3 Contoh Makalah Yang Baik & Benar, Sederhana & Singkat

Posted in: Edukasi

Contoh Makalah – Ketika masuk ke dunia perkuliahan, jangan kaget jika nantinya kamu akan sering mendapatkan tugas untuk membuat makalah dari dosen. Makalah kerap menjadi tugas dari bagi seorang mahasiswa agar mereka terbiasa dan tidak kaget ketika sudah memasuki semester akhir dan mengerjakan skripsi. Umumnya, makalah sudah dijadikan sebagai agenda mingguan setiap dosen agar mahasiswa mampu berkembang dalam pemikiran yang kritis. Jika kamu masih bingung terkait cara membuat makalah yang baik dan benar, informasi di bawah ini mungkin dapat menjadi referensi.

Deretan Contoh Makalah Sederhana Yang Baik dan Benar

pixabay.com

Membuat sebuah makalah yang sederhana tentunya menjadi sebuah tugas yang gampang-gampang susah. Umumnya, makalah dibuat dengan aturan-aturan tertentu yang dilandasi suatu teori atau penelitian yang telah dilakukan di lapangan. Singkatnya, makalah merupakan suatu cuplikan atau bentuk karya kecil dari penulisan sebuah karya ilmiah. Di bawah ini Mamikos sudah rangkumkan informasi lengkap seputar contoh makalah yang baik dan benar untuk kalian jadikan sebagai referensi.

Apa Itu Makalah?

Pengertian atau definisi makalah menurut KBBI dapat diartikan dalam 2 hal. Yang pertama, makalah merupakan tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di hadapan umum, di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Yang kedua, makalah didefinisikan sebagai karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Apa Perbedaan Makalah dan Paper?

Makalah biasanya membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan. Umumnya, makalah dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, sidang, atau diskusi. Makalah juga memiliki beberapa bagian pokok yang harus ada, yakni pendahuluan, isi dan kesimpulan.
Sedangkan, paper adalah karya tulis ilmiah yang biasa digunakan untuk mendokumentasikan sebuah penelitian yang baru. Namun tidak menutup susunan paper juga digunakan untuk review penelitian yang sudah ada. Paper juga memliki tiga bagian pokok yang wajib ada, yakni topik, data dan argument.

Ciri-ciri Makalah

Umumnya, makalah memiliki ciri-ciri yang mudah dikenal yakni:

  1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa formal dan sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
  2. Isinya adalah menjabarkan tentang seberapa besar pemahaman siswa atau mahasiswa mengenai suatu permasalahan.
  3. Berisi tentang gabungan dari beberapa referensi yang telah difilter sesuai dengan topik bahasan.

Jenis-jenis Makalah

Makalah adalah sebuah karya tulis yang mengulas sebuah pokok kasus tertentu yang tercakup didalam ruang lingkup tertentu. Umumnya, makalah terbagi setidaknya menjadi tiga jenis yakni:

  1. Makalah Dedukatif
    Makalah dedukatif merupakan makalah di mana pembahasan isi laporannya berdasarkan dengan data primer, seperti hasil rapat, survei atau data lapangan yang benar-benar real. Dalam penggunaannya, jenis makalah dedukatif sering digunakan oleh mahasiswa yang sedang duduk di bangku universitas.
  2. Makalah Indukatif
    Makalah indukatif adalah laporan makalah yang isinya berdasarkan data sekunder, seperti buku, tesis atau kajian teoritis lain, dalam pembuatan contoh makalah induktif biasa dilakukan oleh murid sekolah dasar.
  3. Makalah Campuran
    Sesuai dengan namanya, makalah campuran dibuat berdasarkan dengan data gabungan antara sekunder dan primer. Pengabungan antara data dilakukan dengan tujuan agar dapat menemukan hasil dari laporan yang valid. Jenis makalah campuran lebih sering dipergunakan di jenjang perguruan tinggi. Makalah campuran terbagi lagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
    1. Makalah Ilmiah
      Makalah ini biasanya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah. Jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif.
    2. Makalah Kerja
      Biasanya makalah ini diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas. Data yang didapat untuk makalah jenis ini biasanya berdasarkan dari sebuah proses penelitian.
    3. Makalah Kajian
      Isi dari makalah kajian biasanya digunakan sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial.
    4. Makalah Posisi
      Istilah makalah ini digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah
    5. Makalah Analisis
      Sifat dari makalah ini adalah obyektif-empiris
    6. Makalah Tanggapan
      Biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan.

Struktur Makalah

  1. Cover
    Cover adalah sampul dari makalah yang memuat judul, logo, identitas penulis, serta tempat dan tahun terbit. Untuk bagian cover, sebaiknya penulisan menggunakan aturan rata tengah (center) agar cover terlihat lebih rapi.
  2. Kata Pengantar
    Kata pengantar umumnya mencakup isi dari keseluruhan esensi makalah. Kata pengantar juga bisa diartikan sebagai halaman yang membahas isi makalah secara menyeluruh namun umum. Kata pengantar dibuat dengan tujuan agar pembaca mempunyai pandangan atau arah dari penulisan dalam makalah itu.
  3. Daftar Isi
    Daftar isi adalah sebuah halaman yang isinya berupa informasi dari halaman konten di dalam makalah yang sudah dibuat. Tujuan dari pembuatan halaman daftar isi adalah agar pembaca dimudahkan untuk menemukan halaman yang ingin dibaca. Biasanya dalam pembuatan daftar isi kamu harus mengedit headingnya dulu, agar nantinya kamu dapat membuat daftar isi secara otomatis.
  4. Pendahuluan
    Pendahuluan adalah bahasan awal topik penelitian atau observasi di dalam makalah yang disusun oleh dan dari sudut pandang penulis. Pendahuluan tidak ditulis secara luas, namun cukup cakupan secara garis besarnya saja. Pendahuluan juga dapat menjelaskan tentang pokok dari permasalahan awal yang ditemui di dalam makalah tersebut.
  5. Latar Belakang
    Latar belakang ini berisikan terkait jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang arahnya ke pembuatan makalah itu sendiri. Latar belakang tersebut haruslah berupa tulisan yang jelas serta mudah untuk dimengerti. Misalnya seperti:
    1. Mengapa kamu membahas topik tersebut?
    2. Untuk apa kamu melakukan penelitian tersebut?
    3. Apa yang membuatmu ingin menyelesaikan masalah tersebut?
  6. Rumusan Masalah
    Di dalam rumusan masalah umumnya berisikan tentang pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan kamu jawab dan jelaskan pada bagian pembahasan. Pertanyaan-pertanyaan di dalam rumusan masalah tidak harus banyak. Kamu cukup mengisikan dua hingga tiga pertanyaan yang merupakan hasil dari pengerucutan latar belakang yang sebelumnya sudah kamu tulis.
  7. Tujuan
    Sebagaimana namanya, maka di dalam bagian ini kamu harus mengisikan tujuan atau alasan mengapa kamu membuat makalah tersebut. Umumnya, tujuan pembahasan ini ditulis secara singkat dan dapat menggambarkan secara keseluruhan terkait manfaat yang bisa diambil dari pembuatan makalah tersebut.
  8. Isi
    Struktur dalam pembuatan makalah yang berikutnya yaitu pembahasan atau isi dari makalah tersebut. Isi merupakan suatu struktur yang paling penting dari pembuatan suatu makalah. Pada bagian inilah akan diuraikan pokok-pokok dari permasalahan yang sedang dan akan kamu bahas dalam makalah. Pembahasan atau isi ini biasanya tercakup terkait landasan teori, ulasan teori dan juga solusi atau sebuah penyelesaian dari masalah yang di dalam makalah tersebut.
  9. Penutup
    Dalam bagian ini terdapat sub-bab berupa kesimpulan dan saran. Adapun untuk penjelasan lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:
    1. Kesimpulan
      Kesimpulan umumnya berisikan ringkasan terkait dengan hasil pembahasan di dalam makalah. Untuk menuliskan kesimpulan, kamu harus melakukan analisis terlebih dahulu terkait poin-poin apa saja yang akan dicantumkan. Hal ini dilakukan agar kamu bisa menuliskan sebuah kesimpulan yang baik dan benar.
    2. Saran
      Saran adalah suatu bagian yang akan ditujukan kepada pembaca makalah. Isi dari saran ini bisa berupa harapan dari penulis supaya makalah yang dibuatnya bisa bermanfaat bagi orang-orang serta bisa diterapkan oleh para pembaca.
  10. Daftar Pustaka
    Terakhir ada daftar pustaka, di mana daftar pustaka ini berisikan seluruh referensi yang telah penulis gunakan dalam menulis makalah. Referensi tersebut bisa didapat dari buku, jurnal, maupun internet. Dalam daftar pustaka biasanya paling sedikit adalah 25 referensi.

Cara Membuat Makalah Yang Baik dan Benar

Nah, buat kamu yang masih bingung bagaimana cara membuat makalah. Berikut ini cara membuat makalah sederhana yang bisa kamu terapkan dalam menyelesaikan tugas.

  1. Penentuan Tema
    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tema yang ingin kamu bahas. Kamu harus terlebih dahulu apa tema yang kamu senangi dan menarik untuk dibahas karena penentuan tema mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam membuat makalah dan perkiraan waktu dalam mengerjakan makalahnya ya. Jadi, sebisa mungkin pilih tema yang kamu paham sehingga akan lebih mudah dalam membahasnya.
  2. Penentuan Judul
    Setelah menentukan tema yang akan kamu bahas, langkah selanjutnya ialah menentukan judul makalah yang dibuat. Buatlah judul yang menarik, spesifik dan jelas. Hal tersebut bertujuan supaya judul dapat mewakili pokok pembahasan pada makalah dan penyusunan makalah hanya fokus terhadap topik pembahasan.
  3. Kumpulkan Bahan Referensi
    Usahakan kamu mengumpulkan bahan referensi dan menggunakan bahan referensi dari sumber yang jelas. Bahan referensi bisa kamu dapatkan dari berbagai jenis jurnal, buku, artikel di internet. Khusus, untuk artikel internet pastikan sumber jelas dan bisa dipertangungjawabkan. Hal tersebut penting untuk menjaga kredibilitas tulisan makalahmu.
  4. Baca Referensi Makalah dengan Tema Sejenis
    Sebelum memulai penulisan, baiknya kamu membaca berbagai makalah dari berbagai sumber yang memiliki kesamaan tema. Hal ini bisa menguntungkan kamu agar memiliki gamabaran seperti apa penulisan makalah. Tapi, ingat batasi jumlah makalah lain yang kamu baca supaya tidak menghilangkan fokus pada topik pembahasan makalah. Terutama, jangan menjadi plagiat hasil karya orang lain.
  5. Menulis Isi Makalah secara Sistematis
    Tahapan dalam proses ini berdasarkan pada sistematika struktur makalah, mulai dari bagian pendahuluan-kesimpulan yang jelas. Jangan pernah melenceng penulisan makalah, maka akan berakibat ketidakjelasan topik pembahasan yang akan disampaikan. Manfaatkan bahan referensi yang kamu punya sebagai kajian dalam pembuatan makalah. Dengan begitu, hasil pembahasan dari makalah dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Penambahan Kutipan
    Dalam isi pembahasan makalah, sering kali dibutuhkan sebuah kutipan untuk memperkuat data yang didapatkan dalam tulisan sendiri. Kutipan terdiri dari dua jenis, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah tulisan yang dibuat sama dengan aslinya, tanpa mengubah sedikitpun. Sedangkan, kutipan tidak langsung adalah penulis makalah memotong bagian tertentu dari sumber dan dicampur dengan pendapat sendiri.
  7. Sunting Makalah
    Cek terlebih dahulu makalah sesuai dengan struktur makalah yang ada. Juga, cek kesalahan dari segi ejaan, penulisan, dan bahasa yang digunakan.

Contoh Makalah Yang Baik dan Benar

Di bawah ini Mamikos akan memberikan 3 contoh makalah yang baik dan benar dengan berbagai jenis topik.

1. Contoh Makalah Pendidikan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah- Nya sehingga kami bisa menyusun Tugas Bahasa Indonesia ini dengan baik serta tepat waktu. Seperti yang sudah kita tahu“Pendidikan Karakter” itu sangat berarti untuk anak bangsa dari mulai dini. Semuanya perlu dibahas pada makalah ini kenapa Pendidikan Karakter itu sangat diperlukan serta layak dijadikan bagaikan modul pelajaran.

Tugas ini kami buat untuk memberikan ringkasan tentang keberadaan Pendidikan Karakter untuk kemajuan bangsa. Mudah- mudahan makalah yang kami buat ini bisa menolong menaikkan pengetahuan kita jadi lebih luas lagi. Kami menyadari kalau masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini.

Oleh sebab itu, kritik serta anjuran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bpk Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kepada pihak yang sudah menolong turut dan dalam penyelesaian makalah ini. Atas perhatian serta waktunya, kami sampaikan banyak terima kasih.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Masalah
Bab II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pendidikan Karakter
2.2 Pengertian Beda Karakter dan Kepribadian
2.3 Contoh Program Pendidikan karakter
Bab III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia membutuhkan sumberdaya manusia dalam jumlah serta kualitas yang mencukupi bagaikan pendukung utama dalam pembangunan. Buat penuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat berarti. Perihal ini cocok dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang mengatakan kalau pendidikan nasional berperan meningkatkan keahlian serta membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan nasional bertujuan buat berkembangnya kemampuan partisipan didik supaya jadi manusia yang beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta jadi masyarakat negeri yang demokratis dan bertanggung jawab. Bersumber pada guna serta tujuan pendidikan nasional, jelas kalau pembelajaran di tiap jenjang, tercantum di sekolah wajib diselenggarakan secara sistematis guna menggapai tujuan tersebut. Perihal tersebut tentu berkaitan dengan pembentukan karakter partisipan didik sehingga sanggup bersaing, beretika, bermoral, sopan santun serta berhubungan dengan warga.

1.2 Rumusan Masalah

Penulis sudah menyusun sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini. Ada pula sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam karya tulis ini antara lain:

Apa penafsiran dari pendidikan karakter itu?
Apa penafsiran dari perbedaan kepribadian dan karakter?
Bagaimana contoh program pendidikan karakter?

1.3 Tujuan Masalah

Bersumber pada rumusan permasalahan yang disusun oleh penulis di atas, hingga tujuan dalam penyusunan makalah ini merupakan bagaikan berikut:

Untuk mengenali apa itu pendidikan karakter.
Untuk mengenali apa itu perbedaan kepribadian dan karakter.
Untuk mengenali contoh program pendidikan karakter.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan sesuatu sistem penanaman nilai- nilai kepribadian kepada para siswa sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, pemahaman ataupun keinginan, serta aksi buat melakukan nilai- nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, area, ataupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

2.2 Perbedaan Karakter dan Kepribadian

Kepribadian merupakan hadiah dari Tuhan Sang Pencipta dikala manusia dilahirkan serta tiap orang yang mempunyai kepribadian tentu terdapat kelemahannya serta kelebihannya di aspek kehidupan sosial serta tiap- tiap individu. Ada 4 gologan setidaknya yang terdapat pada kepribadian seseorang, yaitu Koleris, Sanguinis, Phlegmatis dan Melankolis.

2.3 Contoh Program Pendidikan Karakter

1. Lingkungan Sekolah

Dengan adanya program pendidikan karakter disekolah maka akan membuat para siswa lebih terdidik. Program ini membekali serta membagikan pengetahuan pada guru tentang psikologi siswa, metode mendidik siswa dengan menguasai mekanisme dalam siswa, serta 3 aspek kunci buat menghasilkan siswa sukses, dan kiat instan dalam menguasai serta menanggulangi siswa yang“ bermasalah” dengan perilakunya.

2. Lingkungan Keluarga

Biasakan anak bersosialisasi serta berhubungan dengan lingkungan dekat. Ingat opsi terhadap lingkungan sangat memastikan pembuatan kepribadian anak. Semacam kata pepatah berteman dengan penjual minyak wangi hendak turut wangi, berteman dengan penjual ikan hendak turut amis. Semacam seperti itu, lingkungan baik serta sehat hendak meningkatkan kepribadian sehat serta baik, begitu pula kebalikannya. Serta yang tidak dapat diabaikan merupakan membangun ikatan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari ulasan di atas penulis bisa merumuskan sebagai berikut:

Bangsa Indonesia sudah berupaya buat tingkatkan kesesuaian serta kualitas pendidikan karakter lewat sekolah- sekolah, paling utama Sekolah Menengah Awal (SMP), sebab anak umur SMP sangat sesuai buat diberi pendidikan tentang pendidikan karakter. Guru merupakan orang tua para siswa. Karenanya, Rosulullah melarang para orangtua( guru) mendoakan keburukan untuk anak- didiknya. Mendoakan keburukan kepada siswa ialah perihal yang beresiko. Bisa menyebabkan yang tidak baik bagi siswa serta masa depannya. Pendidikan karakter bertujuan buat tingkatkan kualitas penyelenggaraan serta hasil pembelajaran di sekolah yang menuju pada pencapaian pembuatan kepribadian serta akhlak mulia partisipan didik secara utuh, terpadu, serta balance.

2. Contoh Makalah Komunikasi

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah “Komunikasi Publik”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW. yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Komunikasi Publik di program studi Pendidikan Matematika. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing mata kuliah Komunikasi Publik yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama proses perkuliahan mata kuliah ini. Akhirnya kami menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan-perbaikan selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Banda Aceh, 18 November 2017

Kelompok VI

Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Massa
B. Ciri-Ciri Komunikasi Massa
C. Proses Komunikasi Massa
D. Bentuk Komunikasi Massa
E. Fungsi Komunikasi Massa
F. Efek Komunikasi Massa
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan sebuah media untuk saling bertukar informasi. Cara ini dikenal dengan istilah komunikasi. Melalui komunikasi, seseorang dapat menyampaikan sebuah berita, saling bertukar informasi, mengajukan sebuah gagasan atau ide, maupun bersosialisasi dengan orang lain. Komunikasi dapat terjadi antara satu orang dengan orang lain, komunikasi antara dua orang atau lebih, seseorang kepada sebuah organisasi atau komunitas, bahkan komunikasi yang ditujukan langsung kepada masyarakat luas.

Jenis-jenis komunikasi pun amat beragam. Komunikasi tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun saat ini sudah dapat dilakukan melalui media digital atau online. Komunikasi dapat dilakukan melalui perantara kata-kata dan kalimat, lambang, tanda, maupun tingkah laku. Komunikasi ini sendiri pun dapat dituangkan dalam berbagai bentuk media, seperti kata-kata, gambar, angka, tulisan, dan bahkan video.

Komunikasi manusia memiliki beberapa konteks tergantung dari jumlah komunikator, derajat kedekatan fisik, saluran indrawi yang tersedia hingga kesegeraan umpan balik (Cassandra dalam Mulyana, 71; 2002). Salah satu konteks komunikasi ini antara lain adalah komunikasi massa. Cassandra (dalam Mulyana, 71;2002) menyebutkan bahwa jika konteks komunikasi massa dibandingkan dengan konteks komunikasi lainnya maka dapat dijelaskan bahwa komunikasi massa merupakan sebuah bentuk komunikasi yang memiliki jumlah komunikator yang paling banyak, derajat kedekatan fisik yang paling rendah, saluran indrawi yang tersedia sangat minimal dan umpan balik yang tertunda. Sebuah informasi dapat secara cepat tersampaikan kepada masyarakat luas melalui sebuah media yang disebut sebagai media massa. Keuntungan penyebaran informasi melalui media massa adalah keunggulannya dalam penyampaian informasi yang sama kepada khalayak ramai dalam waktu relatif serentak.

B. Rumusan Masalah

Agar dalam pembuatan makalah ini tidak terlalu kompleks maka dirumuskan masalah yaitu sebagai berikut:

Apa yang dimaksud dengan komunikasi massa?
Apa ciri-ciri atau karakteristik komunikasi massa?
Bagaimana proses komunikasi massa?
Apa saja bentuk komunikasi massa?
Apa fungsi komunikasi massa?
Bagaimana efek atau peran komunikasi massa?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi
Untuk memperluas ilmu pengetahuan tentang komunikasi massa
Mengetahui Pengertian, ciri-ciri, proses dan bentuk komunikasi massa serta fungsi dan efek komunikasi massa

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa (mass communication) juga bisa disebut sebagai komunikasi media massa (mass media communication). Maka dari itu, komunikasi massa jelas berarti sebuah cara berkomunikasi atau penyampaian informasi yang dilakukan melalui media massa (communicating with media). Ciri khas dari komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada orang banyak atau masyarakat luas melalui perantara media massa. Jika mendengar kata massa, maka kita dapat mengartikan dengan hal yang berkaitan dengan kata jamak, massive, serta dalam jumlah yang sangat banyak.

Defisini komunikasi massa yang paling umum adalah cara penyampaian pesan yang sama, kepada sejumlah besar orang, dan dalam waktu yang serempak melalui media massa. Komunikasi massa dapat dilakukan melalui keseluruhan media massa yang ada, yaitu media cetak, media elektronik, serta media online. Tidak ada batasan media dalam penggunaan komunikasi massa ini. Sebuah pesan yang disampaikan kepada satu orang, akan memiliki dampak yang berbeda apabila pesan tersebut disampaikan langsung kepada banyak orang di waktu yang bersamaan.

Selain manfaat waktu dan tenaga, komunikasi massa memiliki dampak positif keuntungan yang cukup besar lainnya. Komunikasi massa bahkan mampu menggerakkan sebuah massa atau sejumlah besar orang dan komunitas untuk melakukan suatu hal yang diharapkan melalui sebuah pesan. Komunikasi massa adalah jenis kekuatan sosial yang mampu mengarahkan masyarakat dan organisasi media untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan, seperti contohnya adalah tujuan sosial. Komunikasi massa mampu menyebarkan pesan secara publik secara hampir bersamaan bahkan hanya dalam satu kali penyampaian informasi.

Komunikasi massa ini disampaikan secara terbuka kepada masyarakat heterogen yang jangkauannya relatif lebih besar. Komunikasi massa berperan sebagai cara yang efektif untuk menyampaikan informasi antara pihak yang ingin menyampaikan informasi, dengan pihak yang ingin diberikan informasi. Baik komunikasi bagi perorangan atau individu, komunikasi kelompok, maupun fungsi utamanya sebagai komunikasi bagi masyarakat luas.

Terdapat beberapa tokoh atau ahli yang menyampaikan pendapatnya mengenai definisi dari komunikasi massa. Salah satunya adalah Charles R. Wright. Menurut pendapat Wright, komunikasi massa dapat dibedakan menurut pola-polanya, hal ini dikarenakan komunikasi massa memiliki keunikan karakteristik yaitu:

Ditujukan kepada masyarakat luas yang heterogen, anonim, serta dalam jangkauan yang luas
Informasi yang disampaikan bersifat terbuka
Informasi yang disampaikan diterima secara bersamaan pada waktu yang kurang lebih relatif sama dan bersifat hanya sementara bagi sebagian media massa (media elektronik)
Komunikator sebagai pihak yang menyampaikan informasi, biasanya bergerak dalam sebuah organisasi yang memiliki kedudukan tinggi dan membutuhkan biaya yang cukup besar

Menurut Wright, komunikasi massa dapat berfungsi sebagai surveillance atau sebuah kegiatan untuk mengkorelasi dan menggabungkan sebuah kejadian dengan fakta-fakta sehingga dapat ditarik kesimpulan. Selain fungsi penting tersebut, Wright juga berpendapat bahwa komunikasi massa dapat bermanfaat sebagai media hiburan. Pendapat kedua mengenai definisi komunikasi massa disampaikan oleh John R. Bittner (1980: 10). Bittner berpendapat bahwa, komunikasi massa adalah sebuah pesan yang disampaikan atau dikomunikasikan melalui media massa pada sebagian besar orang.

Unsur-unsur penting dalam komunikasi massa adalah:

Komunikator,
Media massa dan informasi (pesan),
Gatekeeper,
Khalayak (publik) dan umpan balik.

B. Ciri-Ciri Komunikasi Massa

Komunikasi massa memiliki beberapa karakteristik. Ciri-ciri komunikasi massa ini dapat dibagi kedalam 4 tanda pokok komunikasi massa. Keempat tanda pokok karakteristik komunikasi massa ini disampaikan oleh seorang ahli yaitu Suprapto. Ciri-ciri menurut Suprapto, 2006: 13 tentang keempat tanda pokok tersebut adalah sebagai berikut:

Komunikasi massa memiliki sifat komunikan
Hal ini karena sasaran komunikasi massa adalah masyarakat yang relatif besar serta memiliki sifat yang heterogen dan anonim. Masyarakat ini tidak dapat diukur berapa banyak jumlahnya, bagaimana latar belakang pendidikan, usia, agama, suku, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal yang dapat menjadikan semua perbedaan ini melebur adalah kesamaan minat dan kepentingan yang sama.
Komunikasi massa memiliki sifat cepat dan serentak
Penyampaian pesan secara serempak ini dilakukan secara bersamaan oleh komunikator kepada komunikan yang memiliki jumlah yang besar. Jika disampaikan secara serentak, maka perhatian komunikan akan berfokus pada pesan yang disampaikan oleh komunikator. Sifat penyampaian pesan yang cepat akan memungkinkan pesan tersebut dapat tersampaikan dalam waktu yang relatif singkat.
Komunikasi massa memiliki sifat public
Sudah jelas bahwa pesan yang ingin disampaikan tersebut ditujukan kepada masyarakat luas, bukan kepada golongan tertentu saja. Sehingga isi pesan yang disampaikan harus lebih umum. Karena mencakup lingkungan yang umum dan universal.
Komunikator yang terkoordinir
Karena media massa merupakan sebuah lembaga organisasi, maka komunikasi massa pasti memiliki komunikator yang telah terorganisasi dengan baik dan profesional seperti jurnalis, sutradara, penyiar atau pembawa acara, dan lain sebagainya. Pesan yang akan disampaikan tersebut merupakan hasil kerjasama tim, sehingga keberhasilan sebuah komunikasi massa juga tergantung berdasarkan berbagai faktor di dalam organisasi media massa tersebut. Sebagai contoh, jika ditinjau dari media yang digunakan dalam proses komunikasi ini adalah surat kabar, maka akan terjadi proses sebagai berikut: Komunikator akan membuat pesan atau informasi berupa artikel. Pesan dalam bentuk artikel tersebut terdapat dua kategori yaitu keinginan komunikator.
o Permintaan media massa yang bersangkutan.
Komunikator ini disebut sebagai wartawan atau penulis berita yang berupa artikel tersebut.
Pesan dalam bentuk artikel tersebut akan diperiksa oleh penanggung jawab rubric alias editor. Dalam proses ini, terkadang editor mengedit tulisan artikel tersebut terlebih dahulu sesuai dengan EYD dan jenis penulisan yang ada di media massa tersebut jika media massa memiliki kaidah sebagai karakter tersendiri.
Setelah diedit atau diperiksa, maka artikel dilanjutkan kepada redaktur untuk diperiksa apakah artikel tersebut layak terbit atau tidak. Karena biasanya media massa memiliki kebijakan tersendiri dalam pemuatan artikel yang akan dipublikasikan.
Selanjutnya, jika artikel disetujui, maka artikel dilanjutkan kembali kepada editor atau korektor untuk disetting seperti layout atau ilustrasi yang sesuai dengan artikel tersebut.
Tahap terakhir yaitu pencetakkan artikel pada media massa dan didistrubsikan juga dipublikasikan ke publik.
Berbeda halnya dengan media komunikasi yang menggunakan media berupa televisi. Dalam media komunikasi massa berupa televisi ini tentunya akan melibatkan banyak orang dan crew nantinya. Karena nantinya akan melibatkan beberapa crew seperti juru kamera, lighting, stage manager, make up, wardrobe, floor manager, dan lain sebagainya yang merupakan komponen dari broadcasting pada umumnya.

Selain keempat tanda pokok tersebut yang dikemukakan oleh Supranto, ada beberapa ciri komunikasi massa lain berdasarkan artikel yang kami dapatkan, diantaranya:

Komunikan Anonim dan Heterogen
Komunikan pada komunikasi massa itu bersifat anonim dan heterogen. Anonim artinya bahwa pembaca atau penerima pesan itu tidak ada yang tahu siapa dan di mana. Sedangkan sifat heterogen ini merupakan sifat yang beragam dan berbeda-beda alias luas pemaknaan sifatnya.
Namun, seorang komunikator harus dapat mengerti sifat dan karakter dari pembacanya yang berperan sebagai komunikan. Dengan kata lain, komunikator pada media massa haruslah mengerti status dari pembacanya. Entah dari pendidikannya, sikapnya hingga perilakunya. Sehingga komunikator dapat menyampaikan pesan sesuai dengan sasarannya. Komunikan pada media massa bersifat anonym karena seorang komunikator tidak pernah mengenal komunikannya.
Mengutamakan Isi daripada Hubungan/Timbal Balik
Di dalam setiap komunikasi selalu memiliki unsur isi konten atau pesan dan hubungan atau timbal balik dari komunikan. Jika di dalam komunikasi antar personal, hubungan merupakan unsur yang sangat penting dalam berkomunikasi. Karena pesan yang disampaikan tidak harus terstruktur dan terkesan bebas juga tanpa adanya karakteristik.
Berbeda halnya dengan komunikasi massa yang memiliki karakteristik dan haruslah tersusun, sehingga dalam komunikasi massa haruslah melibatkan isi yang berkualitas dan tidak memandang hubungan dengan komunikan. Itu sebabnya konmunikasi massa selalu terdapat adanya propaganda alias sering mengundang controversial yang timbul dari masyarakat. Namun, hal itu dapat diantisipasi oleh kaidah atau kebijakan-kebijakan yang ada dalam media massa.
Bersifat Satu Arah
Seperti halnya pada pengertian bahwa komunikasi massa, pesan disampaikan melalui media massa. Sehingga terdapat perantara berupa media massa atau cetak. Dengan adanya perantara pesan tersebut ini membuat antara komunikator dengan komunikan tidak dapat bertatap secara langsung dalam proses komunikasi.
Dalam komunikasi massa, sebenarnya antara komunikator dengan komunikan yang berperan aktif, namun keduanya tidak bisa berdialog atau berkomunikasi secara langsung seperti yang terjadi pada proses komunikasi antar personal. Hal inilah yang membuat komunikasi massa ini bersifat satu arah. Hal ini dapat ditinjau dari contoh ketika kita mendapatkan pesan berupa berita yang disampaikan melalui televisi, dan kita ada beberapa bagian yang tidak kita pahami, maka kita tidak dapat berkomunikasi langsung ke komunikator untuk mengulang atau menjelaskan pesan tersebut. Hal inilah yang dinamakan sifat satu arah dalam komunikasi.
Stimulasi Alat Indera Terbatas
Stimulasi alat indera pada komunikasi massa bergantung pada jenis media massa yang ada. Seperti halnya pada media massa melalui surat kabar seperti Koran atau majalah yaitu hanya menggunakan indera penglihatan yaitu mata, untuk media melalui radio menggunakan pendengaran yaitu telinga karena berupa audio sedangkan pada media televisi, komunikan menerima pesan dengan dua indera yaitu penglihatan dan pendengaran yaitu mata dan telinga karena bersifat auditif dan visual.
Umpan Balik Tertunda
Seorang komunikator dalam proses komunikasi massa ini memang tidak dapat menyampaikan balasan pesan atau umpan balik ke komunikatornya. Namun, hal itu dapat dilakukan bukan secara langsung namun dilakukan secara bertahap yaitu melalui procedural yang ada dan sudah ditetapkan oleh media yang ia terima. Seorang komunikator tidak hanya fokus pada ucapan komunikannya, namun juga gerakan panca indera, serta gerakan lainnya yang dapat di interpretasikan oleh komunikan. Semua gerakan tersebut pada akhirnya menjadi simbol umpan balik yang bersifat langsung (direct feedback), ataupun yang bersifat segera (immediate feedback).

C. Proses Komunikasi Massa

Komunikasi massa dalam prosesnya melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks dan rumit. Menurut McQuail (1999) proses komunikasi massa terlihat berproses dalam bentuk:

Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses komunikasi massa melakukan distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala yang besar, sekali siaran atau pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas dan besar.
Proses komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model satu arah yaitu dari komunikator kepada komunikan atau media kepada khalayak. Interaksi yang terjadi sifatnya terbatas.
Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris antara komunikator dengan komunikan. Ini menyebabkan komunikasi antara mereka berlangsung datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi sensasi emosional sifatnya sementara dan tidak permanen.
Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal atau non pribadi dan anonim.
Proses komunikasi massa juga berlangsung didasarkan pada hubungan kebutuhan-kebutuhan di masyarakat. Misalnya program akan ditentukan oleh apa yang dibutuhkan pemirsa. Dengan demikian media massa juga ditentukan oleh rating yaitu ukuran di mana suatu program di jam yang sama di tonton oleh sejumlah khalayak massa.

D. Bentuk Komunikasi Massa

Surat Kabar
Menurut Agee, surat kabar memiliki tiga fungsi utama dan fungsi sekunder. Fungsi utama surat kabar adalah menginformasikan kepada pembaca secara objektif tentang apa yang terjadi dalam suatu komunitas, negara, dan dunia; mengomentari berita yang disampaikan dan mengembangkannya ke dalam fokus berita; dan menyediakan keperluan informasi bagi pembaca yang membutuhkan barang dan jasa melalui periklanan di surat kabar.
b. Majalah
Menurut Dominick, klasifikasi majalah dibagi ke dalam lima kategori utama, yaitu general consumer magazine (majalah konsumen umum), bussiness publication (majalah bisnis), literacy reviews and academic journal (kritik sastra dan majalah ilmiah), newsletter (majalah khusus terbitan berkala), dan public relations magazine (majalah humas).
Radio
Radio merupakan media elektronik tertua dan sangat luwes. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia dengan mengembangkan hubungan saling menguntungkan dan melengkapi dengan media lainnya.
Televisi
Dari semua media televisilah yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Televisi dipenuhi hiburan, berita, dan iklan. Televisi mengalami perkembangan secara dramatis melalui pertumbuhan televisi kabel. Sistem penyampaian program lebih berkembang. Sedikitnya ada lima metode penyampaian program televisi yang telah dikembangkan, seperti over the air reception of network and local station program, cable, digital cable, wireless cable, direct broadcast satellite (DBS).
Film
Gambar bergerak adalah bentuk dominan dari komunikasi massa. Film lebih dulu menjadi media hiburan dibanding radio siaran dan televisi. Menonton televisi menjadi aktivitas populer bagi orang Amerika pada tahun 1920-an sampai 1950-an. Film adalah industri bisnis yang diproduksi secara kreatif dan memuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan memperoleh estetika.
Komputer dan Internet
Situs juga menjadikan sumber informasi untuk hiburan dan informasi perjalanan wisata. Pengguna internet menggantungkan pada situs untuk memperoleh berita. Dua sampai tiga pengguna internet mengakses situs untuk mendapatkan berita terbaru setiap minggunya. Sebagian besar komputer dan jaringan yang tersambungkan ke internet masih berkaitan dengan masyarakat pendidikan dan penelitian. Kenyataan ini tidaklah mengejutkan karena internet memang lahir dari benih penelitian. Internet unggul dalam menghimpun berbagai orang, karena geografis tak lagi menjadi pembatas, berbagai orang dari negara dan latar belakang yang berbeda dapat saling bergabung berdasarkan kesamaan minat dan proyeknya. Internet menyebabkan begitu banyak perkumpulan antara berbagai orang dan kelompok.

E. Fungsi Komunikasi Massa

Para pakar mengemukakan tentang sejumlah fungsi komunikasi, kendati dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Fungsi komunikasi massa menurut Dominik (2001), terdiri dari surveillance (pengawasan), interpretation (penafsiran), lincage (keterkaitan) transmition of values (penyebaran nilai), dan entertainment (hiburan). Effendy (1993) mengemukakan fungsi komunikasi massa secara umum adalah:

Fungsi Informasi
Fungsi ini diartikan bahwa media massa adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengar, atau pemirsa. Khalayak sebagai makhluk sosial akan selalu merasa haus akan informasi yang terjadi. Sebagian informasi didapat bukan dari sekolah, atau tempat bekerja, melainkan dari media. Kita belajar musik, politik, ekonomi, hukum, seni, sosiologi, psikologi, komunikasi dan hal lain dari media.
Khalayak media massa berlangganan surat kabar, majalah, mendengarkan siaran radio, atau mennton televisi karena mereka ingin mendapatkan informasi tentang peristiwa yang terjadi di muka bumi, gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan, diucapkan, atau dilihat orang lain.
Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca. Biasanya media massa melakukannya melalui drama, cerita, diskusi dan artikel. Contohnya, dalam televisi swasta ada acara pendidikan bagi ibu dan balita yang dipandu oleh orang-orang yang berkompeten dalam bidang-bidang yang ada kaitannya dengan pendidikan anak-anak. Nilai-nilai yang harus diambil masyarakat, tidak diungkapkan secara langsung, tetapi divisualisasikan dengan contoh-contoh tentang bagaimana mendidik anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, apa makanan yang layak, bagaimana merawat bayi yang baik, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak balita dan sebagainya.
Fungsi Memengaruhi
Fungsi memengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada tajuk/editorial, fearutes, iklan, artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruh oleh iklan-iklan yang di tayangkan televisi ataupun surat kabar, contohnya adalah dalam keluarga petani yang hidup di desa mempunyai kebiasaan mencuci rambut dengan menggunakan air rendaman sapu merang yang telah dibakar terlebih dahulu. Apa yang terjadi setelah keluarga petani tersebut memiliki pesawat televisi dan menonton tayangan iklan sampo yang dibintangi artis favoritnya? Kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama, sekarang mengalami perubahan. Dari mencuci rambut dengan memakai air rendaman sapu merang yang di bakar diganti dengan sampo yang ada dalam iklan di televisi.
Menurut Devito dalam bukunya Komunikasi Antar Manusia (1996), ada 3 masalah pokok yang harus diperhatikan dalam memahami fungsi-fungsi media massa. Pertama, setiap kali menghidupkan pesawat televisi, siaran radio, maupun membaca surat kabar, kita melakukannya karena alasan tertentu. Kedua, komunikasi massa menjalankan funsi yang berbeda bagi setiap pemirsa secara individual. Progam televisi yang sama dapat menghibur satu orang, mendidik yang lain, mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang. Ketiga, fungsi yang dijalankan oleh komunikasi massa bagi sembarang orang yang berbeda dari satu waktu ke waktu yang lain. Produk rekaman tertentu bisa dirasakan sebagai penghibur pada suatu saat, tetapi pada saat yang lain rekaman tersebut dirasakan sebagai olah sosialisasi atau alat pemersatu.

F. Efek Komunikasi Massa

Komunikasi massa memiliki beberapa efek yang dapat mempengaruhi individu, masyarakat, dan bahkan kebudayaan. Efek menurut Steven A. Chafee adalah sebagai berikut:

Efek terhadap individu
Komunikasi massa dapat memberikan efek ekonomis pada setiap individu. Hal ini tercermin dalam jasa lowongan pekerjaan yang disediakan oleh industri media massa. Efek kedua adalah pengaruh terhadap kebiasaan sehari-hari. Setiap pagi orang akan memiliki kebiasaan membaca berita terlebih dahulu sebelum memulai aktifitas. Efek ketiga adalah entertain, media massa dapat menjadi sebuah sarana ‘pelarian’ dari rasa penat dan stress. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi online media sosial.
Efek terhadap masyarakat
Efek ini berkaitan erat dengan karakter yang dimiliki oleh seseorang. Masyarakat akan menilai berdasarkan pembawaan, interaksi, serta cara berfikir seseorang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh media. Media massa secara tidak langsung akan ‘mengajak’ masyarakat untuk memberikan penilaian yang sama terhadap seseorang berdasarkan penilaian dari media massa itu sendiri.
Efek terhadap kebudayaan
Kerap kali hal yang ditampilkan dalam media, baik media cetak, media elektronik, maupun media digital akan berbeda bagi setiap kebudayaan yang dianut oleh masing-masing daerah. Misalnya saja mengenai cara berbusana. Gaya berbusana di masing-masing negara tentu berbeda, namun ketika media massa menayangkannya, hal tersebut akan mempengaruhi selera fashion di daerah lain.

BAB III
PENUTUP

Pentingnya komunikasi dalam kehidupan sosial telah menjadi perhatian para cendikiawan sejak zaman aristoteles walaupun hanya berkisaran pada retorika dalam lingkungan kecil. Baru pada pertengagan abad ke-20, ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi teknologi Elektronik, para cendikiawan menyadari pentingnya meningkatkan komunikasi dari pengetahuan menjadi ilmu. Kini komunikasi semakin menjadi perrhatian dari masyarakat karna relevasinya dalam berbagai bidang kehidupan semakin jelas.

Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak organisasi-organisasi media ini akan menyebar luaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Komunikasi massa merupakan kegiatan seseorang atau suatu organisasi yang memproduksi serangkain pesan dengan bantuan mesin untuk di sebarkan kepada khalayak banyak yang bersifat anonim, heterogen, dan tersebar. Komunikasi massa dapat membantu kita dan menjadikan semakin baiknya komunikasi serta sosialisasi baik di masyarakat maupun ruang lingkup kesehatan.

3. Contoh Makalah Kesehatan

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sehat adalah sebuah kondisi maksimal, baik dari fisik, mental dan sosial sehingga dapat melakukan suatu aktifitas yang menghasilkan sesuatu. Kondisi tubuh yang sehat pada manusia dapat kita lihat dari kebugaran tubuh. Dalam sebuah lingkungan masyarakat terkadang mengalami beberapa masalah kesehatan, baik yang muda, tua, wanita maupun pria. Kesehatan dapat diartikan sebuah investasi penting untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kondisi pembangunan kesehatan secara umum dapat dilihat dari status kesehatan dan gizi masyarakat, yaitu angka kematian bayi, kematian ibu melahirkan, prevalensi gizi kurang dan umur angka harapan hidup.

Angka kematian bayi menurun dari 46 (1997) menjadi 35 per 1.000 kelahiran hidup (2002–2003) dan angka kematian ibu melahirkan menurun dari 334 (1997) menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup (2002-2003). Umur harapan hidup meningkat dari 65,8 tahun (1999) menjadi 66,2 tahun (2003). Umur harapan hidup meningkat dari 65,8 tahun (Susenas 1999) menjadi 66,2 tahun (2003).Prevalensi gizi kurang (underweight) pada anak balita, telah menurun dari 34,4 persen (1999) menjadi 27,5 persen (2004) dan Indonesia di urutan ketiga terbanyak penderita kusta di dunia dengan jumlah penderita 18,994 orang (2012).

Bila dilihat permasalahan gizi antar provinsi terlihat sangat bervariasi yaitu terdapat 10 provinsi dengan prevalensi gizi kurang diatas 30% dan bahkan ada yang diatas 40% yaitu di provinsi Gorontalo, NTB, NTT dan Papua. Kasus gizi buruk umumnya menimpa penduduk miskin/tidak mampu. Di sisi lain masalah baru gizi seperti kegemukan, terutama di wilayah perkotaan cenderung meningkat karena perubahan gaya hidup masyarakat. Kondisi umum kesehatan seperti dijelaskan di atas dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan.

Sementara itu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan manajemen kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan dasar, yaitu Puskesmas yang diperkuat dengan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas keliling, telah didirikan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, jumlah Puskesmas di seluruh Indonesia adalah 7.550 unit, Puskesmas Pembantu 22.002 unit dan Puskesmas keliling 6.132 unit.

Di bidang obat dan perbekalan kesehatan telah ditetapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan jenis obat generik yang mencakup 220 obat. Penggunaan obat generik dan obat tradisional cenderung mengalami kenaikan, dan 95 persen kebutuhan obat nasional telah dipenuhi dalam negeri. Demikian juga dengan vaksin dan sebagian alat-alat kesehatan. Walaupun demikian ketersediaan, mutu, keamanan obat dan perbekalan kesehatan masih belum optimal serta belum dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.

Dalam hal tenaga kesehatan, Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan. Permasalahan besar tentang SDM adalah inefisiensi dan inefektivitas SDM dalam menanggulangi masalah kesehatan. Dan dalam aspek manajemen pembangunan kesehatan, dengan diterapkannya desentralisasi kesehatan, permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya sinkronisasi kegiatan antara Pusat dan Daerah, peningkatan kapasitas SDM daerah terutama dalam perencanaan, peningkatan sistem informasi, terbatasnya pemahaman terhadap peraturan perundangan serta struktur organisasi kesehatan yang tidak konsisten.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut diatas, tulisan ini secara khusus akan membahas permasalahan :

Bagaimana gambaran masalah kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia saat ini ?
Bagaimana strategi paradigma kesehatan dan konsep baru tentang makna sehat ?
Bagaimana mengetahui sasaran dan strategi utama pembangunan kesehatan ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia

Dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak antara lain: anemia pada ibu hamil, kekurangan kalori dan protein pada bayi dan anak-anak, terutama di daerah endemic, kekurangan vitamin A pada anak, anemia pada kelompok mahasiswa, anak-anak usia sekolah, serta bagaimana mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi. Permasalahan tersebut harus ditangani secara sungguh-sungguh karena dampaknya akan mempengaruhi kualitas bahan baku sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang. Perubahan masalah kesehatan ditandai dengan terjadinya berbagai macam transisi kesehatan berupa transisi demografi, transisi epidemiologi, transisi gizi dan transisi perilaku. Transisi kesehatan ini pada dasarnya telah menciptakan beban ganda (double burden) masalah kesehatan.

Transisi demografi, misalnya mendorong peningkatan usia harapan hidup yang meningkatkan proporsi kelompok usia lanjut sementara masalah bayi dan BALITA tetap menggantung.
Transisi epidemiologi, menyebabkan beban ganda atas penyakit menular yang belum pupus ditambah dengan penyakit tidak menular yang meningkat dengan drastis.
Transisi gizi, ditandai dengan gizi kurang dibarengi dengan gizi lebih.
Transisi perilaku, membawa masyarakat beralih dari perilaku tradisional menjadi modern yang cenderung membawa resiko.

Masalah kesehatan tidak hanya ditandai dengan keberadaan penyakit, tetapi gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya perasaan terganggu fisik, mental dan spiritual. Gangguan pada lingkungan juga merupakan masalah kesehatan karena dapat memberikan gangguan kesehatan atau sakit. Di negara kita mereka yang mempunyai penyakit diperkirakan 15% sedangkan yang merasa sehat atau tidak sakit adalah selebihnya atau 85%.

Selama ini nampak bahwa perhatian yang lebih besar ditujukan kepada mereka yang sakit. Sedangkan mereka yang berada di antara sehat dan sakit tidak banyak mendapat upaya promosi. Untuk itu, dalam penyusunan prioritas anggaran, peletakan perhatian dan biaya sebesar 85 % seharusnya diberikan kepada 85% masyarakat sehat yang perlu mendapatkan upaya promosi kesehatan. Dengan adanya tantangan seperti tersebut di atas maka diperlukan suatu perubahan paradigma dan konsep pembangunan kesehatan. Beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan antara lain :

Masih tingginya disparitas status kesehatan. Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat, akan tetapi disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antar kawasan, dan antar perkotaan-pedesaan masih cukup tinggi.
Status kesehatan penduduk miskin masih rendah.
Beban ganda penyakit. Dimana pola penyakit yang diderita oleh masyarakat adalah penyakit infeksi menular dan pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular, sehingga Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu yang bersamaan (double burden)
Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih rendah.
Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusinya tidak merata.
Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat.
Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah.
Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan. Masih rendahnya kondisi kesehatan lingkungan juga berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Kesehatan lingkungan merupakan kegiatan lintas sektor belum dikelola dalam suatu sistem kesehatan kewilayahan.
Lemahnya dukungan peraturan perundang-undangan, kemampuan sumber daya manusia, standarisasi, penilaian hasil penelitian produk, pengawasan obat tradisional, kosmetik, produk terapetik/obat, obat asli Indonesia, dan sistem informasi.

B. Strategi Paradigma Kesehatan

Paradigma berkembang sebagai hasil sintesa dalam kesadaran manusia terhadap informasi-informasi yang diperoleh baik dari pengalaman ataupun dari penelitian.Dalam perkembangan kebijaksanaan pembangunan kesehatan maka memasuki era reformasi untuk Indonesia baru telah terjadi perubahan pola pikir dan konsep dasar strategis pembangunan kesehatan dalam bentuk paradigma sehat. Sebelumnya pembangunan kesehatan cenderung menggunakan paradigma sakit dengan menekankan upaya-upaya pengobatan (kuratif) terhadap masyarakat Indonesia. Perubahan paradigma kesehatan dan pengalaman kita dalam menangani masalah kesehatan di waktu yang lalu, memaksa kita untuk melihat kembali prioritas dan penekanan program dalam upaya meningkatkan kesehatan penduduk yang akan menjadi pelaku utama dan mempertahankan kesinambungan pembangunan.

Indonesia menjadi sumber daya manusia sehat-produktif-kreatif, kita harus berfikir dan agak berbeda dengan apa yang kita lakukan sekarang. Kita perlu re-orientasi dalam strategi dan pendekatan. Pembangunan penduduk yang sehat tidak bisa dilakukan melalui pengobatan yang sedikit saja. Perubahan paradigma dan re-orientasi mendasar yang perlu dilakukan adalah paradigma atau konsep yang semula menekankan pada penyembuhan penyakit berupa pengobatan dan meringankan beban penyakit diubah ke arah upaya peningkatan kesehatan dari sebagian besar masyarakat yang belum jatuh sakit agar bias lebih berkontribusi dalam pembangunan.

C. Konsep Baru Tentang Makna Sehat

Konsep sakit-sehat senantiasa berubah sejalan dengan pengalaman kita tentang nilai, peran penghargaan dan pemahaman kita terhadap kesehatan. Dimulai pada zaman keemasan Yunani bahwa sehat itu sebagai virtue, sesuatu yang dibanggakan sedang sakit sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat. Filosofi yang berkembang pada saat ini adalah filosofi Cartesian yang berorientasi pada kesehatan fisik semata-mata yang menyatakan bahwa seseorang disebut sehat bila tidak ditemukan disfungsi alat tubuh.

Mental dan roh bukan urusan dokter-dokter melainkan urusan agama. Setelah ditemukan kuman penyebab penyakit batasan sehat juga berubah. Seseorang disebut sehat apabila setelah diadakan pemeriksaan secara seksama tidak ditemukan penyebab penyakit. Di tahun lima puluhan kemudian definisi sehat WHO mengalami perubahan seperti yang tertera dalam UU kesehatan RI No. 23 tahun 1992 telah dimasukkan unsur hidup produktif sosial dan ekonomi. Definisi terkini yang dianut di beberapa negara maju seperti Kanada yang mengutamakan konsep sehat produktif. Sehat adalah sarana atau alat untuk hidup sehari-hari secara produktif

Paradigma Baru Kesehatan

Setelah tahun 1974 terjadi penemuan bermakna dalam konsep sehat serta memiliki makna tersendiri bagi para ahli kesehatan masyarakat di dunia tahun 1994 dianggap sebagai pertanda dimulainya era kebangkitan kesehatan masyarakat baru, karena sejak tahun 1974 terjadi diskusi intensif yang berskala nasional dan internasional tentang karakteristik, konsep dan metode untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Setelah deklarasi Alma HFA-Year 2000 (1976), pertemuan Mexico (1990) dan Saitama (1991) para ahli kesehatan dan pembuat kebijakan secara bertahap beralih dari orientasi sakit ke orientasi sehat. Perubahan tersebut antara lain disebabkan oleh :

Transisi epidemiologi pergeseran angka kesakitan dan kematian yang semula disebabkan oleh penyakit infeksi ke penyakit kronis, degeneratif dan kecelakaan.
Batasan tentang sehat dari keadaan atau kondisi ke alat/sarana.
Makin jelasnya pemahaman kita tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk.

Balonde (1974) dan diperkuat oleh Hendrik L. Blum (1974) dalam tulisannya secara jelas mengatakan bahwa “status kesehatan penduduk bukanlah hasil pelayanan medis semata-mata”. Akan tetapi faktor-faktor lain seperti lingkungan, perilaku dan genetika justru lebih menentukan terhadap status kesehatan penduduk, dimana perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang determinan kesehatan tersebut, tidak diikuti dengan perubahan kebijakan dalam upaya pelayanan kesehatan di Indonesia, seperti membuat peraturan perundang-undangan yang penting dalam Undang-undang kesehatan No. 23 tahun 1992 terutama yang berkaitan dengan upaya promotif dan preventif sebagaimana tujuan program kesehatan dalam GBHN

Upaya Kesehatan

Program kesehatan yang mengutamakan upaya penyembuhan penyakit dalam jangka panjang dapat menjadi bumerang terhadap program kesehatan itu sendiri, maka untuk menyongsong PJP-II program kesehatan yang diperlukan adalah program kesehatan yang lebih “efektif” yaitu program kesehatan yang mempunyai model-model pembinaan kesehatan (Health Development Model) sebagai paradigma pembangunan kesehatan yang diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus memenuhi PJP-II. Model ini menekankan pada upaya kesehatan dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

Mempersiapkan bahan baku sumber daya manusia yang berkualitas untuk 20-25 tahun mendatang.
Meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang ada.
Melindungi masyarakat luas dari pencemaran melalui upaya promotif-preventif-protektif dengan pendekatan pro-aktif.
Memberi pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit.
Promosi kesehatan yang memungkinkan penduduk mencapai potensi kesehatannya secara penuh (peningkatan vitalitas) penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit.
Pencegahan penyakit melalui imunisasi : bumil (ibu hamil), bayi, anak, dan juga melindungi masyarakat dari pencemaran.
Pencegahan, pengendalian, penanggulangan pencemaran lingkungan serta perlindungan masyarakat terhadap pengaruh lingkungan buruk (melalui perubahan perilaku)
Penggerakan peran serta masyarakat.
Penciptaan lingkungan yang memungkinkan masyarakat dapat hidup dan bekerja secara sehat.
Pendekatan multi sektor dan inter disipliner.
Pengembangan kebijakan yang dapat memberi perlindungan pada kepentingan kesehatan masyarakat luas (tidak merokok di tempat umum).
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit.
Upaya kesehatan seperti tersebut diatas tidak lain merupakan bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya pencegahan.

Kebijakan Kesehatan Baru

Perubahan paradigma kesehatan yang kini lebih menekankan pada upaya promotif-preventif dibandingkan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan merupakan titik balik kebijakan Depkes dalam menangani kesehatan penduduk yang berarti program kesehatan yang menitikberatkan pada pembinaan kesehatan bangsa bukan sekedar penyembuhan penyakit. Thomas Kuha menyatakan bahwa hampir setiap terobosan baru perlu didahului dengan perubahan paradigma untuk merubah kebiasaan dan cara berpikir yang lama. Upaya kesehatan di masa dating harus mampu menciptakan dan menghasilkan SDM Indonesia yang sehat produktif sehingga obsesi upaya kesehatan harus dapat mengantarkan setiap penduduk memiliki status kesehatan yang cukup.

Konsekuensi Implikasi dari Perubahan Paradigma

Perubahan paradigma kesehatan apabila dilaksanakan dapat membawa dampak yang cukup luas. Hal itu disebabkan karena pengorganisasian upaya kesehatan yang ada, fasilitas pelayanan kesehatan yang ada, adalah merupakan wahana dan sarana pendukung dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya penyembuhan penyakit. Maka untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat yang berorientasi pada upaya promotif-preventif proaktif, community centered, partisipasi aktif dan pemberdayaan masyarakat. Maka semua wahana tenaga dan sarana yang ada sekarang perlu dilakukan penyesuaian atau bahkan reformasi termasuk reformasi kegiatan dan program di pusat penyuluhan kesehatan.

Indikator Kesehatan

Untuk mengukur status kesehatan penduduk yang tepat digunakan adalah indikator positif, bukan hanya indikator negatif (sakit, mati) yang dewasa ini masih dipakai. WHO menyarankan agar sebagai indikator kesehatan penduduk harus mengacu pada empat hal sebagai berikut :

Melihat ada tidaknya kelainan patosiologis pada seseorang
Mengukur kemampuan fisik
Penilaian atas kesehatan sendiri
Indeks massa tubuh

Tenaga Kesehatan

Peranan dokter, dokter gigi, perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang menekankan penyembuhan penyakit adalah sangat penting. Pengelolaan upaya kesehatan dan pembinaan bangsa yang sehat memerlukan pendekatan holistic yang lebih luas, menyeluruh, dan dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif dan tidak individual.
Tenaga kesehatan harus mampu mengajak, memotivasi dan memberdayakan masyarakat, mampu melibatkan kerjasama lintas sektoral, mampu mengelola system pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif, mampu menjadi pemimpin, pelopor, pembinaan dan teladan hidup sehat.

7. Pemberdayaan Masyarakat

Dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang sangat penting adalah bagaimana mengajak dan menggairahkan masyarakat untuk dapat tertarik dan bertanggungjawab atas kesehatan mereka sendiri dengan memobilisasi sumber dana yang ada pada mereka.

8. Kesehatan dan Komitmen Politik

Masalah kesehatan pada dasarnya adalah masalah politik oleh karena itu untuk memecahkan masalah kesehatan diperlukan komitmen politik. Dewasa ini masih terasa adanya anggapan bahwa unsur kesehatan penduduk tidak banyak berperan terhadap pembangunan sosial ekonomi.

Para penentu kebijakan banyak beranggapan sektor kesehatan lebih merupakan sektor konsumtif ketimbang sektor produktif sebagai penyedia sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga apabila ada kegoncangan dalam keadaan ekonomi negara alokasi terhadap sektor ini tidak akan meningkat.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Paradigma sehat merupakan suatu strategi baru pembangunan kesehatan yang memandang masalah kesehatan sebagai suatu variable kontinyu yang direncanakan dalam suatu system desentralisasi. Dengan kegiatan pelayanan yang senantiasa bersifat promotif untuk mengentaskan kesehatan masyarakat, oleh tenaga kesehatan profesional bersama masyarakat yang partisipatif. Selain itu, dalam paradigma sehat ini pengukuran derajat kesehatan masyarakat tidak semata-mata dilihat dari penurunan kesakitan/kematian (dengan memakai indikator negatif), tetapi lebih ditekankan pada pencapaian hasil peningkatan pada angka kesehatan (indikator Positif). Nilai indikator positif ini diperoleh sebagai dampak dari upaya kesehatan promotif yang telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan professional dan didukung besarnya penempatan biaya upaya promotif yang sesuai.

Paradigma sehat mempunyai orientasi dimana upaya peningkatan kesehatan masyarakat dititik beratkan pada:

Promosi kesehatan, peningkatan vitalitas penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit melalui olah raga, fitness dan vitamin.
Pencegahan penyakit melalui imunisasi pada ibu hamil, bayi dan anak.
Pencegahan pengendalian penanggulangan, pencemaran lingkungan serta perlindungan masyarakat terhadap pengaruh buruk (melalui perubahan perilaku).
Memberi pengobatan bagi penduduk yang sakit, (15%) melalui pelayanan medis.
Paradigma sehat merupakan strategi pembangunan kesehatan untuk semua sehat di tahun 2010, dimana mengarah kepada mempertahankan kondisi sehat dan tidak sakit dan produktif yang dikenal dengan upaya promotif dan preventif ketimbang upaya kuratif yang hanya menekankan pada upaya penanganan orang-orang sakit.

B. Saran

Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen dan kerjasama antara negara berkembang dengan negara maju.
Meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan karena merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk dalam upaya pembangunan kesehatan khususnya di Indonesia.
Peningkatan pemberdayaan masyarakat, kerjasama dengan semua pelaku pembangunan kesehatan. Khususnya dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di semua jenjang administrasi pemerintahan dalam pembangunan kesehatan.
Kebijaksanaan pembangunan kesehatan pada tahap sekarang ini harus diarahkan pada upaya bagaimana membina bangsa yang sehat dan bukan bagaimana menyembuhkan mereka yang sakit.

Demikian 3 contoh makalah yang baik dan benar yang bisa Mamikos bagikan kepada kalian. Semoha informasi di atas bisa menjadi referensi kalian untuk membuat makalah yang sederhana ya! Kunjungi situs Mamikos untuk mendapatkan contoh karya tulis ilmiah hingga tips-tips menarik lainnya ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta