Advertisement
Source : https://pariwisata.demakkab.go.id/

8 Oleh-oleh Makanan Khas Demak yang Jadi Incaran Wisatawan, Tertarik yang Mana?

JIka sedang pergi ke Demak, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh makanan khas Demak berikut ini!

14 November 2023 Zakiyah

5. Oleh-oleh Makanan Khas Demak: Sweke Mentok

8 Oleh-oleh Makanan Khas Demak yang Jadi Incaran Wisatawan, Tertarik yang Mana
Cookpad.com

Sweke Mentok adalah hidangan khas Demak yang memiliki cita rasa lezat dan bumbu khas yang kaya.

Sweke adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti “sotong” atau “cumit-cumit” dalam bahasa Indonesia, sementara “Mentok” merujuk pada sebuah desa di Demak yang terkenal dengan hidangan ini.

Hidangan Sweke Mentok terbuat dari cumi-cumi atau sotong yang diolah dengan bumbu khas Jawa Tengah.

Cumi-cumi biasanya dibersihkan, dipotong menjadi potongan kecil, dan kemudian dimasak dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, dan cabai. 

Bumbu-bumbu ini dihaluskan dan kemudian dimasak hingga harum. Beberapa versi hidangan Sweke Mentok mungkin juga mencakup santan kelapa yang memberikan tekstur kental dan kaya.

Hidangan Sweke Mentok ini memiliki rasa gurih, pedas, dan sedikit manis berkat campuran bumbu dan rempah-rempah yang digunakan.

Cumi-cumi yang dimasak dalam hidangan ini biasanya memiliki tekstur yang empuk dan lezat.

Sweke Mentok adalah salah satu hidangan tradisional yang sangat populer di Demak dan sering dihidangkan di berbagai rumah makan dan warung makan di daerah tersebut. 

Hidangan ini mencerminkan penggunaan bahan-bahan laut lokal dan bumbu khas Jawa Tengah yang menciptakan rasa yang khas dan lezat.

Sweke Mentok adalah salah satu contoh kuliner khas Demak yang menggabungkan sumber daya laut dengan resep tradisional, menciptakan hidangan yang sangat dihargai oleh para pengunjung.

20 Makanan Khas Jogja yang Enak dan Wajib Dicoba Oleh Wisatawan

6. Oleh-oleh Makanan Khas Demak: Kepala Manyung

8 Oleh-oleh Makanan Khas Demak yang Jadi Incaran Wisatawan, Tertarik yang Mana
republikonline.com

Ikan kepala manyung adalah hidangan ikan asap yang populer di kawasan Pantura, Jawa Tengah.

Proses pembuatan hidangan ini melibatkan pemilihan ikan segar dan pengasapan dengan arang tongkol jagung selama hingga lima jam. Setelah itu, ikan ditusukkan ke tusuk sate dan dijual di luar. 

Kepala manyung merupakan spesialisasi kota Semarang, dan terdapat banyak toko yang menjualnya.

Desa Demak merupakan pusat produksi ikan asap, dan ada rencana untuk mendirikan ruang penyimpanan dingin guna menjaga kesegaran ikan tanpa perlu bahan pengawet.

Kepala Manyung adalah salah satu kuliner khas Demak yang terbuat dari kepala ikan manyung yang dimasak dengan kuah santan dan bumbu pedas.

Kepala Manyung merupakan salah satu hidangan khas Demak yang terbuat dari kepala ikan manyung. Ikan manyung yang digunakan biasanya berukuran sedang hingga besar. 

Cara membuat Kepala Manyung adalah dengan merebus kepala ikan manyung bersama santan, daun salam, lengkuas, cabai, bawang putih, dan garam hingga matang.

Kuah santan yang gurih dan pedas menjadi ciri khas dari hidangan ini. 

Kepala Manyung biasanya disajikan dengan pelengkap seperti tahu dan tempe goreng. Hidangan ini populer karena rasanya yang unik dan kaya akan gizi.

Kepala ikan manyung mengandung protein yang tinggi serta mineral seperti fosfor, zat besi, dan kalsium.

Kepala Manyung diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak pada abad ke-15. Hidangan ini menjadi salah satu oleh-oleh kuliner khas Demak yang patut dikunjungi wisatawan.

Kepala Manyung yang disajikan di warung-warung khas Demak menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kuliner.

Halaman:

Advertisement