Pilih Pakai Paylater atau Kartu Kredit, Mana yang Lebih Untung? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Temukan apa saja kelebihan dan kekurangan dari paylater dan kartu kredit.
4. Cocok untuk Transaksi Kecil
Limit paylater memang tidak sebesar kartu kredit, tapi justru itu yang aman buat pemula. Biasanya hanya ratusan ribu sampai beberapa juta rupiah. Pas untuk transaksi harian seperti belanja bulanan, pesan makanan, beli pulsa, atau bayar tagihan kecil.
Adanya limit yang relatif kecil, paylater bisa jadi “latihan” buat belajar mengatur cicilan. Kamu bisa belajar disiplin bayar tepat waktu tanpa terbebani utang besar.
Kalau sudah terbiasa, barulah nanti bisa upgrade ke produk kredit yang lebih besar seperti kartu kredit atau pinjaman bank.
Kekurangan Paylater
Nah, meskipun ada kelebihannya, Paylater juga memiliki kekurangan sebagai berikut:
1. Bunga Bisa Tinggi
Salah satu kelemahan utama paylater adalah bunga yang relatif lebih besar dibanding kartu kredit. Rata-rata bunga paylater berkisar antara 2% sampai 5% per bulan, tergantung platform dan tenor yang dipilih.
Kalau dihitung setahun, jumlah ini bisa terasa cukup memberatkan, apalagi kalau nilai belanjanya lumayan besar. Banyak pengguna yang awalnya tergiur karena cicilan terlihat kecil per bulan, tapi kaget ketika menyadari total pembayaran jauh di atas harga asli barang.
Selain bunga, beberapa platform paylater juga menambahkan biaya layanan atau administrasi di tiap transaksi. Jadi walaupun cicilannya terlihat ringan, biaya tambahan ini bisa membuat total belanja membengkak.
2. Tenor Terbatas
Paylater umumnya hanya menyediakan tenor cicilan pendek, biasanya 1 sampai 12 bulan. Beda dengan kartu kredit yang bisa menawarkan cicilan sampai 24 atau 36 bulan.
Kalau barang yang dibeli harganya mahal, misalnya smartphone flagship atau peralatan elektronik rumah tangga, tenor singkat ini bisa membuat cicilan bulanan terasa berat.
Keterbatasan tenor ini membuat paylater lebih cocok untuk transaksi kecil sampai menengah, bukan pembelian besar. Kalau dipaksakan, risiko gagal bayar makin tinggi karena beban cicilan per bulan terlalu besar dibanding kemampuan keuangan pengguna.
Jadi, harus benar-benar dihitung apakah tenor singkat ini masih realistis dengan pendapatan bulanan.
3. Tidak Semua Merchant Menerima
Berbeda dengan kartu kredit yang bisa dipakai hampir di semua merchant, paylater masih terbatas penggunaannya. Biasanya hanya bisa digunakan di platform atau aplikasi yang sudah bekerja sama.
Misalnya, Shopee PayLater hanya berlaku di Shopee, dan GoPayLater hanya bisa dipakai di layanan ekosistem Gojek atau partner tertentu. Jadi, kalau mau belanja di luar platform tersebut, paylater tidak bisa digunakan.
Keterbatasan ini bisa membuat pengguna jadi kurang fleksibel dalam bertransaksi. Misalnya, kamu ingin beli produk di toko offline atau marketplace lain, tapi metode paylater yang kamu punya tidak tersedia.
4. Risiko Boros
Kemudahan paylater sering membuat pengguna kalap belanja tanpa mikirin kemampuan bayar. Akibatnya, tagihan menumpuk dan membuat stres ketika jatuh tempo.
Kalau tidak ada kontrol keuangan yang baik, paylater justru bisa jadi jebakan konsumtif. Terutama buat orang yang suka belanja impulsif atau gampang tergoda promo.
Padahal, semakin banyak transaksi paylater yang dilakukan, semakin besar pula bunga dan cicilan yang harus ditanggung. Ini bisa mengganggu cash flow bulanan kalau tidak dikelola dengan bijak.
Kelebihan Kartu Kredit
Berikut kelebihan dari kartu kredit:
1. Limit Lebih Besar
Bank biasanya memberikan limit mulai dari Rp3 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada profil penghasilan, riwayat kredit, dan hubungan nasabah dengan bank tersebut.
Adanya limit yang besar, pengguna jadi lebih fleksibel dalam mengatur keuangannya. Misalnya, ada pengeluaran mendadak untuk perbaikan rumah atau biaya kesehatan, kartu kredit bisa jadi penolong darurat tanpa harus menunggu persetujuan pinjaman baru.
2. Bunga Relatif Lebih Rendah
Dibandingkan dengan paylater, bunga kartu kredit biasanya lebih rendah dan lebih “ramah.” Rata-rata bunga kartu kredit berada di kisaran 1%–3% per bulan, sementara paylater bisa mencapai 2%–5% per bulan.
Selain itu, banyak bank menawarkan program cicilan 0% untuk tenor tertentu, terutama saat membeli barang di merchant yang bekerja sama dengan bank penerbit kartu. Adanya cicilan 0%, kamu bisa mencicil barang tanpa biaya tambahan.
Misalnya, membeli laptop Rp12 juta dengan cicilan 12 bulan tanpa bunga akan tetap Rp12 juta, berbeda dengan paylater yang bisa menambah biaya bunga jutaan rupiah. Jadi, kalau pintar memanfaatkan promo, kartu kredit bisa jauh lebih ekonomis.
3. Promo Melimpah
Kartu kredit terkenal dengan berbagai promo menarik yang ditawarkan bank maupun merchant. Mulai dari cashback belanja di supermarket, diskon tiket pesawat, potongan harga hotel, hingga reward poin yang bisa ditukar dengan voucher belanja atau tiket gratis.
Bahkan, beberapa kartu kredit premium juga memberikan fasilitas eksklusif seperti akses lounge bandara dan asuransi perjalanan.
Contohnya, rutin belanja di supermarket tertentu dengan kartu kredit bisa memberikan cashback bulanan yang lumayan untuk mengurangi pengeluaran. Jadi, selain berfungsi sebagai alat bayar, kartu kredit juga bisa jadi strategi penghematan.
Halaman:

