7 Obat-obatan P3K Yang Perlu Dimiliki Anak Kost

 Mamikos | Sen, 27 Mei 2019

7 Obat-obatan P3K Yang Perlu Dimiliki Anak Kost – Bukan hanya di rumah, setelah menjadi anak kost, tentunya kamu juga harus mempersiapkan obat-obatan di kamar kost, untuk berjaga-jaga kalau kamu sakit. Justru obat-obatan atau P3K tersebut menjadi hal yang utama yang perlu diperhatikan, mengingat kamu akan mulai hidup sendiri dan jauh dari orang tua dan rumah. Tak harus semua obat, tapi obat-obat berikut bisa menjadi daftar yang harus ada di kotak P3K milikmu saat akhirnya merantau. Apa saja?

7 Obat-obatan P3K Yang Perlu Dimiliki Anak Kost, Mahasiswa Wajib Hafal!

1. Betadine dan Hansaplast

Bukan nama obat, Betadine justru adalah nama merek dagang produk antiseptik yang dijual bebas, dengan bahan aktif Povidon-iodin. Bahan aktif Betadine adalah Povidon-iodin, yang merupakan zat antimikroba dengan spektrum paling luas yang mampu membunuh bakteri, jamur, protozoa dan virus. Povidon-iodin secara efektif mampu mengendalikan penyebaran infeksi topikal bagi penggunanya.

Biasanya Betadine ini digunakan pada pertolongan pertama terhadap luka luar yang bersifat ringan. Karena ada kandungan antiseptik, penggunaan Betadine segera setelah ada luka membuat kecil kemungkinan luka tersebut akan terkena infeksi.

2. Balsem, Minyak Kayu Putih dan Obat Gosok

Balsem, Minyak Kayu Putih dan Obat Gosok penting ada di kotak P3K anak kost karena selain mampu untuk menghangatkan tubuh, Balsem, Minyak Kayu Putih dan Obat Gosok rupanya mampu digunakan untuk melegakan tenggorokan bila dioleskan tipis-tipis di leher saat flu. Balsem, Minyak Kayu Putih dan Obat Gosok juga bermanfaat untuk meredakan gatalnya gigitan serangga karena efek panas yang ada di dalam kandungan obat tersebut.

3. Parasetamol

Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan sakit ringan, serta demam. Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik selesma dan flu. Ia aman dalam dosis standar, tetapi karena mudah didapat, overdosis obat baik sengaja ataupun tidak sering terjadi.

Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen, parasetamol tak memiliki sifat antiradang. Jadi parasetamol tidak tergolong dalam obat jenis obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS). Dalam dosis normal, parasetamol tidak menyakiti permukaan dalam perut atau mengganggu gumpalan darah, ginjal, atau duktus arteriosus pada janin.

4. Obat Diare

Salah satu obat diare yang paling sering digunakan adalah loperamide (Imodium). Obat ini bekerja dengan cara memperlambat gerak usus guna menghasilkan tekstur feses yang lebih padat. Selain itu, loperamide juga mencegah dehidrasi dengan mengurangi jumlah cairan tubuh yang keluar.

Loperamide tersedia dalam bentuk kapsul, tablet kunyah, dan obat cair (sirup). Ikuti petunjuk dokter dalam pemakaian obat ini. Bila menyalahi aturan, bisa jadi malah tidak bisa buang air besar sama sekali.

5. Obat Tetes Mata

Tetes mata adalah larutan garam yang mengandung tetes menggunakan jalur okular dalam penggunaannya. Tergantung pada kondisi yang sedang dirawat, larutan ini mungkin mengandung steroid, antihistamin, simpatomimetik, beta receptor blocker, parasympathomimetics, parasympatholytics, prostaglandin, obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), antibiotik, antijamur, atau anastesi topikal. Tetes mata kadang-kadang tidak memiliki obat di dalamnya dan hanya pelumas dan pengganti air mata. Tetes mata dapat digunakan untuk menghentikan mata gatal dan mata merah.

6. Obat Penghilang Rasa Sakit

Aspirin adalah salah satu obat penghilang rasa sakit yang paling sering dibeli. Jika mengalami sakit kepala, nyeri, atau demam, aspirin dapat membuat penggunanya merasa lebih baik. Selain Aspirin, jika menderita sakit kepala dan nyeri otot, ibuprofen adalah obat yang tepat untuk menguranginya.

7. Salep Anti Alergi

Rasa gatal yang timbul akibat alergi terhadap zat alergen tertentu menimbulkan rasa yang tidak mengenakkan. Menggaruk bagian yang terkena alergen kerap dilakukan untuk menghilangkan rasa gatal yang timbul. Namun, ini bukan cara yang tepat untuk meredam rasa gatal, menggunakan obat gatal alergi bisa menjadi pilihan untuk mengatasi rasa gatal yang muncul.

Alergi merupakan bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang berbahaya. Bagi mereka yang mengidap alergi, tubuh akan mengeluarkan respons tertentu saat bersentuhan dengan alergen.