Pilih Pakai Paylater atau Kartu Kredit, Mana yang Lebih Untung? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Temukan apa saja kelebihan dan kekurangan dari paylater dan kartu kredit.
4. Fleksibel dan Global
Jaringan besar seperti Visa, Mastercard, atau American Express membuat kartu kredit diterima secara global. Jadi, kalau kamu suka traveling atau sering bertransaksi internasional, kartu kredit jauh lebih praktis dibanding metode lain.
Selain itu, kartu kredit juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan tambahan seperti booking hotel, sewa mobil, hingga pembayaran langganan aplikasi internasional seperti Netflix atau Spotify. Fleksibilitas ini bikin kartu kredit terasa lebih “universal” dan memberikan rasa aman.
5. Meningkatkan Skor Kredit
Setiap kali kamu menggunakan kartu kredit dan membayar tagihan tepat waktu, riwayat tersebut tercatat di sistem BI Checking atau SLIK OJK. Riwayat positif ini akan jadi modal kalau suatu hari kamu ingin mengajukan KPR, kredit mobil, atau pinjaman lainnya ke bank.
Sebaliknya, kalau sering telat bayar, skor kredit bisa turun dan bank ragu memberikan pinjaman di masa depan. Jadi, dengan disiplin dan manajemen keuangan yang baik, kartu kredit bisa jadi “investasi jangka panjang” untuk reputasi finansial kamu.
Kekurangan Kartu Kredit
Meskipun ada kelebihannya, kartu kredit juga memiliki kekurangan sebagai berikut:
1. Syarat pendaftaran lebih ribet
Bank biasanya minta dokumen lengkap seperti slip gaji, rekening koran, NPWP, sampai bukti penghasilan dengan nominal tertentu. Bahkan, ada bank yang menetapkan syarat minimum penghasilan Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan agar pengajuan bisa diproses.
Hal ini memang bertujuan agar bank lebih selektif dan hanya memberi kartu kredit pada nasabah yang dianggap mampu mengelola cicilan.
Tapi, buat anak muda atau fresh graduate, syarat ini bisa jadi penghalang besar. Banyak yang akhirnya baru bisa apply kartu kredit setelah bekerja beberapa tahun atau memilih paylater dulu karena lebih gampang disetujui.
2. Risiko utang menumpuk
Misalnya, kamu punya limit Rp20 juta, lalu tergoda promo belanja, tiket pesawat, atau gadget baru. Kalau tidak mengatur pengeluaran dengan disiplin, tagihan bisa menumpuk dengan cepat.
Risiko ini sering jadi masalah utama pengguna kartu kredit yang belum terbiasa mengatur keuangan. Banyak orang awalnya merasa aman karena bisa “bayar nanti,” tapi akhirnya kaget saat tagihan datang.
3. Ada biaya tahunan
Banyak bank yang mengenakan biaya tahunan mulai dari Rp200 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung jenis dan level kartunya. Misalnya, kartu kredit premium seperti platinum atau infinite bisa ada annual fee yang cukup tinggi.
Biaya tahunan ini sering luput dari perhatian pengguna baru. Padahal, kalau kamu jarang pakai kartu kredit, biaya ini bisa terasa sayang banget. Jadi, penting untuk pilih kartu yang sesuai kebutuhan.
4. Butuh kontrol keuangan
Memiliki kartu kredit itu ibarat pegang “pedang bermata dua.” Kalau kamu disiplin, banyak keuntungan yang bisa didapat, tapi kalau lengah, bisa jadi jebakan.
Kalau kamu tipe orang yang suka impulsif belanja, kartu kredit bisa memperburuk kebiasaan itu. Karena geseknya gampang, seringkali keputusan belanja dilakukan tanpa mikir panjang.
Tanpa manajemen keuangan yang jelas, kartu kredit bisa jadi sumber masalah dibanding solusi. Makanya, penting untuk punya mindset bahwa kartu kredit adalah alat bantu, bukan “uang tambahan.”
Mana yang Lebih Untung Paylater atau Kartu Kredit?
Jawabannya: tergantung kebutuhan dan kondisi finansial kamu.
- Kalau kamu baru mulai belajar atur keuangan, belum ada penghasilan besar atau butuh kemudahan cepat → Paylater bisa jadi pilihan awal.
- Kalau kamu sudah ada penghasilan tetap, butuh fleksibilitas global, dan ingin manfaat promo yang banyak → Kartu kredit jelas lebih menguntungkan.
Penutup
Kartu kredit maupun paylater punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kartu kredit unggul dari segi limit besar, fleksibilitas, dan promo melimpah, sementara paylater lebih mudah diakses dengan syarat pendaftaran yang simpel.
Paling penting, jangan sampai salah kaprah menganggap keduanya sebagai “uang tambahan.” Baik kartu kredit maupun paylater tetaplah utang yang harus dibayar sesuai jatuh tempo. Kalau digunakan secara bijak, keduanya bisa jadi alat bantu keuangan yang menguntungkan.
Jadi, sebelum memutuskan mau pakai kartu kredit atau paylater, pastikan kamu sudah mengenali pola belanja, kemampuan bayar, dan tujuan keuanganmu. Kamu bisa memanfaatkan fitur-fitur ini secara maksimal tanpa membuat kantong bolong.
Referensi:
Beda Paylater dan Kartu Kredit, Pilih Mana? [Daring]. Tautan: https://www.ocbc.id/id/article/2024/04/26/paylater-vs-kartu-kredit/
Apa Saja Perbedaan Paylater dengan Kartu Kredit [Daring]. Tautan: https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/apa-perbedaan-paylater-dan-kartu-kredit/
Halaman:

