12 Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI, Ada Apa Saja?
Bagi kamu yang ingin mengetahui apa saja profesi atau pekerjaan yang tak bisa digantikan oleh AI (Artificial Intelligence), dalam artikel ini Mamikos akan memberikan informasinya. Baca, yuk!
Pesatnya perkembangan AI dianggap sebagai dua belah mata pisau yang saling bersebrangan. Di satu sisi dirasa dapat membantu manusia, namun di sisi lain ditakutkan dapat mengancam dan menggantikan manusia dalam berbagai posisi pekerjaan.
Ketakutan tersebut valid karena memang AI dirancang untuk memiliki kecerdasan yang hampir seperti manusia.
Dengan kecerdasan tersebut, banyak perusahaan di seluruh dunia yang mengembangkan AI untuk mengisi beberapa bidang pekerjaan, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang bersifat repetitif dan tidak begitu memerlukan kecerdasan kognitif.
Namun, meskipun saat ini trend AI sudah dimulai dan berkembang pesat, sebenarnya masih ada banyak pekerjaan yang tidak bisa digantikan oleh AI, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan. Apa sajakah pekerjaannya? Berikut adalah beberapa diantaranya.
Daftar Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI
Pekerjaan 1: Psikolog dan Psikiater

Meskipun teknologi AI telah banyak dikembangkan dalam dunia kesehatan termasuk psikologi, hal tersebut tidak serta merta dapat menggantikan peranan psikolog dan psikiater. Dua pekerjaan ini merupakan profesi yang sulit karena berkaitan dengan kesehatan mental dan jiwa yang kompleks.
Kompleksitas mental dan jiwa tersebut tentunya sulit dibaca oleh AI yang hanya sebuah mesin. Apalagi AI sendiri tidak memiliki emosi yang sama seperti manusia. Sehingga sulit bagi AI dalam memahami mental atau psikologi manusia dengan akurat.
Seorang psikolog dan psikiater harus memiliki banyak keterampilan termasuk dapat mendengarkan dengan aktif dan memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, menjalin interaksi atau hubungan secara langsung dengan klien agar dapat menjalani konseling dengan baik.
Hal ini sangat sulit bagi AI untuk menggantikan peranan manusia sebagai psikolog maupun psikiater. Terlebih, untuk menjadi seorang psikolog dan psikiater pun memerlukan sertifikasi dan pendidikan yang tinggi.
Pekerjaan 2: Dokter dan Pekerja Kesehatan

Selain psikolog dan psikiater, tenaga ahli kesehatan lainnya seperti dokter, perawat, bidan, terapis, dan yang lainnya juga sulit digantikan pekerjaannya oleh AI. Bidang kesehatan memang merupakan hal yang sangat komplek dan membutuhkan kecerdasan manusia.
Pengobatan penyakit tentunya bukanlah suatu hal biasa yang dapat ditangani secara sembarangan oleh yang bukan ahlinya. Apalagi, penyakit-penyakit yang diderita oleh manusia memiliki kompleksitas yang sangat tinggi.
Seorang pekerja kesehatan juga dituntut untuk memiliki empati yang tinggi, komunikasi yang baik, pengambilan keputusan yang tepat, serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pasien.
Hal-hal seperti ini tentunya membuat perancangan AI untuk menggantikan tenaga kesehatan sangatlah sulit. AI tidak mampu memiliki kemampuan untuk menganalisis penyakit yang diderita pasien,memahami pikiran pasien, dan menjaga perasaan pasien.
Pekerjaan 3: Guru

Selain pekerjaan dalam bidang kesehatan, guru atau tenaga pendidik lainnya juga merupakan pekerjaan yang belum bisa digantikan oleh AI.
Meskipun sudah ada banyak teknologi AI yang diterapkan dalam dunia pendidikan. Guru tetap menjadi pekerjaan yang kemungkinan akan sulit digantikan oleh AI. Hal ini dikarenakan guru tidak hanya bertugas untuk mengajarkan materi pembelajaran di sekolah saja.
Guru juga dituntut untuk memberikan contoh atau teladan yang baik terhadap murid, menerapkan norma, nilai, budaya, tatak krama, dan masih banyak lagi hal penting lainnya terhadap murid.
Selain itu, guru juga memerlukan empati terhadap murid dan metode pembelajaran yang tepat untuk setiap murid. Hal ini dikarenakan setiap murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Halaman:

