8 Pemikiran yang Harus Kamu Buang Agar Skripsi Kamu Cepat Selesai

 Bella Carla | Jum, 24 Jul 2020

8 Pemikiran yang Harus Kamu Buang Agar Skripsi Kamu Cepat Selesai – Setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah, kini saatnya kamu berhadapan dengan yang namanya skripsi. Seusai menamatkan kewajiban teoritismu, sekarang tiba waktunya menguji kemampuanmu memahami berbagai materi lewat sebuah penelitian. Tidak sedikit orang mengaku bahwa momen mengerjakan skripsi adalah saat terberat selama mengamban status sebagai mahasiswa. Agar skripsi kamu cepat selesai, yuk cek deretan pemikiran yang harus kamu buang agar skripsi kamu cepat selesai di bawah ini.

Deretan Pemikiran Yang Harus Kamu Buang Agar Skripsi Cepat Selesai

unsplash.com

Sebagai mahasiswa kamu pun diwajibkan melakukan sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan. Ada banyak mahasiswa yang mengaku gagal mengemban gelar sarjana karena tak mampu menyelesaikan skripsinya. Namun, sebetulnya skripsi tidak sesulit yang kita bayangkan asalkan tahu tips dan triknya.

Apa Itu Skripsi?

Skripsi atau tugas akhir adalah istilah yang di gunakan di Indonesia untuk mendapatkan gelar sarjana dari perguruan tinggi. Skripsi suatu karya untuk menghasilkan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan di kerjakan menurut aturan dan tata cara tertentu. Tujuan skripsi secara umum bertujuan untuk mengembangkan ilmu dari berbagai pengetahuan yang telah di pelajari selama bangku perkuliahan. Mahasiswa wajib menulis skripsi selain untuk syarat kelulusan juga untuk memberi pengetahuan dan ketrampilannya dalam menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan ilmu yang sedang di tulisnya.

Langkah-langkah Membuat Skripsi

Meskipun sebenarnya hampir semua kampus akan memberikan buku panduan skripsi untuk para mahasiswa yang mengambil mata kuliah satu ini, tentu akan ada beberapa dari kalian yang kurang paham dengan buku panduan tersebut karena sebagian besar ditulis menggunakan bahasa akademik. Karena hal itulah di dalam kesempatan kali ini Mamikos akan membahas tentang langkah-langkah membuat skripsi dengan menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Menentukan judul dan topik

Menentukan judul dan topik merupakan langkah-langkah membuat skripsi yang tidak boleh terlewatkan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya ilmu-ilmu yang dipelajari selama di bangku kuliah membuat setiap mahasiswa harus memfokuskannya penelitian mereka ke satu teori saja agar hasil penelitiannya pun menjadi lebih mendalam. Biasanya, dosen akan memberikan kebebasan penuh kepada mahasiswa untuk memilih tema yang paling mereka sukai atau yang dianggap paling mudah. Selain itu, judul dan topik penelitian juga bisa kamu ambil dari berbagai perspektif dan sudut pandang.

Kamu bisa mencari isu-isu yang tengah menjadi trend di kalangan masyarakat agar ketika waktunya terjun ke lapangan untuk mengambil data, kamu bisa mendapatkan hasil yang memuaskan karena banyaknya sumber yang bisa digunakan. Walaupun misalkan kamu ingin membuat penelitian yang lebih berbobot agar bisa mendapatkan nilai yang baik, jangan lupa untuk mempertimbangkan tingkat kesulitannya pula. Apakah topik ini memungkinkan untuk kita teliti? Lalu apakah sumber datanya akan mudah untuk didapat? Dan apakah dalam pengambilan data kamu akan membutuhkan dana dan waktu yang lebih?

  • Pilih dosen pembimbing yang menguasai topik penelitian

Dosen pembimbing memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kelancaran dalam langkah-langkah membuat skripsi yang kamu lakukan. Perlu diketahui bahwa walaupun berstatus sebagai dosen, sebenarnya tidak semua dosen menguasai mata kuliah yang diajarkan. Ada dosen yang lebih menguasai kualitatif, ada pula dosen yang lebih menguasai kuantitatif. Ada dosen yang menguasai topik tertentu, tetapi ia justru tidak terlalu menguasai topik lainnya.

Nah, hal ini perlu menjadi bahan pertimbanganmu. Salah memilih dosen bisa menimbulkan kendala baru selama pembuatan skripsi. Maka dari itu, jangan hanya memilih dosen dari cara mereka mengajar di kelas saja, tetapi juga pilihlah dosen yang menguasai topik penelitian mu.

  • Membuat kerangka penelitian

Setelah mendapatkan judul dan topik penelitian, selanjutnya kamu harus menyusun kerangka penelitian. Biasanya, beberapa kampus memiliki standar yang berbeda-beda mengenai kerangka penelitian ini, yang mana hal satu ini sudah bisa kamu dapatkan di buku panduan yang diterbitkan oleh setiap fakultas. Namun secara umum, kerangka penelitian mempergunakan cover judul, daftar isi, pendahuluan, tinjauan teoritis, metode penelitian, temuan dan pembahasan, serta kesimpulan.

  • Sidang proposal

Sebelum mengarah ke sidang akhir, biasanya para mahasiswa harus melalui langkah-langkah membuat skripsi satu ini. Sidang proposal menjadi penentu apakah topik yang kamu pilih disetujui atau tidak. Berhubungan dengan poin sebelumnya mengenai kerangka penelitian, di sidang proposal ini kamu hanya diminta untuk membuat proposal dari bab 1 sampai dengan bab 3 saja. Sedangkan untuk bab 4 dan bab 5 barus bisa kamu tulis setelah melalui sidang proposal ini.

Biasanya di sidang proposal, kamu akan dihadapkan oleh dosen pembimbing 1 yang mana merupakan dosen pembimbingmu sendiri dan dosen pembimbing 2 yang pada nantinya akan menjadi penguji dari sidang skripsi yang akan kamu lakukan. Dalam hal ini, kamu harus meminta persetujuan dari kedua dosen pembimbing terlebih dahulu mengenai isi dari skripsi yang kamu buat. Pada nantinya kedua dosen masing-masing akan memberikan catatan perubahan maupun perbaikan yang harus dilakukan sang mahasiswa agar isi skripsi menjadi lebih sempurna.

  • Bimbingan dan revisi proposal

Setelah sidang proposal, selanjutnya kamu pun sudah bisa melakukan bimbingan dan revisi. Apapun hasil kamu dapat ketika sidang proposal, kamu tetap harus melakukan bimbingan dan revisi. Hanya saja di tahap ini, kamu tidak hanya melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing utama saja, melainkan juga dengan dosen pembimbing 2 atau yang pada nantinya akan menjadi penguji di sidang akhir. Biasanya inilah yang sering kali dilupakan dan diabaikan oleh mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang sudah merasa aman ketika sidang proposal berakhir. Padahal, skripsi mereka sama sekali masih jauh dari kata selesai. Perlu diketahui bahwa di langkah-langkah membuat skripsi inilah justru kamu akan berhadapan dengan perjuangan yang sebenarnya. Kamu akan mulai sering datang ke kampus untuk bimbingan, menghabiskan waktu di perpustakan kampus, turun ke lapangan untuk wawancara atau menyebar kuesioner, hingga sering begadang untuk menyelesaikan revisi.

Di dalam tahap ini kamu benar-benar diharuskan untuk menjaga stamina dan kesehatan agar tidak gugur di tengah-tengah. Proses ini harus kamu lakukan sampai antara dosen pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2 sudah memberikan tanda tangan persetujuan bahwa kamu siap maju di sidang akhir. Apabila kedua dosen sudah memberikan tanda tangan, maka dapat dikatakan bahwa skripsimu sudah di posisi 90 persen dari sempurna. Sisanya 10 Persen adalah persiapanmu ujian Meja Hijau atau sidang akhir yang menjadi penentu apakah kamu berhak mendapatkan gelar sarjana atau tidak.

  • Penulisan dan penjilidan

Penulisan dan penjilidan harus sesuai dengan format yang telah dikeluarkan dan ditentukan oleh masing-masing kampus, termasuk warna dari sampul serta sistem penulisan. Nah, langkah-langkah membuat skripsi satu ini biasanya sudah bisa kamu lihat di dalam buku panduan skripsi yang diterbitkan oleh setiap fakultas. Jadi, jangan lupa untuk membaca buku panduan itu dengan teliti.

  • Ujian skripsi

Terakhir, adalah sidang ujian akhir. Di dalam tahap ini, kamu diharuskan untuk mempersiapkan presentasi sebaik-baiknya dan pastikan bahwa kamu benar-benar menguasai materi yang terdapat di dalam skripsi. Selain itu, pastikan bahwa kamu memberikan jawaban yang memuaskan ketika sang penguji memberikan mu pertanyaan. Kamu tidak perlu memberikan jawaban yang bertele-tele, justru penguji tidak akan suka dengan itu.

Berikanlah jawaban yang singkat, padat, dan jelas dari seluruh pertanyaan yang diajukan. Dan yang pasti, tunjukan bahwa kamu benar-benar menguasai materi yang dipresentasikan. Tidak hanya itu, biasanya presentasi akhir memiliki waktu yang telah ditentukan, dan apabila presentasi kamu melebihi waktu tersebut, maka dosen akan memintamu untuk berhenti dan tidak melanjutkan presentasi lagi. Maka dari itu, pastikan pula bahwa presentasi yang kamu lakukan tidak melebihi jangka waktu yang telah ditentukan.

Deretan Pemikiran Penyebab Skipsi Lama Selesai

Di bawah ini ada informasi terkait deretan pemikiran yang harus kamu buang agar skripsi kamu bisa cepat selesai:

1. Skripsi itu mudah

unsplash.com

Memang benar adanya bahwa kita harus selalu berpikir positif dengan memandang bahwa skripsi bukanlah sesuatu yang sulit. Namun, jangan sampai kamu malah menganggap enteng skripsi ya. Karena jika kamu sudah memiliki pemikiran seperti ini, maka kamu mungkin akan mudah tergoda untuk menunda pengerjaan skripsi. Untuk itu, jauhkan pemikiran yang satu ini ya.

2. Waktu masih panjang

unsplash.com

Walaupun kebijakan tiap kampus berbeda-beda, namun pengerjaan skripsi idealnya dibatasi waktu antara 6 bulan hingga satu tahun. Dengan tenggat waktu tersebut, kamu mungkin berpikir bahwa kamu punya waktu yang cukup banyak untuk mengerjakan skripsi. Dengan begitu, kamu menjadi mudah untuk menunda pengerjaan skripsi. Padahal ketika kamu sudah memasuki masa skripsi, waktu akan terasa berjalan begitu cepat lho.

3. Dosen pembimbing killer

unsplash.com

Tak bisa dimungkiri, karakter dosen pembimbing menjadi salah satu penentu cepat atau tidaknya kamu dalam menyelesaikan skripsi. Tiap dosen tentu punya karakter berbeda-beda. Ada yang mudah ditemui dan perhatian, ada yang susah ditemui, bahkan ada juga yang hobi memberi revisi.   Namun seperti apa pun karakteristik dosen yang membimbing kamu, kamu harus tetap menjalin hubungan yang baik dengannya.

Jangan sampai kamu berpikir negatif bahwa dosenmu killer, meski seandainya itu memang benar. Killer atau tidaknya dosen sebenarnya tergantung dari pemikiranmu kita sendiri. Asalkan kamu tetap berlaku baik dan berusaha mengerjakan skripsi dengan baik, yakinlah bahwa kamu tetap bisa menyelesaikannya tepat waktu.

4. Malas mencari referensi

unsplash.com

Memang tidak semua orang suka membaca. Jangankan baca buku kuliah yang setebal kitab sejarah, membaca novel tipis saja mungkin tidak setiap orang merasa tak mampu. Tapi kalau sudah soal skripsi, mau tidak mau kamu harus banyak-banyak membaca.

Bagaimana kamu bisa menerangkan gagasanmu kalau kamu tidak terlalu paham dengan materi yang kamu terangkan. Untuk memahami materi, tentunya kamu harus banyak membaca referensi. Jika kamu ingin skripsi kamu cepat selesai, jauhkanlah pemikiran kamu untuk malas mencari referensi. Karena jika kamu malas untuk mencari referensi, maka skripsi kamu pun tidak akan terselesaikan.

5. Bertanya adalah sesuatu yang memalukan

unsplash.com

Dalam mengerjakan skripsi, kita mungkin dihadapkan pada berbagai masalah, hal yang membingungkan, atau hal yang kurang dipahami. Dengan situasi seperti itu, bertanya bisa menjadi solusi yang tepat. Kamu bisa bertanya kepada orang yang dianggap mengerti permasalahan yang kamu hadapi, seperti dosen, teman sebagai, senior, alumni, atau bahkan adik kelas.

Sayangnya, beberapa orang mungkin masih merasa gengsi untuk bertanya atau bahkan berpikir bahwa bertanya adalah sesuatu yang memalukan. Padahal dengan bertanya, kamu bisa menjawab permasalahan tersebut dengan lebih cepat daripada harus mencari tahu semuanya sendiri. Untuk itu, kini kamu harus membiasakan guna menjauhkan pemikiran bahwa bertanya itu adalah sesuatu yang memalukan ya.

6. Kemampuan diri sendiri rendah

unsplash.com

Jika ada sebagian orang yang kerap menganggap skripsi itu mudah, namun ada pula sebagian orang yang malah beranggapan sebaliknya. Jika kamu memiliki pemikiran bahwa kamu tidak memiliki kemampuan untuk bisa menyelesaikan skripsi, maka mulai sekarang jauhkanlah pemikiran tersebut. Percayalah bahwa kita semua punya peluang yang sama untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu. Asalkan kita memiliki kemauan untuk terus berusaha.

7. Tidak punya banyak teman

unsplash.com

Jangan salah, teman itu juga merupakan faktor yang menentukan skripsimu cepat kelar atau nggak. Semakin banyak teman, semakin banyak yang mendukung dan membantumu dalam mengerjakan skripsi. Nah, bagi kamu yang lagi berjuang menyelesaikan skripsi nggak ada salahnya kamu nyari temen sebanyak mungkin.

8. Menunggu teman tamat

unsplash.com

Banyak yang telat menyelesaikan skripsi dikarenakan ingin menunggu teman tamat. Tentunya pemikiran seperti ini harus kamu buang jauh-jauh. Karena jika kamu masih menanamkan pemikiran seperti ini, maka kamu akan terbawa untuk malas mengerjakan skripsi kamu. Padahal kamu memiliki kemampuan untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu. Tentu akan rugi bukan?

Itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait 8 pemikiran yang harus kamu buang agar skripsi kamu cepat selesai. Salah satu syarat yang harus dilalui oleh seluruh mahasiswa agar dapat lulus dan meraih gelar sarjana S1 adalah dengan menyelesaikan skripsi. Skripsi dapat dikatakan pula sebagai penelitian akhir yang menjadi salah satu bukti bahwa sang mahasiswa sudah cukup mumpuni dalam menguasai ilmu-ilmu yang dipelajari selama di bangku kuliah. Jika kamu ingin mencari informasi menarik lainnya, jangan lupa untuk kunjungi situs Mamikos secara berkala ya.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: