Pakaian Adat Sunda Pria dan Wanita Beserta Gambar dan Penjelasannya Lengkap

Penasaran kan dengan pakaian adat suku sunda? Berikut Mamikos rangkum informasi pakaian adat pria dan wanita suku sunda. Yuk, simak artikel di bawah!

27 Desember 2022 Asrul A

Jenis Pakaian Adat Sunda 

Pakaian adat sunda punya memiliki beberapa jenis pakaian. Di antaranya

1. Kebaya

Sama halnya dengan kebaya yang berasal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur, kebaya Sunda umumnya memiliki model hingga bentuk dengan kebaya lainnya.

Tetapi perbedaannya bisa kita ketahui dari motif yang terletak pada bagian leher. Kebaya sunda memiliki warna yang terang dan cerah dan bagian bawahnya dipadukan kain jarik atau dalam bahasa sunda dikenal sebagai sinjeng bundel.

Kebaya sunda umumnya dikenakan oleh masyarakat kaum menengah dengan memadukan aksesoris ikat pinggang, konde, giwang, dan berbagai aksesoris lainnya. 

2. Pangsi

Salah satu pakaian adat yang telah diturunkan turun temurun oleh suku sunda yakni pangsi. Pakaian ini merupakan pakaian adat suku sunda yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki.

Pangsi merupakan singkatan dari kata “Pangeusi numpang ka sisi” yang berarti penutup badan.

Cara pemakaiannya sendiri cukup unik dengan dililitkan secara menumpang seperti saat memakai sarung.

Pangsi memiliki dua bagian, yakni bagian atas atau baju disebut “Salontreng” kemudian bagian bawahannya atau celana disebut “Pangsi.”

Ada tiga bagian yang mempunyai makna dari pakain pangsi, diantaranya “Tangtung, Nangtung, Samping”.

Tangtung diambil dari “Tangtungan Ki Sunda Nyuwu Kana Suja”, apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia kalimat ini memiliki arti “Mempunyai pendirian yang teguh dan kuat sesuai dengan aturan hidup”.

Kedua adalah Nangtung atau Suja mengandung makna “Nangtung, Jejeg, Ajeg dina Galur.

Teu Unggut Kalinduan, Teu Gedag Kaanginan”, jika kita artikan ke dalam bahasa Indonesia akan berarti sebagai “Teguh dan kuat pendirian dalam aturan dan keyakinan, semangat tinggi dan tidak mudah goyah”.

Terakhir Samping yang berarti “Depe Depe Handap Asor”, jika diartikan ke bahasa Indonesia artinya “Selalu rendah hati dan tidak sombong”.

Tidak hanya itu Pangsi juga memiliki filosofi kesederhanaan lainnya yaitu di bagian atas baju ini memiliki 5 atau 6 buah kancing yang merujuk pada nilai Islam.

Angka lima menunjukkan rukun Islam yang ada lima, dan enam kancing menunjukkan enam rukun iman. 

3. Bedahan

Ini merupakan pakaian tradisional yang biasa dikenakan oleh kaum kalangan menengah, seperti pedagang dan pemilik toko.

Biasanya pakaian ini disertai dengan manik-manik pada pakaian yang menjuntai. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh wanita dan memiliki berwarna cerah pada bagian atasan.

Lalu, pada bagian bawahannya biasanya memakai kain batik dengan corak khas Sunda. Juga diberi aksesoris mencakup beberapa aksesori lain seperti ikat pinggang, sepatu, perhiasan, dan selendang dengan warna-warni. 

Sementara untuk pria memakai Bedahan baju putih atau jas takwa dan pada bagian bawahan celana terbuat dari kain batik khas sunda. Asesorisnya antara lain sepatu, ikat kepala dan ikat pinggang, serta rantai emas di saku baju.

4. Menak

Menak merupakan jas beludru yang disulam dengan benang emas. Jenis pakaian ini biasanya dikenakan oleh bangsawan.

Pakaian ini memiliki tampilan yang terlihat mewah sekaligus elegan. Menak berwujud jas yang dibalut celana hitam.

Terdapat lilitan dari pinggang sampai tepat di atas lutut. Sedangkan menak untuk wanita, yakni mengenakan kebaya beludru dengan manik-manik hitam.

Bawahannya mengenakan kain jarik dengan rereng yang merupakan motif khusus yang dipakai kaum bangsawa. Dilengkapi juga perhiasan emas dan berlian.

Itulah informasi lengkap pakaian adat sunda pria dan wanita. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Close