Pengertian Teks Diskusi, Fungsi, Tujuan, Ciri-ciri, dan Kebahasaannya
Teks diskusi adalah sebuah tulisan yang berisi tentang dua atau lebih argumen. Berikut penjelasan lengkapnya tentang teks diskusi.
- Untuk menguji sistem, bukti, opini, nilai serta respon terhadap suatu masalah.
- Memberikan gagasan pada suatu masalah dan menghargai pendapat yang telah disampaikan oleh orang lain.
- Menarik benang merah antara fakta dan data dari berbagai perspektif serta latar belakang.
- Tujuan lain dari teks ini adalah untuk saling bertukar pikiran, pendapat bahkan ide.
- Memberi tanggapan dan mengungkapkan permasalahan.
Ciri-ciri Sebuah Teks Diskusi
Pada dunia literasi memang ada banyak sekali jenis teks yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk dapat membedakannya, kamu dapat mengenali teks jenis diskusi melalui ciri ciri berikut ini:
- Pada sebuah teks diskusi mempunyai 4 struktur, yakni adanya isu, argumen yang pro, argumen kontra serta rekomendasi atau kesimpulan.
- Jenis teks ini menggunakan secara proporsional verba rasional, material serta verba mental.
- Teks jenis diskusi memakai kata hubung perbandingan yang berguna untuk memperhadapkan dua pendapat yang berbeda serta untuk mempertegas kontras.
- Teks ini memakai modalitas dalam membentuk opini juga rekomendasi. Maksud dari modalitas adalah klasifikasi pernyataan yang pro dan kontra atas sebuah kemungkinan atau keharusan.
Kaidah Kebahasaan pada Teks Diskusi
Adapun yang dimaksud dengan kaidah kebahasaan ialah aturan yang membentuk sebuah teks atau kalimat sebagai pembeda.
Beberapa kaidah kebahasaan yang dapat kamu temukan pada sebuah teks diskusi umumnya memiliki ciri ciri tersendiri, seperti:
- Memakai istilah umum supaya dapat dipahami oleh semua peserta diskusi
- Menggunakan kata modalitas seperti, harus, wajib, akan, ingin, mungkin, bila, atau apabila
- Memakai kata kerja aksi, seperti mengakibatkan, menjadikan, menyebabkan, atau membuat
- Menggunakan tanda hubung perlawanan yang berisi kata–kata untuk menunjukkan suatu perbandingan atau suatu hal yang kontras. Contohnya, tetapi, sedangkan, namun, tidak…tetapi, di pihak lain, sebaliknya, bukan…melainkan.
- Memakai kohesi gramatikal dan kohesi leksikal
- Biasanya menggunakan kalimat tanya di awal
Jenis–jenis Teks Diskusi
Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa teks jenis ini seringkali diterapkan pada aktivitas sehari-hari.
Adakah di antara kamu yang belum dapat mengenali ciri-cirinya? Agar lebih gamblang, berikut adalah beberapa jenis teks jenis diskusi:

