Nama Alat Laboratorium beserta Gambar dan Fungsinya untuk Penelitian
Sudah tahu apa saja nama alat laboratorium yang perlu kamu ketahui? Simak informasinya pada artikel berikut.
9. Rak Tabung Reaksi

Rak tabung reaksi merupakan tempat khusus yang digunakan untuk menaruh tabung reaksi agar tidak jatuh. Dengan rak ini, tabung dapat ditata dengan rapi, dikeringkan setelah dicuci, serta memudahkan saat proses identifikasi sampel.
10. Corong

Corong digunakan untuk memidahkan cairan atau serbuk ke wadah bermulut kecil. Corong berfungsi untuk menuang larutan dan filtrasi (menggunakan kertas saring).
11. Corong Pisah

Corong pisah adalah corong dengan kran di bawah yang berfungsi untuk memisahkan dua jenis cairan yang tidak saling larut, mengekstraksi pelarut, pemurnian senyawa, dan proses lain yang dilakukan pada bidang kimia organik.
12. Kertas Saring

Kertas saring sering digunakan bersama corong. Fungsi kertas saring adalah memisahkan padatan dari cairan dan mengklarifikasi larutan. Ukuran pori-pori kertas sering berbeda tergantung kebutuhan.
13. Neraca Analitik

Neraca analitik merupakan timbangan yang sangat sensitif. Fungsi neraca analitik adalah untuk menimbang zat (berukuran miligram atau mikrogram) dan melakukan analisis kuantitatif.
Biasanya pada neraca analitik terdapat pelindung kaca sehingga hasilnya akurat.
14. Mortar dan Alu

Mortar dan alu merupakan alat tumbuk manual. Fungsinya adalah untuk menghaluskan zat padat, mencampur zat yang berbentuk serbuk, dan untuk proses preparasi sampel. Kedua peralatan ini sering dipakai di bidang farmasi karena berkaitan dengan obat.
15. Spatula

Spatula adalah alat kecil yang terbuat dari logam atau plastik. Fungsi spatula adalah untuk mengambil zat padat, memindahkan bahan kimia, dan mengaduk zat yang berbentuk serbuk.
16. Hot Plate

Hot plate merupakan pemanas listrik berbentuk datar. Fungsi hot plate adalah memanaskan larutan, menjaga suhu agar konstan, dan tempat untuk melakukan reaksi kimia. Hot plate lebih aman jika dibandingkan bunsen burner.
17. Bunsen Burner

Bunsen burner adalah pembakar gas. Fungsinya untuk memanaskan secara cepat, sterilisasi alat, dan melakukan reaksi yang membutuhkan suhu tinggi. Bunsen burner masih digunakan di banyak laboratorium.
18. Termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Di laboratorium, termometer berfungsi untuk mengukur suhu larutan, mengontrol suhu reaksi, dan mengkalibrasi alat. Termometer mempunyai dua versi, yaitu digital dan raksa.
19. pH Meter

pH meter adalah alat ukur tingkat keasaman. Fungsi pH meter untuk mengukur pH larutan, mengontrol kualitas pH, serta memonitoring reaksi. pH meter Lebih akurat jika dibandingkan kertas lakmus.
20. Kertas Lakmus

Kertas lakmus adalah indikator pH sederhana. Fungsi kertas lakmus adalah untuk mengetes asam atau basa suatu zat, mengidentifikasi secara cepat. Kertas lakmus banyak dipilih karena murah dan praktis, tapi tidak akurat digunakan untuk mengukur pH.
21. Mikroskop

Mikroskop adalah alat pembesar objek mikro. Fungsi mikroskop adalah untuk mengamati sel berukuran kecil, jaringan, dan makhluk hidup mikroskopis seperti bakteri dan protista. Mikroskop penting dalam bidang kedokteran dan biologi.
22. Laminar Air Flow

Laminar air flow merupakan kabinet steril yang berfungsi untuk kerja secara aseptik. Misalnya saat melakukan kultur mikroba dan preparasi sampel steril. Laminar air flow banyak digunakan di laboratorium mikrobiologi.
23. Autoklaf

Autoklaf adalah sterilisator uap panas. Fungsi autoklaf adalah untuk sterilisasi alat, membunuh mikroorganisme dan sterilisasi media. Autoklaf sangat penting di laboratorium biologi.
24. Inkubator

Inkubator adalah ruang bersuhu terkontrol yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri dan proses kultur sel. Inkubator banyak digunakan pada saat uji mikrobiologi.
Halaman:

