Nama Alat Laboratorium beserta Gambar dan Fungsinya untuk Penelitian
Sudah tahu apa saja nama alat laboratorium yang perlu kamu ketahui? Simak informasinya pada artikel berikut.
Bekerja di bidang penelitian yang identik dengan riset di laboratorium tidak boleh asal-asalan.
Jika tidak tahu nama alat laboratorium, sehingga salah mengambil alat, maka data juga akan salah yang mengakibatkan penelitian tidak valid. 🥼🔬
Agar terhindar dari kesalahan fatal saat melakukan penelitian, berikut ini informasi terkait nama-nama berbagai alat yang ada di laboratorium beserta gambar dan fungsinya.
Nama Alat Laboratorium beserta Gambar dan Fungsinya

Saat kamu memasuki laboratorium, ada hal yang harus kamu persiapkan sebelum melakukan kegiatan percobaan.
Kamu akan menjumpai berbagai macam alat yang bentuknya mirip. Padahal, fungsi dan cara menggunakannya tidak sama.
Misalnya saja antara gelas beaker dan labu erlenmeyer, pipet tetes dan pipet volumetrik, dan alat lainnya. Jika kamu salah mengambil alat tanpa tahu fungsinya, volume zat yang kamu hitung bisa menjadi tidak akurat, berpotensi terkontaminasi, bahkan reaksi percobaan gagal.
Risiko yang lebih besar seperti melukai diri sendiri hingga meledakkan laboratorium juga sangat mungkin terjadi. Misalnya saat kamu memanaskan suatu zat menggunakan tabung reaksi terlalu lama, menutup tabung erlenmeyer terlalu rapat saat dipanaskan, hingga salah mengatur suhu hot plate.
Agar terhindar dari bahaya saat berada di laboratorium dan semakin lancar saat mengerjakan penelitian, berikut ini daftar nama alat laboratorium yang perlu kamu kenali.
1. Beaker (Gelas Kimia)

Beaker atau gelas kimia adalah gelas berbentuk silinder bertangkai. Alat ini paling sering ditemukan di rak laboratorium.
Beaker berfungsi untuk menampung larutan, mencampur bahan, memanaskan cairan, dan mengira-ngira volume zat.
Sebagai tambahan informasi, beaker bukan alat ukur yang akurat, sehingga hindari menggunakan beaker saat membutuhkan data volume secara pasti.
2. Erlenmeyer

Erlenmeyer berbentuk kerucut dengan leher sempit. Fungsi erlenmeyer adalah mencampur larutan sehingga tidak mudah tumpah, tempat untuk melakukan reaksi kimia, dan sebagai tempat untuk titrasi.
Dibandingkan dengan beaker, menggunakan erlenmeyer untuk mengocok larutan lebih aman.
3. Gelas Ukur

Fungsi gelas ukur adalah mengukur volume cairan dan menuang cairan dengan volume tertentu ke wadah lain. Tingkat ketelitian gelas ukur lebih tinggi dari beaker, tapi tidak seakurat pipet vokumetrik.
4. Pipet Volumetrik

Pipet volumetrik merupakan pipet dengan satu garis ukur. Fungsi pipet volumetrik adalah untuk mengambil suatu zat dengan volume tertentu yang tingkat presisinya tinggi. Biasanya, pipet volumetrik digunakan pada titrasi dan analisis kuantitatif.
5. Pipet Ukur

Pipet ukur merupakan pipet yang memiliki banyak garis ukur. Fungsi pipet ukur adalah untuk mengambil berbagai macam volume cairan dengan tingkat ketelitian di bawah pipet volumetrik. Sebenarnya, pipet ukur lebih fleksibel dibandingkan alat ukur lainnya, namun sedikit kurang presisi.
6. Pipet Tetes

Pipet tetes merupakan pipet kecil yang digunakan untuk memindahkan cairan tetes demi tetes. Fungsi pipet tetes adalah untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit pada praktikum skala mikro serta menambah indikator.
Perlu kamu ketahui bahwa pipet tetes tidak akurat dan hanya digunakan untuk mengira-ngira.
7. Buret

Buret adalah tabung panjang yang memiliki kran pada bagian bawah. Buret yang seringkali dipakai dalam proses titrasi berfungsi untuk meneteskan larutan secara terkontrol, sehingga volume larutan yang keluar bisa diukur secara akurat.
8. Tabung Reaksi

Tabung reaksi berbentuk tabung kecil yang terbuat dari kaca. Fungsinya adalah untuk tempat reaksi zat dengan skala kecil, untuk memanaskan zat, mengamati reaksi, dan melakukan eksperimen awal.
9. Rak Tabung Reaksi

Rak tabung reaksi merupakan tempat khusus yang digunakan untuk menaruh tabung reaksi agar tidak jatuh. Dengan rak ini, tabung dapat ditata dengan rapi, dikeringkan setelah dicuci, serta memudahkan saat proses identifikasi sampel.
10. Corong

Corong digunakan untuk memidahkan cairan atau serbuk ke wadah bermulut kecil. Corong berfungsi untuk menuang larutan dan filtrasi (menggunakan kertas saring).
11. Corong Pisah

Corong pisah adalah corong dengan kran di bawah yang berfungsi untuk memisahkan dua jenis cairan yang tidak saling larut, mengekstraksi pelarut, pemurnian senyawa, dan proses lain yang dilakukan pada bidang kimia organik.
12. Kertas Saring

Kertas saring sering digunakan bersama corong. Fungsi kertas saring adalah memisahkan padatan dari cairan dan mengklarifikasi larutan. Ukuran pori-pori kertas sering berbeda tergantung kebutuhan.
13. Neraca Analitik

Neraca analitik merupakan timbangan yang sangat sensitif. Fungsi neraca analitik adalah untuk menimbang zat (berukuran miligram atau mikrogram) dan melakukan analisis kuantitatif.
Biasanya pada neraca analitik terdapat pelindung kaca sehingga hasilnya akurat.
14. Mortar dan Alu

Mortar dan alu merupakan alat tumbuk manual. Fungsinya adalah untuk menghaluskan zat padat, mencampur zat yang berbentuk serbuk, dan untuk proses preparasi sampel. Kedua peralatan ini sering dipakai di bidang farmasi karena berkaitan dengan obat.
15. Spatula

Spatula adalah alat kecil yang terbuat dari logam atau plastik. Fungsi spatula adalah untuk mengambil zat padat, memindahkan bahan kimia, dan mengaduk zat yang berbentuk serbuk.
16. Hot Plate

Hot plate merupakan pemanas listrik berbentuk datar. Fungsi hot plate adalah memanaskan larutan, menjaga suhu agar konstan, dan tempat untuk melakukan reaksi kimia. Hot plate lebih aman jika dibandingkan bunsen burner.
17. Bunsen Burner

Bunsen burner adalah pembakar gas. Fungsinya untuk memanaskan secara cepat, sterilisasi alat, dan melakukan reaksi yang membutuhkan suhu tinggi. Bunsen burner masih digunakan di banyak laboratorium.
18. Termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Di laboratorium, termometer berfungsi untuk mengukur suhu larutan, mengontrol suhu reaksi, dan mengkalibrasi alat. Termometer mempunyai dua versi, yaitu digital dan raksa.
19. pH Meter

pH meter adalah alat ukur tingkat keasaman. Fungsi pH meter untuk mengukur pH larutan, mengontrol kualitas pH, serta memonitoring reaksi. pH meter Lebih akurat jika dibandingkan kertas lakmus.
20. Kertas Lakmus

Kertas lakmus adalah indikator pH sederhana. Fungsi kertas lakmus adalah untuk mengetes asam atau basa suatu zat, mengidentifikasi secara cepat. Kertas lakmus banyak dipilih karena murah dan praktis, tapi tidak akurat digunakan untuk mengukur pH.
21. Mikroskop

Mikroskop adalah alat pembesar objek mikro. Fungsi mikroskop adalah untuk mengamati sel berukuran kecil, jaringan, dan makhluk hidup mikroskopis seperti bakteri dan protista. Mikroskop penting dalam bidang kedokteran dan biologi.
22. Laminar Air Flow

Laminar air flow merupakan kabinet steril yang berfungsi untuk kerja secara aseptik. Misalnya saat melakukan kultur mikroba dan preparasi sampel steril. Laminar air flow banyak digunakan di laboratorium mikrobiologi.
23. Autoklaf

Autoklaf adalah sterilisator uap panas. Fungsi autoklaf adalah untuk sterilisasi alat, membunuh mikroorganisme dan sterilisasi media. Autoklaf sangat penting di laboratorium biologi.
24. Inkubator

Inkubator adalah ruang bersuhu terkontrol yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri dan proses kultur sel. Inkubator banyak digunakan pada saat uji mikrobiologi.
25. Centrifuge

Centrifuge adalah mesin pemutar cepat. Fungsi centrifuge adalah memisahkan zat berdasarkan perbedaan massa jenis dan mengendapkan partikel. Biasanya, centrifuge digunakan pada preparasi sampel darah.
26. Spektrofotometer

Spektrofotometer adalah alat analisis cahaya. Fungsi spektrofotometer untuk mengukur konsentrasi larutan dan melakukan analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi senyawa.
27. Vortex Mixer

Vortex mixer adalah alat pengocok tabung reaksi. Fungsinya untuk mencampur larutan secara cepat agar homogenisasi sampel bisa tercapai.
28. Water Bath

Water bath adalah bak air pemanas yang berfungsi untuk memanaskan secara merata, menjaga suhu, dan reaksi sensitif panas.
29. Desikator

Desikator adalah wadah kedap udara. Fungsi desikator untuk menyimpan zat higroskopis, mengeringkan sampel, serta untuk proses pendinginan setelah pemanasan dilakukan.
30. Oven Laboratorium

Oven laboratorium berbeda dengan oven untuk memasak. Di laboratorium, oven merupakan pemanas bersuhu tinggi yang berfungsi untuk mengeringkan alat, mengeringkan sampel, dan memanaskan zat secara stabil.
31. Botol Reagen

Botol Reagen adalah wadah bahan kimia. Fungsi botol reagen untuk menyimpan larutan, melindungi zat dari paparan cahaya, dan transport bahan kimia.
32. Stopper (Penutup Karet)

Stopper adalah penutup wadah yang berfungsi untuk menutup erlenmeyer, mencegah kontaminasi, dan sebagai sambungan alat destilasi.
33. Kondensor

Kondensor adalah alat pendingin uap. Fungsi kondensor adalah untuk destilasi, refluks, dan kondensasi uap.
34. Labu Ukur

Labu ukur adalah labu dengan satu garis ukur. Fungsi labu ukur untuk membuat larutan standar, mengencerkan zat secara presisi, dan melakukan analisis kuantitatif.
35. Statif dan Klem

Statif dan klem adalah penyangga alat yang digunakan saat ada kegiatan di laboratorium. Fungsi kedua alat tersebut terutama untuk menahan buret, menyangga kondensor, dan set-up alat reaksi.
36. Corong Buchner

Corong Buchner adalah corong khusus filtrasi vakum. Fungsi corong buchner adalah untuk memisahkan padatan dan melakukan penyaringan secara cepat. Alat ini biasanya dipakai saat proses kristalisasi.
37. Pompa Vakum

Pompa vakum adalah alat penghisap udara. Fungsinya adalah untuk membantu filtrasi vakum dan mengeringkan sampel. Biasanya, alat ini dipakai saat proses destilasi tekanan rendah.
38. Stopwatch

Stopwatch sebagai alat ukur waktu juga ditemukan di laboratorium. Fungsi stopwatch adalah untuk mengatur durasi reaksi, memberi waktu inkubasi, dan untuk eksperimen yang berhubungan dengan gerak (kinetika).
39. Cawan Petri (Petri Dish)

Cawan petri atau disebut juga petri dish merupakan wadah datar bundar. Fungsi cawan petri adalah untuk melakukan kultur bakteri dan observasi mikroorganisme pada saat uji mikrobiologi.
Penutup
Setelah mengetahui berbagai macam nama alat laboratorium di atas, apakah kamu sudah pernah menggunakan alat-alat tersebut?
Jumlah alat laboratorium yang sangat banyak bisa kamu catat di buku kecil yang sudah disertai gambar. Dengan demikian, saat kamu masuk laboratorium, kesalahan fatal bisa dihindari.
Memahami nama alat yang ada di laboratorium tidak hanya masalah akurasi data dan keselamatan kerja, tapi juga menunjukkan sikap profesional sebagai peneliti.
Cermati pula simbol keselamatan kerja di laboratorium dan patuhi seluruh SOP penelitian. Selamat bereksperimen! 🧪🥼
Referensi:
55 Jenis Alat Laboratorium Kimia dan Fungsinya, Lengkap dengan Gambar [Daring]. Tautan:https://mediaindonesia.com/humaniora/700275/55-jenis-alat-laboratorium-kimia-dan-fungsinya-lengkap-dengan-gambar
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya



