12 Contoh Penutup Makalah/Skripsi, Kesimpulan dan Saran Yang Baik dan Benar

Contoh Penutup Makalah / Skripsi – Sebagai seseorang yang kerap berkutak dalam dunia pendidikan tentunya kamu sudah pernah bukan membuat sebuah karya ilmiah, seperti makalah, hingga skripsi? Di setiap akhir dari sebuah karya tulis ilmiah, pastinya memiliki bagian kesimpulan yang merangkum seluruh hal terkait tulisan kamu.

Buat kamu yang sebelumnya belum pernah menulis makalah ataupun skripsi, mungkin artikel ini bisa cukup membantu kamu.

Di bawah ini, kamu bisa menemukan beberapa contoh bagian penutup mulai dari kesimpulan hingga saran untuk makalah atau skripsi kamu.

Deretan Contoh Penutup Makalah / Skripsi Mulai dari Kesimpulan Hingga Saran

unsplash.com

Buat kamu yang baru saja mendapatkan tugas untuk membuat makalah, atau sedang bergelut dengan skripsi maka perlu diketahui pembuatan kedua karya ilmiah tersebut wajib untuk menyertakan kesimpulan dan saran.

Di mana kesimpulan dan saran ini umumnya masuk dalam bagian penutup dalam sebuah karya ilmiah.

Jika kamu masih kebingungan membuat bagian penutup dari makalah atau skripsi yang baik dan benar, maka cek informasi hingga contohnya di bawah ini ya!

Apa Itu Penutup Dalam Makalah?

Bagian penutup dalam makalah atau yang kerap disebut bab penutup merupakan bagian yang mengungkapkan simpulan dan saran secara singkat terhadap pembahasan yang telah diuraikan pada bagian isi.

Bagian penutup ini sering pula disebut sebagai bab kesimpulan dalam makalah hingga skripsi.

Pada bagian kesimpulan, kamu harus menuliskan kesimpulan secara menyeluruh atas pembahasan atau isi dari makalah.

Sedangkan pada bagian saran, kamu cukup menuliskan saran atau rekomendasi kamu terhadap tema atau persoalan yang diangkat dalam makalah.

Bagian penutup yang baik umumnya memenuhi beberapa syarat, yakni tidak bertele-tele, fokus merangkum bagian isi makalah, dan tidak memberikan saran atau rekomendasi yang tidak ada hubungannya dengan pembahasan.

Apasih Kesimpulan Dalam Makalah Itu?

Jika menelaah dari KBBI, kesimpulan merupakan keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif dari suatu pembahasan maupun gagasan.

Kerap digunakan pada bab akhir dalam sebuah makalah maupun skripsi, kesimpulan adalah hasil akhir yang menjelaskan mengenai keseluruhan hasil dari penelitian yang dilakukan.

Tidak hanya itu, kesimpulan juga dapat menjadi suatu pembahasan akhir yang menjadi perhatian akhir dari suatu karya tulis ilmiah.

Namun, masih banyak diantara kita yang meremehkan bab akhir yang terdapat di dalam sebuah karya tulis ilmiah ini.

Dengan demikian, ketika telah mendapati salah satu bab akhir dalam karya tulis ilmiah maka kamu pun akan menjadi bingung dan menulis seadanya saja tanpa mementingkan unsur-unsur penting yang ada dalam penulisan kesimpulan.

Cara Dan Langkah Membuat Kesimpulan Makalah Yang Benar

Bagian penutup dalam makalah lebih menonjolkan mengenai kesimpulan yang bisa di dapat di dalam makalah yang sudah kamu buat.

Untuk membuat kesimpulan yang baik dan benar, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Isi dalam kesimpulan harus berupa analisis dari kajian pustaka dan juga interpretasi dari tema yang telah diangkat. Bisa berupa implikasi dan bisa juga berupa inferensi.
  2. Isi dalam kesimpulan sebaiknya mengandung saran yang ditujukan untuk pembaca.
  3. Kesimpulan makalah sebaiknya dibuat dengan menjelaskan secara singkat isi dari karya ilmiah yang telah dijelaskan pada sebelumnya.
  4. Dalam membuat kesimpulan karya tulis ilmiah, hindari menyimpulkan materi yang tidak di ulas dalam pembahasan.

Jenis Kesimpulan

Adapun untuk beragam macam jenis kesimpulan dalam sebuah karya ilmiah, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Perbandingan (Comparison)
    Jenis kesimpulan ini membandingkan dua elemen satu sama lain atau membandingkan satu elemen dengan elemen itu sendiri. Contohnya: Jelas bahwa kandidat tahun ini lebih kuat dari kandidat tahun lalu; Jelas bahwa kandidat tahun ini memahami keinginan publik lebih baik daripada yang dia lakukan setahun yang lalu. Indikator umum kata perbandingan (lebih baik daripada, lebih sehat daripada, lebih berguna daripada) dapat membantu kamu dalam mengidentifikasi kesimpulan sebagai perbandingan.
  2. Sebab-Akibat (Causation)
    Ketika satu hal seperti peristiwa, tindakan, fenomena secara langsung memengaruhi yang lain, itu termasuk dalam jenis kesimpulan hubungan sebab akibat. Contohnya: Tadi malam, saya minum obat batuk dan hari ini saya merasa jauh lebih baik. Sehingga obat batuk benar-benar efektif. (Penyebab: obat batuk; efek: merasa lebih baik).
  3. Penilaian (Assessments)
    Ketika seorang arguer memberikan atribut subyektif tertentu untuk sesuatu, kamu pun bisa menyebutnya penilaian. Contohnya: Bunganya indah; Kebijakan ini sangat membantu; Hasilnya akan menjadi penting. Catatan: Fakta-fakta ilmiah bukanlah penilaian “Matahari terdiri dari beberapa gas” adalah fakta”; Matahari adalah pemandangan yang menyenangkan” adalah penilaian.
  4. Rekomendasi (Recommendation)
    Jenis kesimpulan yang satu ini menegaskan metode atau tindakan yang terbaik atau dalam bentuk negatifnya, merekomendasikan terhadap metode atau tindakan tertentu. Contohnya: Dalam mengobati penyakit ini, maka, dokter harus mendukung pengobatan X. Indikator umum kata kunci seperti “harus” akan memberi sinyal rekomendasi kepada Anda, tetapi kadang-kadang rekomendasi tersirat.
  5. Prediksi (Prediction)
    Jenis kesimpulan yang satu ini merupakan sebuah prediksi menegaskan pendapat si pendebat tentang sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat atau jauh. Contohnya: Jelas, pertandingan tenis akan dijadwal ulang; Populasi tunawisma mungkin tidak berkurang tahun depan. Untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan kesimpulan. Jika si arguer percaya bahwa sesuatu akan atau tidak akan terjadi di beberapa titik di masa depan, kemungkinannya bagus bahwa itu adalah kesimpulan utama argumen.
  6. Keyakinan Sederhana (Simple Beliefs)
    Jenis kesimpulan yang satu ini mungkin terdengar cukup menyesatkan, karena kamu bisa mengatakan bahwa semua kesimpulan adalah semacam keyakinan sederhana. Namun, beberapa orang merasa berguna untuk mengkarakterisasi kesimpulan apa pun yang bukan salah satu dari tipe di atas sebagai keyakinan sederhana. Jenis kesimpulan yang satu ini merupakan klaim sederhana yang diyakini oleh si arguer itu benar dan itu bukan perbandingan, penilaian, rekomendasi, atau prediksi. Contohnya: Jelas bahwa siswa tersebut menyontek pada ujian; Pencuri itu mungkin masih di suatu tempat.

Ciri-Ciri Kesimpulan

Ciri-ciri atau karakteristik kesimpulan yang baik adalah sebagai berikut.

  1. Menyatakan kembali kalimat tesis (pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karya tulis ilmiah) tetapi tidak menggunakan kata-kata yang persis.
  2. Menyatakan kembali kalimat topik penelitian dari paragraf yang telah dikembangkan tetapi tidak menggunakan kata-kata yang persis.
  3. Jika sesuai, itu menyatakan pendapat, membuat prediksi, atau memberikan solusi.
  4. Diakhiri dengan pernyataan yang meringkas esai.
  5. Menggunakan kata transisi ringkasan (yaitu, dengan kata lain, singkatnya, ringkasanya, kesimpulannya, dan karena itu) untuk memberi isyarat kepada pembaca bahwa ide-ide tersebut akan berakhir.

Contoh Kesimpulan Dalam Makalah

Nah, ketika kamu akan membuat kesimpulan, tak ada salahnya jika kamu mengetahui susunan kesimpulan yang baik sesuai dengan contoh kalimat kesimpulan yang telah lolos dalam penulisan skripsi, makalah mauapun karya tulis.

Adapun contohnya adalah sebagai berikut:

Contoh 1

Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut :

Hasil pengamatan terhadap official website Unilever menunjukkan bahwa Unilever telah mencoba memanfaatkan laman resminya untuk mengungkapkan program CSR yang dilakukannya, baik dari sisi tata kelola perusahaan dan pelaporan, kebijakan lingkungan dan kebijakan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa Index Publisitas Unilever adalah 13, index tersebut diperoleh dari tata kelola perusahaan dan pelaporan sebanyak 4 kategori, dari dasar kebijakan terhadap lingkungan yang dilakukan sebanyak 4 kategori, dan dari sisi kebijakan sosial sebanyak 5 kategori. Dengan demikian Unilever telah mengungkapkan 13 informasi yang relevan dengan CSR kepada publik melalui official website-nya.

Contoh 2

Kesimpulan

Perbedaan harga antara pedagang sayur di Pasar Tradisional Benhill kiranya tidak terlalu signifikan. Sebab, perbedaan harganya hanya mencapai 6,5 persen sehingga pola perdagangan tidak saling menjatuhkan satu dengan lainnya. Dari 10 pedagang yang diwawancarai, rata-rata harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda. Untuk harga cabai keriting kisarannya antara Rp30.000-Rp35.000 perkilogram, harga cabai rawit merah besar kisarannya antara Rp25.000-Rp28.000 perkilogram, harga bawang merah kisarannya antara Rp35.000-Rp38.000 perkilogram, dan bawang putih kisarannya antara Rp48.000-Rp50.000 perkilogram. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa persaingan pedagang termasuk sehat. Dengan demikian, kegiatan ekonomi di Pasar Tradisional Benhill tidak terjadi monopoli oleh satu pedagang tertentu.

Contoh 3

Kesimpulan

Penulis mengambil kesimpulan dari hasil analisis dengan menggunakan data penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara dan pengumpulan dokumen. Berdasarkan pengalaman penulis dalam melakukan penelitian terhadap penerapan jurnalisme publik di media online lokal Sorotgunungkdul.com dalam pemberitaan skatepark, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut.

Sebagai media berita online yang memiliki eksistensi di kabupaten Gunungkidul,Sorotgunungkidul.com telah menerapkan beberapa konsep jurnalisme publik. Pertama, Sorotgunungkidul.com sudah mampu menempatkan publik sebagai partisipan aktif. Berkaitan dengan konsep utama dari jurnalisme publik, media telah berupaya mengajak, mendorong dan memposisikan masyarakat sebagai aktor aktif dalam pemberitaan. Hal ini dibuktikan dengan publik yang telah ikut menyampaikan informasi berita melalui penyajian kolom komentar akun facebook Sorotgunungkidul.com.

Wartawan Sorotgunungkidul juga sering mendatangi kelompok atau komunitas di wilayah Gunungkidul untuk mendengarkan kepentingan hak publik yang biasanya berkaitan dengan program pemerintah, seperti pada pemberitaan pembangunan skatepark. Kemudian dari informasi yang didapat tersebut, Sorotgunungkidul.com mengangkatnya menjadi sebuah berita, dengan mengangkat warga dan komunitas sebagai narasumber berita. Hal ini juga sejalan dengan salah satu visi Sorotgunungkidul.com yaitu sebagai pusat pembelajaran serta menyajikan informasi yang sehat dengan mengoptimalkan potensi kebudayaan daerah serta memperhatikan komunitas yang terabaikan.

Sorotgunungkidul.com juga telah menerapkan konsep jurnalisme publik pers berperan serta dalam meningkatkan kesejahteraan publik. Dibuktikan dengan media telah mampu menjadi wadah penyalur aspirasi publik. Dalam kasus ini, Sorotgunungkidul,com melalui pemberitaannya telah memperjuangkan komunitas PMDAskateboard untuk memperoleh apa yang dicita-citakan komunitas selama ini, yaitu pembangunan skatepark.

Berkaitan dengan konsep pers sebagai sarana ruang publik yang ideal, Sorotgunungkidul.com dirasa telah menerapkan konsep tersebut. Dapat dibuktikan dari pernyataan wartawan Sorotgunungkidul.com yang mengatakan bahwa selama proses pemberitaan mengenai pembangunan skatepark, tidak ada satupun oknum yang mempengaruhi penulisan beritanya. Wartawan Sorotgunungkidul.com mengangkat isu tersebut murni inisiatif wartawan untuk mengangkat derajat publik guna mendapatkan hak publik dari pemerintah.

Selain itu didalam konsep pers sebagai sarana ruang publik juga terdapat karakterisrik transparansi dan cover both side. Aspek transparansi dapat dilihat melalui pemberitaan skatepark yang telah memaparkan segala informasi yang berkaitan dengan pembangunan. Sedangkan aspek cover both side dapat dilihat dari keberimbangan narasumber yang diangkat Sorotgunungkidul.com. Dari tujuh berita pembangunan skatepark yang dimuat Sorotgunungkidul.com, empat berita telah menampilkan narasumber yang berasal dari warga dan komunitas, sedangkan tiga berita lainnya menampilkan narasumber dari pemerintah.

Kemudian berkaitan dengan media online, pemilihan Sorotgunungkidul.com menyebarkan pemberitaan melalui media online dan ditunjang dengan media sosial (BBM dan facebook) lebih mempermudah Sorotgunungkidul.com untuk memenuhi konsep jurnalisme publik. Melalui beberapa karakteristik yang terdapat pada media online, menjadikan proses jurnalisme publik lebih dapat terlihat. Proses-proses pertukaran informasi, pelibatan publik sebagai aktor aktif dalam proses pemberitaan dapat tergambar dengan jelas.

Contoh 4

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan self censorship di televisi terestrial Indonesia, dalam penelitian ini data di dapat dari dua televisi nasional, yaitu Indosiar dan NET. P3SPS, SPS BAB XII Pasal 18 Poin H menjadi fokus penelitian. Hal ini dikarenakan proses sensor yang diterapkan terkait dengan bagian tubuh perempuan, seperti belahan payudara, perut, dan paha/bokong. P3SPS merupakan peraturan dari KPI pada tahun 2012, yang didalamnya mengatur perihal penyiaran di Indonesia termasuk televisi.
Dalam pelaksanaanya, peneliti menemukan berbagai hal tentang self censorship.

Intepretasi tentang P3SPS, SPS BAB XII Pasal 18 Poin H
Pasal yang berbunyi “Dilarang mengeksploitasi dan/atau menampilkan bagian-bagian tubuh tertetu seperti paha, bokong, payudara, secara close up dan/atau medium shoot” diintepretasikan sebagai larangan yang harus diterapkan pada tayangan yang menurut narasumber berkaitan dengan aturan tersebut. Gambar yang dimaksud seperti belahan payudara, paha, perut, dan juga baju menerawang atau seolah-olah telanjang. Maka, dalam penerapannya dilakukan dengan merata tanpa memandang konteksnya. Selain aturan tersebut, narasumber melakukan sensor berdasarkan pengalaman bekerja di dunia televisi dan literasi pribadi narasumber. Narasumber dari Indosiar juga masih merasa kebingungan dalam menerapkan pasal tersebut, karena dianggap masih belum jelas standarnya. Hal ini menyebabkan tidak adanya konteks dalam menerapkan pasal tersebut.

Motivasi para pemangku program dalam melakukan self censorship
Terdapat beberapa perbedaan antara narasumber Indosiar, Windy Novida dan Net, Ratih Hana Maria dan Yenny Pujiastuti. Dalam penerapannya, Windy mengatakan melakukan sensor agar tidak mendapat teguran dari KPI. Seperti yang kita ketahui, KPI kerap memberikan surat teguran kepada lembaga penyiaran yang menyeleweng dari P3SPS. Selain itu, Windy juga mengungkapkan alasan moral melakukan sensor, yaitu untuk mengindahkan norma yang ada dalam masyarakat Indonesia.
Sama halnya dengan NET, mereka melakukan sensor untuk menjaga budaya Indonesia, norma, dan nilai bangsa sesuai dengan visi misi NET, maka mereka mematuhi aturan yang diberikan oleh KPI. NET berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan KPI, dan mematuhi aturan yang diberikan.
Maka, motivasi mereka melakukan sensor untuk menjaga standar komunitas dalam hal ini nilai dan norma masyarakat Indonesia yang menjadi penonton mereka. P3SPS dan norma yang sudah tertanama di masyarakat menjadi hal mendasar mereka melakukan sensor. Hal-hal diluar norma masyarakat Indonesia dianggap sebagai kekeliruan dan mereka wajib melindungi penonton dari hal tersebut melalui sensor.

Konsep self censorship
Dalam P3SPS, Sensor internal diatur pada Pedoman Perilaku Penyiaran Bab XXI, tentang Sensor, Pasal 39 ayat 2, yang berbunyi “ Lembaga penyiaran televisi wajib melakukan sensor internal atas seluruh materi siaran dan tunduk pada klasifikasi program siaran yang ditetapkan dalam peraturan ini.” ( P3SPS, 2012)
Dalam pelaksanaanya terdapat dua perbedaan antara Indosiar dan NET. Selain P3SPS, Indosiar memiliki aturan internal sendiri untuk melaksanakan proses penyiaran. Sedangkan NET, mereka hanya memiliki P3SPS sebagai pedoman tertulis. Self Censorship di televisi Indonesia masih memiliki perbedaan padangan, sesuai dengan kebijakan televisi masing-masing.

Kebebasan berekspresi
Kebebasan berekspresi di televisi berkaitan dengan P3SPS. P3SPS merupakan hukum yang memberi batas pada media penyiaran dalam melaksanakan prosesnya. Maka, televisi tidak bisa secara bebas menayangkan acara. Ada batasan hukum yang mereka hadapi.
Maka, bagian-bagian yang disensor merupakan hal yang bersinggungan dengan P3SPS. Adegan yang disensor dalam kasus ini adalah belahan payudara,perut, paha, dan bokong yang terlihat dari cara berpakaian perempuan di televisi. Narasumber beralasan bahwa hal tersebut melanggar norma kesopanan, dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Hal ini juga tercantum di P3SPS, bahwa harus menjunjung tinggi norma kesopanan yang berlaku dalam masyarakat.

Contoh 5

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan mengenai praktek penyiaran TV berjaringan antara Kompas TV dam TV Borobudur, peneliti mendapatkan kesimpulan yang pertama, TV Borobudur sebagai tv lokal belum punya kemandirian secara mutlak. Kemandirian secara proses produksi memang TV Borobudur sudah banyak mengalami peningkatan. Potensi seperti kualitas SDM dan skill orang-orang sudah lebih berkembang, dibandingkan dengan sebelum bergabung dengan Kompas TV. Hal ini karena didukung oleh pelatihan dan fasilitas operasional yang diberikan oleh Kompas TV. Namun, dari sisi finansial, nampaknya TV Borobudur masih akan selalu terkoneksi dengan Kompas TV.

Kedua, dengan melihat praktek penyiaran saat ini peneliti menyimpulkan bahwa media industri saat ini bergerak menuju “profit oriented” atau sesuai dengan modal market, yang mengutamakan mencari keuntungan sebesar-besarnya. Baik itu media tv lokal maupun swasta nasional cenderung mengarah pada market model. Hal ini bisa dilihat dari kondisi TV Borobudur ketika belum bergabung dengan Kompas TV, dimana TV Borobudur mencari pendapatan sendiri. Namun setelah dirasa kondisi TV Borobudur stuck atau tidak bisa berkembang, akhirnya TV Borobudur memutuskan untuk bermitra dengan Kompas TV. Hal ini dikarenakan Kompas TV memiliki kekuatan finansial dan cash flow yang lebih kuat dibandingkan dengan TV Borobudur. Sehingga, diharapkan TV Borobudur bisa survive dan berkembang ditengah ketatnya persaingan bisnis media.

Selain itu, Kompas TV juga memberikan kebijakan yang mengikat TV Borobudur, yaitu dengan memberikan porsi siaran yang lebih sedikit daripada siaran nasional dan meletakkannya bukan pada prime time malam. Semuanya ini berkaitan dengan target sales yang harus Kompas TV penuhi. Mencari keuntungan sering kali bertabrakan dengan kebutuhan masyarakat, dan rating yang tinggi menjadi salah satu alasan bagi industri media untuk mempertahankan program tayangan meskipun itu diluar dari kebutuhan masyarakat.

Ketiga, peneliti menyimpulkan bahwa konsep kemitraan antara Kompas TV dan TV Borobudur ini hanya bentuk konglomerasi media Kompas TV saja, bukan semata-mata agar kondisi penyiaran di Indonesia tidak terpusat di Jakarta. Hal ini ditandai dengan adanya akuisisi, dimana potensi lokal tidak begitu terlihat karena dominasi program nasional. Bagi Kompas TV, ini bukan suatu kesalahan, karena sesuai dengan UU yang mengatur tentang praktek berjaringan. Namun, bagi TV Borobudur sebagai televisi lokal, ini merupakan konsekuensi yang harus dihadapi. Melemahnya kontrol lokal dan beralih mengikuti manajemen Kompas TV, yang imbasnya sampai pada program tayangan yang didominasi oleh Jakarta.

Keempat, lemahnya UU Penyiaran turut menjadi alasan kondisi penyiaran Indonesia ini bergerak menuju konglomerasi media. UU 32/2002 mengamanatkan agar lembaga stasiun televisi publik maupun swasta agar dapat menyelenggarakan penyiaran dengan cara berjaringan, sebagai wujud desentralisasi penyiaran. Namun, dalam UU 32/2002 tidak mengatur mengenai batas kepemilikan saham terhadap stasiun jaringannya, sehingga inilah yang dimanfaatkan oleh konglomerat media untuk melemahkan stasiun tv lokal.

Contoh 6

Kesimpulan

Dari data dan fakta yang telah dipaparkan diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa penggunaan bahan pengawet pada jajanan anak sekolah sangat berbahaya untuk kesehatan sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan. Tindakan tersebut meliputi menyediakan jajanan yang sehat di kantin sekolah dan melarang anak-anak untuk jajan sembarangan. Pengawasan dari orang tua guru juga sangat penting untuk mengatasi permasalahan ini.

Apa Itu Saran Dalam Makalah?

Saran merupakan suatu bagian bab penutup dalam laporan karya tulis ilmiah seperti makalah. Bagian yang satu ini dapat kamu temukan di sebuah akhir paragraf dengan diawali dengan serangkaian contoh kesimpulan dari awal hingga akhir.

Dalam menulis saran memang tidak ada aturan khusus serta podoman yang berlaku. Namun, dalam proses pembuatan kalimat saran setidaknya kamu harus mencantumkan beberapa hal berikut ini.

  1. Jumlah kata
    Di dalam penulisan sebuah karya tulis, penulisan bagian saran dibatasi dengan jumlah minimal karater. Hal ini dilakukan guna kesetaraan antara kesimpulan yang disampaikan. Adapun beberapa batasan saran yang baik, yakni tidak melebihi dari 200 kata.
  2. Memberikan kata harapan
    Penulisan saran dalam karya tulis juga harus memberikan harapan kepada pembaca, dengan bentuk kata-kata yang menarik. Contohnya seperti penggunaan “oleh karena itulah”, atau penggunaan kata “harapannya dari penulisan ini…”, dan lain sebagainya.
  3. Memberikan rekomendasi
    Terakhir, dalam penulisan saran yang baik juga harus memberikan rekomendasi berupa penelitian lebih lanjut mengenai metode yang dipergunakan.

Contoh Saran Dalam makalah

Sebagai gambaran untuk kamu dalam menulis bagian penutup dalam makalah, berikut adalah beberapa contoh kalimat saran dalam bagian penutup yang baik dan benar.

Contoh 1

Saran

Berikut ini adalah beberapa saran yang penulis berikan untuk arah perkembangan selanjutnya :

1.Menyatukan faktor-faktor yang terlibat dalam proses pembelajaran agar berkesinambungan.
2. Mari kita bersatu membenahi saran dan prasarana dalam proses pembelajaran yang belum sesuai atau yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran di sekolah.
3. Pembelajaran di sekolah menerapkan metode yang sudah teruji.

Contoh 2

Saran

Berdasarkan pengalaman melaksanakan penelitian di lapangan mengenai penerapan jurnalisme publik di media online lokal Sorotgunungkidul.com, pada bagian ini peneliti hendak memberikan saran yang sekiranya dapat berguna bagi penelitian selanjutnya.

Pengembangan penelitian selanjutnya dapat diperdalam lagi dengan metode studi kasus. Atau dengan penelitian kuantitatif yaitu melakukan survei terhadap publik mengenai suatu kasus tertentu. Hal ini berkaitan juga dengan konsep pers menempatkan publik sebagai partisipan.

Untuk media Sorotgunungkidul, ada baiknya memperhatikan pengarsipan berita secara tersistematis supaya dengan melalui media online, pencarian berita-berita terdahulu mudah di temukan jika sewaktu-waktu diperlukan kembali baik oleh media itu sendiri maupun oleh masyarakat.

Contoh 3

Saran

Melihat sehatnya kegiatan ekonomi di Pasar Tradisional Benhill itu maka saran yang dapat diberikan kepada pedagang pasar tersebut ialah tetap menjaga atmosfer kegiatan ekonomi tersebut. Adapun, hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi kemungkinan rusaknya keseimbangan kegiatan ekonomi di Pasar Tradisional Benhill.

Contoh 4

Saran

Dalam penelitian ini, peneliti akan memberikan saran kepada KPI dan juga televisi di Indonesia sesuai dengan fenomena yang peneliti dapatkan di lapangan. KPI sebagai lembaga penyiaran, hendaknya memberikan acuan yang jelas terhadap pasal-pasal yang masih sulit untuk diterapkan pada P3SPS. Pasal karet tersebut, mempersulit lembaga penyiaran dalam menerapakan pasal-pasalnya, dan mengakibatkan kesalahan persepsi. Misalnya pengakuan Tim QC Indosiar, yang mengeluhkan banyaknya pasal karet dan sulit untuk diterapkan. Hendaknya KPI memberikan batasan yang jelas dan lebih mengarah pada pengaplikasiannya dalam proses produksi program televisi.

KPI juga diharapkan memberikan solusi untuk televisi ketika mengalami kesulitan dalam menerapkan P3SPS. Hendaknya KPI dan lembaga penyiaran duduk bersama untuk membahas masalah yang dihadapi tentang P3SPS, terutama masalah sensor. KPI cenderung berdalih mereka bukan lembaga sensor saat sensor tubuh menjadi pembicaraan dan dikritik oleh penonton. Memang, KPI bukan lembaga sensor, namum penerapan sensor sendiri berdasarkan P3SPS yang diterbitkan KPI. Jika memang ada penerapan yang kurang sesuai, hendaknya KPI berniat untuk memberikan masukan kepada lembaga penyiaran tersebut dan juga mengevaluasi P3SPS itu sendiri.

Untuk televisi Indonesia, diharapkan untuk memperdalam pengetahuan tentang P3SPS, agar dalam pelaksanaannya bisa mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan tayangan sesuai dengan aturan yang tertulis. Pendalaman materi P3SPS juga bisa digunakan untuk memberikan saran pada KPI sesuai dengan hal yang terjadi dalam proses produksi televisi. Alangkah lebih baik, dasar yang didapat melalui pengalaman digabungkan dengan pemahaman P3SPS agar semakin memperbanyak literasi produser.
Selain itu, televisi hendaknya terbuka untuk kepentingan penelitian. Tentu penolakan dari perusahan juga menjadi kendala peneliti dalam melengkapi data. Penelitian ini tidak hanya untuk kepentingan peneliti, namun kepentingan untuk kepentingan semua pihak yang berkaitan. Misalnya untuk KPI, penelitian ini bisa menjadi evaluasi untuk KPI dalam mensosialisaikan P3SPS kepada lembaga penyiaran.

Contoh 5

Saran

Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

Contoh 6

Makalah ini memang diakui memiliki banyak kekurangan terkait dengan pembahasan yang kurang mendalam dalam beberapa unit analisis. Kekurangan penelitian ini dapat menjadi gagasan untuk penelitian selanjutnya. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti akan memberikan saran terkait analisis yang dihasilkan. Berikut ini beberapa saran yang diberikan peneliti terkait dengan penelitian dalam makalah ini.

Disarankan untuk kebutuhan penelitian selanjutnya mungkin dapat meneliti sejauh mana tingkat popularitas dan pandangan masyarakat yang pro dan kontra terkait kehadiran Sape’ Double Neck Dayak Kayaan ini. Hal ini dilakukan agar dapat lebih melengkapi informasi yang ada terkait Sape’ Double Neck Dayak Kayaan dan dapat menjadi informasi tambahan terkait perkembangan alat musik tradisonal Sape’ yang ada di Pulau Kalimantan, khusunya Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Kapuas Hulu oleh Suku Dayak Kayaan Mendalam.

Bagi praktisi atau penggiat Sape’ khusunya Sape’ Double Neck Dayak Kayaan, peneliti menyarankan untuk penyebutan Sape’ Double Neck Dayak Kayaan dapat menggunakan bahasa yang lebih pada kearifan lokal atau bahasa daerah. Hal ini dilakukan agar Sape’ Double Neck Dayak Kayaan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat dalam sebuah pengembangan seni budaya khususnya alat musik tradisional. Dalam ranah organologi pada Sape’ Double Neck Dayak Kayaan, alangkah lebih baiknya jika senar yang digunakan menggunakan senar yang diproduksi khusus untuk alat musik Sape’ Double Neck agar getaran atau suara yang dihasilkan memiliki karakter tersendiri pada alat musik tersebut.

Peneliti juga menyarankan agar para pemain Sape’ Double Neck Dayak Kayaan dapat memahami terlebih dahulu seputar teknik permainan atau cara memainkan karya-karya tradisi Sape’. Hal ini dilakukan agar para pemain Sape’ Double Neck Dayak Kayaan tidak lepas dari benang merah, yang dimana karakter suara pada Sape’ maupun Sape’ Double Neck Dayak Kayaan menjadi keunikan sendiri pada alat musik tersebut.

Gimana? Apakah informasi terkait contoh penutup makalah/skripsi mulai dari kesimpulan hingga saran di atas sudah cukup lengkap untuk kamu? Semoga informasi di atas dapat sedikit membantu kamu dalam menyelesaikan tugas makalah ataupun skripsi kamu ya!

Nah, jika kamu berencana ingin merantau di luar kota maka jangan lupa install aplikasi Mamikos di ponsel Android atau iOS kamu ya! Di aplikasi Mamikos, kamu bisa menemukan info sewa kost-kostan, apartemen, hingga rumah kontrakan di tanah air dengan praktis.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta