Pekerjaan Menjadi Seorang Virtual Assistant, Seperti Apa? Ini Tanggung Jawab dan Perkiraan Gajinya
Artikel ini membahas pekerjaan menjadi seorang Virtual Assistant, tanggung jawab dan gajinya. Simak artikelnya sampai akhir!
Pekerjaan Menjadi Seorang Virtual Assistant Bertugas untuk Layanan Pelanggan dan Dukungan Klien
Untuk beberapa klien, mereka membutuhkan seorang Virtual Assistant untuk melakukan interaksi dengan pelanggan atau komunitas secara langsung, seperti menjawab pertanyaan, melakukan follow-up, atau mengarahkan masalah ke tim yang tepat.
Virtual Assistant yang bertugas sebagai Customer Service tentunya harus dapat menjawab pertanyaan pelanggan baik lisan maupun tulisan seperti melalui telepon, chat, maupun email.
Oleh karena itu, keahlian yang dibutuhkan antara lain meliputi empati, ketahanan dalam menghadapi pertanyaan/keluhan, penguasaan komunikasi daring, dan kemampuan memberikan solusi yang tepat.
Recruitment
Dalam bidang tertentu, terdapat klien yang membutuhkan Virtual Assistant untuk melakukan perekrutan bagi perusahaannya. Dilansir dari artikel Kelas.work, Virtual Assistant dalam bidang ini biasanya akan membuat deskripsi pekerjaan hingga membahas persyaratan yang diperlukan untuk posisi tertentu.
Selain itu, Virtual Assistant di bidang ini akan memposting deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan di banyak platform job seeker guna mencari kandidat yang tepat.
Oleh karena itu, Virtual Assistant yang bertugas menjadi Recruiter harus memiliki kemampuan mereview lamaran calon pekerja dan kemampuan pendukung lainnya.
Tugas Spesifik atau Proyek Khusus
Selain tugas umum, banyak Virtual Assistant yang mengerjakan proyek khusus sesuai keahlian, misalnya manajemen proyek ringan, SEO, desain grafis, event virtual, atau analisis pemasaran sederhana.
Bahkan, Virtual Assistant yang mahir di bidang manajemen proyek atau marketing dapat naik ke jenjang manajerial. Hal ini tentunya membuka peluang besar dan menegaskan bahwa pekerjaan menjadi seorang Virtual Assistant tidak harus stagnan, melainkan dapat berkembang.
Skill yang Wajib Dimiliki Seorang Virtual Assistant
Selain memiliki laptop dan koneksi internet, seorang Virtual Assistant perlu memiliki skill yang relevan. Beberapa skill kunci di antaranya:
- Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif meliputi komunikasi tertulis maupun lisan karena hampir semua interaksi dengan klien berlangsung daring. - Manajemen Waktu
Manajemen waktu sangat penting karena seorang Virtual Assistant harus mampu mengatur beberapa tugas sekaligus, memprioritaskan, dan memenuhi tenggat waktu dengan tepat. - Literasi Digital dan Penggunaan Alat
Literasi digital dan penggunaan alat, seperti penguasaan aplikasi produktivitas (Microsoft Office, Google Workspace), platform rapat daring, hingga CMS atau alat manajemen proyek, menjadi bekal penting untuk menunjang kinerja. - Adaptabilitas dan Inisiatif
Adaptabilitas dan inisiatif diperlukan karena klien memiliki kebutuhan yang berubah-ubah sehingga instruksi dapat diberikan secara mendadak. - Decision Making atau Pengambilan Keputusan
Decision making atau pengambilan keputusan merupakan keterampilan yang diperlukan dalam bidang-bidang yang membutuhkan solusi konkret dan cepat. - Keahlian Spesifik
Keahlian spesifik (bersifat opsional) dapat meningkatkan nilai kamu sebagai Virtual Assistant, misalnya dalam pengelolaan media sosial, desain ringan, digital marketing, pembukuan, atau penulisan konten.
Dengan menguasai skill-skill tersebut, peluang kamu dalam pekerjaan menjadi seorang Virtual Assistant akan jauh lebih besar, baik dari sisi mendapatkan klien maupun tarif yang dapat kamu kenakan.
Perkiraan Gaji untuk Pekerjaan Menjadi Seorang Virtual Assistant di Indonesia
Gaji atau tarif bekerja sebagai Virtual Assistant sangat bervariasi tergantung klien dan kompleksitas tugas. Menurut Liputan6.com, rata-rata gaji seorang Virtual Assistant dapat berkisar Rp 450.000 per jam.
Dilansir dari Glints, gaji Virtual Assistant dapat berkisar Rp 3.000.000 hingga Rp 5.000.000 per bulannya. Selain itu, menurut Kelas.work, gaji Virtual Assistant di Indonesia dapat mencapai Rp 150.000.000 per tahunnya.
Perbedaan gaji tersebut dapat terjadi karena perbedaan bidang kerja klien hingga dari mana klien berasal. Jika kamu bekerja untuk klien luar negeri, gaji yang akan didapatkan bisa lebih tinggi dari Virtual Assistant dalam negeri.
Selain itu, gaji juga didasarkan pada pengalaman serta keahlian yang kamu miliki. Klien akan melihat potensi yang kamu tawarkan.
Halaman:


