Pakaian Adat Daerah Lampung Beserta Nama, Keunikan, dan Gambarnya
Di dalam artikel ini akan Mamikos bahas tentang Pakaian Adat Khas Lampung. Jadi perhatikan dengan seksama, ya!
1. Pakaian Adat Suku Saibatin
Suku Saibatin merupakan kelompok masyarakat yang mendiami daerah di daerah pesisir Lampung Timur, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Barat. Etnis suku ini mempunyai tradisi sistem kekerabatan patrilineal.
Saibatin memiliki makna satu batin atau bisa diartikan mempunyai satu junjungan. Hal ini memberikan gambaran suku Saibatin yang hanya memiliki seorang pemimpin adat pada tiap generasi kepemimpinan.
Seperti pada sistem masyarakat dengan sistem kerajaan, Suku Saibatin memiliki sifat aristokratis. Garis kepemimpinan yang ada di suku ini hanya diturunkan berdasarkan keturunan.
Para kaum bangsawan biasanya tampak lebih megah dibanding rakyatnya. Hal ini tergambar dari pakaian adatnya yang cenderung mewah.
Pakaian pengantin yang digunakan Suku Saibatin memiliki mahkota yang bernama Siger. Mahkota ini memiliki 7 buah pucuk, yang dinamakan Lekuk Pitu.
Ketujuh pucuk ini merupakan gambaran posisi kepemimpinan, yaitu sultan, raja jukuan atau depati, radin, batin, minak, mas, dan kimas. Pakaian Suku Saibatin kebanyakan didominasi warna merah.

Advertisement
2. Pakaian Adat Suku Pepadun

Jika kebanyakan baju tradisional suku Saibatin didominasi warna merah, maka pakaian adat Suku Pepadun banyak yang didominasi oleh warna putih.
Pengantin wanita yang berasal dari Suku Pepadun tidak mengenakan perlengkapan mahkota Siger. Selain kedua perbedaan itu, selebihnya pakaian adat dari kedua suku ini hampir mirip.
Pakaian untuk kaum pria biasanya dibuat lebih sederhana dibandingkan dengan pakaian wanita.
Mengenal Pakaian Adat Daerah Lampung untuk Pria

Pakaian pria adat Lampung berupa baju lengan panjang warna putih. Sementara untuk bawahannya, mereka menggunakan celana berwarna hitam.
Pada bagian pinggang dipasang lilitan sarung dengan hiasang motif tumpal. Sarung khas Lampung ini dibuat dengan cara ditenun dengan memakai benang emas.
Penggunaannya di pasang di luar celana dengan panjang mencapai lutut. Selain itu, pria Lampung juga memakai selendang bujur sangkar yang dinamakan Khikat Akhir untuk kelengkapan baju adat yang dipakainya.
Pemasangan sarung ini dilakukan dengan dilingkarkan ke pundak hingga menutupi bahu.
Meski dapat dikatakan lebih sederhana dibandingkan pakaian adat wanitanya, pakaian pria Lampung pun dilengkapi dengan 8 aksesoris.