murid Yesus Berurutan dari Simon Petrus hingga Yudas Iskariot beserta Keterangannya
Yesus Kristus mempunyai 12 murid yang membantu melayani pengajaran-Nya dalam menyebarkan pesan damai dan ajaran Kristiani.
4. Yohannes anak Zebedeus
Yohannes adalah saudara Yakubus. Ia dikenal sebagai orang yang agresif dan mempunyai watak yang keras.
Salah satu contoh kekerasan yang dilakukan Yohannes adalah ketika ia mencegah orang yang mengusir setan demi nama Tuhan Yesus, sebab dia menganggap bahwa orang itu tidak termasuk murid Tuhan Yesus.
Ketika dipanggil Tuhan Yesus, Yohanes menjadi murid Yesus yang paling muda. Ini menunjukkan bahwa ia belum mencapai kedewasaan kepribadian.
Hal tersebut tercermin pada sifat-sifatnya yang sangat pemalu dan segan untuk bicara mengenai diri sendiri.
Yohanes tidak mau menonjolkan diri, termasuk tidak pernah menyebut namanya dalam Injil, tetapi memakai kategori orang orang ketiga atau menyembunyikan identitasnya dengan satu ungkapan seperti “Murid Yang Dikasihi Yesus”.
Ia juga mempunyai sifat yang tidak toleran, cepat tersinggung terhadap hal-hal yang ia anggap tidak benar sangat keras untuk melawan orang-orang yang bertantangan dengan pemahamannya.
5. Filipus
Tuhan Yesus pertama kali bertemu Filipus di Betania di seberang sungai Yordan (Yohannes 8:28) kemudian Filipus mengenalkan natanael kepada Tuhan Yesus (Yohannes 1 :45-51).
Tuhan Yesus pernah mengetes Filipus dalam Yohanes 6: 5, Ia bertanya kepada Filipus, “Dimanakah kita akan membeli roti, supaya orang banyak ini dapat makan?”
Tuhan Yesus lakukan hal tersebut untuk mengetahui imannya, dan membuktikan pemahamannya mengenai Diri-Nya selama ia mengikuti-Nya.
Filipus ternyata gagal dalam ujian ini, karena ia memakai perhitungan dalam iman, Yohanes 6:7.
Ia terlalu berhati-hati dengan sikapnya yang praktis, menjadi bimbang, karena terlalu banyak perhitungan.
Pada akhirnya, Filipus menjadi bagian dari rencana Tuhan Yesus mengadakan mujizat memberi makan 5000 orang, agar ia mengerti sisi Ilahi dari misi Kristus.
6. Bartolomeus
Bartolomeus atau Natanael merupakan murid Yesus yang berasal dari Kana, Galilea. Ia bertemu dengan Tuhan Yesus karena dibawa oleh Filipus.
Bartolomeus merupakan satu-satunya murid Yesus yang masih merasa ragu atau tidak yakin dengan ajakan Filipus. Namun, Yesus sesuatu melihat diri Bartolomeus berupa dasar yang kokoh untuk membangun kehidupan spiritual dan iman.
Setelah masa Pentakosta atau kenaikan Tuhan Yesus ke surga, Bartolomeus melakukan pelayanan firman di Mesopotamia, Likoania, dan Armenia. Hingga akhir hayatnya, Dia mati dengan dikuliti hidup-hidup dalam keadaan sahid.
7. Thomas
Tomas merupakan murid Yesus yang mendapatkan julukan Didymos atau Didimus oleh warga Gereja Mula-mula. Selama melayani bersama Yesus, memang nama Tomas sangat jarang atau hanya beberapa kali saja disebutkan.
Meskipun demikian, Tomas tetap melakukan berbagai hal terkait pelayanan bersama Yesus. Salah satunya yaitu, ketika Yesus berangkat ke Yudea untuk membangkitkan Lazarus, Tomas juga ikut serta di dalamnya.
Hingga akhirnya, terjadi banyak perubahan dalam diri Tomas setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus. Iman Tomas tumbuh dan menjadi kuat untuk berkarya demi kemuliaan nama Tuhan Yesus hingga akhir hayatnya.
Pada abad ke IV M, Tomas menjadi perintis Pekabaran Injil di Kerajaan Partia. Dia juga menjadi yang pertama membawakan Injil ke India (Malabar dan Travancore, India Selatan), hingga akhirnya lahir Gereja Mar Thoma yang masih berkembang hingga sekarang.
Lahirnya Gereja Mar Thoma berhasil membawa perkembangan Injil ke Indonesia pada abad ke V di Barus, pantai barat Sumatra Utara.
8. Matius
Matius adalah murid Yesus yang lahir di Kapernaum dengan nama Lewi. Ia juga merupakan orang Galilea dari orang tua bernama Alfeus dan Maria (keluarga Yahudi fanatik).
Ternyata Matius sempat mengecewakan orang tuanya ketika bekerja menjadi pemungut cukai, karena dianggap sebagai orang berdosa. Meskipun begitu, akhirnya Matius mengikut Yesus setelah bertemu dengan-Nya ketika sedang bekerja memeriksa pajak.
Sejak saat itulah, Matius akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan dan memilih mengikut Yesus hingga akhir hayatnya. Lalu, Matius melakukan pelayanan dan pekabaran Injil di Ethiopia, Afrika.
Matius mempunyai kemampuan menuliskan laporan secara detail dan sistematis, dan itu digunakannya dalam menulis ulang informasi tentang Yesus secara lengkap untuk ditujukan kepada orang-orang Yahudi.
Roh Kudus juga turut membersamai Matius, sehingga dia mampu menuliskan ulang seluruh catatan peristiwa penting yang dialami Yesus (Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus). Nah, karya tulis tersebut berupa Injil Matius yang sampai sekarang ini kita kenal termuat di Alkitab.
Halaman:

