Source : geoparkjogja.jogjaprov.go.id

Pengendapan yang Dilakukan oleh Angin akan Membentuk Apa? Ini Jawabannya

Yuk, simak penjelasan artikel ini untuk memahami pengendapan yang dilakukan oleh angin akan membentuk apa. Kamu sudah tahu?

30 September 2026 Fanny

Proses terjadinya mengendapnya material yang kemudian diangkut oleh angin, air, es, atau gletser di suatu cekungan disebut sebagai pengendapan atau sedimentasi.

Saat material terbawa dan terhenti oleh tenaga pengangkutnya, maka material akan terkumpul di suatu tempat dan perlahan-lahan dapat membentuk suatu kenampakan alam tertentu.

Salah satunya seperti apa yang dilakukan oleh angin yang membawa dan mengendapkan material. Lantas, pengendapan yang dilakukan oleh angin akan membentuk apa? Berikut, penjelasannya.

Mempelajari Lebih Jauh tentang Pengendapan oleh Angin

Pengendapan yang Dilakukan oleh Angin Akan Membentuk Apa?
geoparkjogja.jogjaprov.go.id
10 Jenis Tanah di Indonesia dan Persebarannya Lengkap dengan Penjelasannya

Mengenal Pengendapan oleh Angin 

Pengendapan angin disebut juga sedimentasi aeolis atau aeris, yaitu suatu proses pengendapan akan materi-materi yang terbawa oleh hembusan angin ke tempat-tempat yang dilalui oleh angin.

Ketika hembusan dan kekuatan angin melemah, maka material yang dibawanya akan dijatuhkan dan mengendap. 

Merujuk pada jurnal berjudul Inovasi Mengatasi Pendangkalan pada Pelabuhan Tapak Paderi Kota Bengkulu (Mawardi), dijelaskan jika mekanisme pengangkutan sedimen oleh angin dan air sangatlah berbeda, sebab berat jenis angin relatif lebih kecil dari air, sehingga angin sangat sulit untuk mengangkut sedimen yang ukurannya sangat besar. Ukuran sedimen yang bisa terangkut oleh angin biasanya maksimum sebesar ukuran pasir. 

Oleh sebab itu, biasanya materi endapan yang dibawa oleh angin yaitu pasir, sehingga pengendapan yang dilakukan oleh angin akan membentuk bukit pasir, gumuk pasir atau sand dunes. 

Gumuk pasir ini adalah bentang alam dominan yang terbentuk karena pengendapan partikel erosi yang diangkut angin.

Gumuk pasir bisa terjadi di daerah gurun maupun pantai ketika terjadinya akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin kuat. 

Secara tidak langsung, keberadaan gumuk pasir yang terbentuk juga memberikan manfaat, di antaranya seperti tembok alam yang menjadi pelindung dari tsunami hingga menjadi tempat wisata.

Umum, ada beberapa faktor yang mengontrol terbentuknya sedimen, begitu pun dengan sedimentasi aeolis, yaitu:

– Iklim
– Topografi
– Vegetasi, pemadatan, atau pembukaan lahan
– Susunan yang ada dari batuan
– Intensitas dan durasi curah hujan
– Kemiringan lahan dan panjang lereng
– Kecepatan dan debit aluran air
– Sifat fisik tanah

Jenis-jenis Bentuk Gumuk Pasir (Sand Dunes)

Melansir dari laman Emilogi, gumuk pasir terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan bentuk dan arah anginnya, yaitu: 

1. Barchanoid dunes, gumuk pasir yang berbentuk bulan sabit yang memanjang seperti melintang dan pematang.

2. Barchan dunes, gumuk pasir yang bentuknya seperti bulan sabit dengan ujungnya yang melawan arah angin.

3. Transverse dunes, gumuk pasir yang terbentuk dari rangkaian pematang yang dipisahkan oleh lembahan serta berbentuk melintang.

4. Parabolic dunes, bentuk gumuk pasirnya hampir sama dengan barchan, hanya saja ujungnya menghadap arah datangnya angin. Gumuk pasir ini akan terbentuk saat vegetasi menutupi pasir.

5. Longitudinal dunes, gumuk pasir yang bentuknya penggungan di mana arahnya sejajar dengan arah datangnya angin.

6. Star dunes, gumuk pasir yang memiliki bentuk beragam dan terisolasi, ini dikarenakan arah angin yang berbeda-beda dari berbagai arah.

Contoh Gumuk Pasir dari Pengendapan Angin

Indonesia patut berbangga, karena menjadi negara yang memiliki gumuk pasir, tepatnya berada di Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Melansir dari laman ResearchGate mengenai Ekosistem Gumuk Pasir, dijelaskan bahwa gumuk pasir yang ada di Desa Parangtritis dipengaruhi oleh sungai, angin tenggara, dan gunung Merapi yang menyumbangkan material penyusunnya. 

Dimulai dengan bermacam material yang dipindahkan melalui aliran sungai-sungai, lalu bermuara di Samudra Hindia, dan mengendap di pesisir. 

Saat air laut surut, kemudian angin tenggara bertiup dan pasir berpindah ke arah daratan dan membentuk gumuk pasir.

Pembentukkan ini terjadi secara intensif pada musim kemarau, sebab kelembaban pasir cenderung rendah sehingga pasir lebih ringan.

Menariknya, gumuk pasir di Parangtritis berstatus langka, sebab keistimewaannya yang bertipe gumuk pasir barchan yang biasanya ditemukan di wilayah beriklim arid atau kering.

Hal tersebut menjadikan gumuk pasir Parangtritis menjadi gumuk pasir bertipe barchan yang hanya ada di dunia, di mana satu lagi berada di Meksiko.

Diketahui, gumuk pasir di Parangtritis pun menjadi objek wisata yang juga dikenal dengan gumuk pasir Parangkusumo. Setiap pengunjung dikenai biaya tiket Rp10.000 dengan jam operasional pukul 07.00 – 18.00 WIB.

Ada berbagai fasilitas dan aktivitas lainnya yang bisa dinikmati, seperti sandboarding dan ATV dengan biaya yang berbeda dari tiket masuk.

Keberadaan gumuk pasir ini menunjukkan masyarakat sekitar yang memperoleh manfaat ekonomi dengan berbagai aktivitas pariwisata.

Namun, sayangnya sejak 2024 lalu gumuk pasir Parangtritis dikabarkan terancam punah karena penyusutan yang terus terjadi dan menyisakan 17 hektare dari luas 417 hektare yang tercatat sejak tahun 1976.

Apa Maksud Iklim Tropis? Penjelasan Iklim Tropis dan Ciri-Cirinya

Penutup 

Demikian, pembahasan mengenai pengendapan atau sedimentasi, mulai dari pembahasan tentang pengendapan oleh angin, pengendapan yang dilakukan oleh angin akan membentuk apa, jenis-jenisnya, dan contohnya. Semoga penjelasan ini membantu.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta