6 Pilihan Karir Lulusan Kedokteran Selain Kerja di RS

 Bella Carla | Kam, 25 Jun 2020

6 Pilihan Karir Lulusan Kedokteran Selain Kerja di RS – Tidak bisa dipungkiri, jurusan Kedokteran menjadi salah satu jurusan favorit di setiap perguruan tinggi. Memiliki prospek karir yang cerah untuk masa depan menjadi salah satu alasan utama mengapa jurusan Kedokteran begitu diminati. Selain menjadi seorang dokter, lulusan Kedokteran juga bisa meggeluti pilihan karir lainnya lho. Kira-kira apa saja pilihan karir lulusan Kedokteran ini? Cek info lebih lengkapnya di bawah ini.

Deretan Pilihan Karir Lulusan Kedokteran

unsplash.com

Soal prospek kerja jangan ditanya lagi, lulusan Kedokteran biasanya tidak sulit dapat pekerjaan. Jika sudah sah menyandang gelar Dokter, maka kamu bisa praktik di Rumah Sakit, puskesmas, klinik kesehatan, atau membuka praktik pribadi. Tak hanya itu saja, kamu juga bisa bekerja struktural, ada banyak instansi pemerintah yang memerlukan seorang Dokter, seperti BPOM, Basarnas, juga BNN. Kamu juga bisa menjadi tenaga medis di TNI dan Polri lho.

Sekilas Tentang Jurusan Kedokteran

Ilmu Kedokteran didefinisikan sebagai ilmu atau seni yang berkecimpung dalam pemeliharaan kesehatan, serta pencegahan, pengobatan atau penatalaksanaan penyakit. Kedokteran ini merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang mempelajari tentang mempertahankan kesehatan serta keselamatan nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya. Adapun ilmu ini meliputi tentang pengetahuan berupa sistem tubuh manusia serta penyakit dan bagaimana cara pengobatannya, kemudian penerapan dari pengetahuan tersebut.Ilmu Kedokteran yang ada pada jaman sekarang ini tidak muncul begitu saja, pastinya. Ilmu ini sudah dicari, dipelajari, serta dikembangkan selama ribuan tahun.

Apa saja Skill Yang Dibutuhkan Untuk Kuliah Jurusan Kedokteran?

Jika kamu ingin mengenyam pendidikan di jurusan Kedokteran, tentunya ada beberapa skill yang perlu kamu asah sedari sekarang agar nantinya kamu tidak kesulitan beradaptasi dengan sistem perkuliahan yang ada. Berikut ini adalah skill-skill yang dibutuhkan untuk kuliah di jurusan Kedokteran:

  • Pemahaman yang kuat di bidang Kimia, Fisika, dan Matematika
    Kenyataannya, kamu perlu modal pemahaman konsep yang baik seputar Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika untuk kuliah di jurusan Kedokteran. Mengapa demikian? Karena tubuh manusia adalah sesuatu yang kompleks, yang terdiri dari organ, jaringan, dan sistem yang saling bergantung satu sama lain. Untuk itulah, kamu juga sebaiknya mampu memahami konsep pelajaran kimia, fisika, dan matematika agar bisa memahami interaksi dan reaksi yang terjadi di dalam tubuh.
  • Mampu berpikir sistematis
    Setiap sel dan sistem yang ada di dalam tubuh manusia saling berhubungan, dan bahkan bergantung satu sama lain. Ibarat mesin pabrik yang bekerja dalam alur tertentu untuk menghasilkan sesuatu, begitu juga halnya dengan tubuh manusia. Karena itu, dibutuhkan skill berpikir secara menyeluruh dan sistematis agar kamu bisa memahami dan menganalisa dengan baik.
  • Mampu berbahasa Inggris
    Meskipun kamu bukan kuliah kedokteran di luar negeri, namun kemampuan berbahasa Inggris yang baik tetap wajib untuk dikuasai. Pasalnya, jurusan ini juga menggunakan banyak buku pelajaran berbahasa Inggris. Dibutuhkan waktu yang lama untuk menerjemahkan buku ke dalam satu bahasa. Makanya, bisa dibayangkan betapa ketinggalannya kamu jika menunggu terbitan buku berbahasa Indonesia, di saat sudah ada buku baru dengan tambahan ilmu dan teori baru yang berhasil menyanggah teori lama.

Berapa Lama Waktu untuk Lulus dari Jurusan Kedokteran?

Kuliah di jurusan Kedokteran memang memakan waktu yang lebih lama ketimbang dengan jurusan lainnya. Meskipun bisa bervariasi tergantung prestasimu, tapi umumnya pendidikan kedokteran bisa diselesaikan dalam waktu minimal 6 tahun. Adapun berikut adalah beberapa tahapan untuk sekolah Kedokteran, antara lain:

  1. Program Kuliah Sarjana (S1) Kedokteran
    Setelah dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru jurusan Kedokteran, kamu akan menjalani program kuliah Sarjana Kedokteran. Pada program ini, kamu tidak akan mengikuti sistem kredit atau SKS dalam menjalani kuliah seperti jurusan kuliah lain. Anda akan menjalani sistem blok. Pada akhir masa tiap blok, kamu akan menghadapi beberapa jenis ujian seperti ujian OSCE, ujian tertulis, dan ujian oral.
  2. Program Profesi Dokter
    Setelah lulus S1 Kedokteran, kamu akan lanjut mengambil program profesi dokter dan menjadi dokter muda, atau istilah populernya Koas. Pada program profesi dokter, kamu akan masuk ke tahap stase yang mana kamu akan ke banyak bagian di rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum yang tertera di Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Dalam tahap stase ini, kamu akan menjalani nya sampai sekitar dua tahun hingga dinyatakan lulus program profesi dokter. Pada akhir tiap stase akan ada ujian dengan metode Mini Case Examination (Mini-C-Ex), di mana kamu akan mewawancarai, memeriksa, menganalisis, serta meresepkan obat pada seorang pasien langsung sambil diawasi dosen/preceptor.
  3. Ujian Sertifikasi
    Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) akan menguji keterampilan dan pengetahuan untuk menangani 400an kasus yang ada di SKDI.
  4. Lulus Dokter
    Jika kamu sudah mendapatkan tanda lulus UKMPPD, fakultas akhirnya menyandangkan kamu gelar dokter. Kamu akan mengikuti wisuda kembali dan mengikrarkan Sumpah Dokter. Meskipun sampai tahap ini kamu bisa dibilang sudah bisa berhasil menyandang status sebagai seorang dokter, kamu tetap belum boleh diizinkan praktik.
  5. Internship
    Seorang dokter di Indonesia baru bisa melaksanakan praktik kerja sendiri jika sudah mengantongi tiga hal yaitu, gelar profesi dokter dari universitas, Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsili Kedokteran Indonesia, dan Surat Izin Praktek (SIP) yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Indonesia cabang setempat. Pada masa Internship yang berlangsung satu tahun, kamu akan melaksanakan praktik kerja untuk mendapatkan STR paten. Kamu akan praktik kerja layaknya dokter umum, tetapi masih berada di bawah tanggung jawab dan perlindungan dokter umum lain yang senior.
  6. Praktik Mandiri
    Setelah lulus masa Internship, kamu bisa mendaftar untuk mendapatkan STR paten yang nomornya akan kamu pegang seumur hidup, kecuali jika kamu belajar spesialis. Setelah mendapatkan STR ini lah kamu benar benar resmi menjadi seorang dokter. Menurut peraturan yang ada sekarang ini, seorang dokter boleh memiliki 3 SIP atau bekerja di 3 tempat yang berbeda.
  7. Dokter Spesialis
    Jika kamu tidak puas hanya dengan gelar dokter umum saja, kamu bisa menajamkan keilmuan untuk menjadi dokter spesialis yang khusus menangani satu bidang penyakit saja dan menjadi dokter rujukan dari bidang-bidang lainnya. Rata-rata program spesialisasi ini berlangsung antara 4-5 tahun. Tidak hanya itu kamu juga bisa belajar menjadi administrator atau manajer suatu sistem kesehatan atau rumah sakit. Selain menjadi dokter, kamu juga bisa menjadi bagian dari birokrasi tenaga kesehatan yang bekerja di Indonesia, menjadi dosen atau peneliti medis ataupun dokter yang bekerja di perusahaan asuransi atau perusahaan farmasi.

Pilihan Karir Lulusan Kedokteran

Menjadi seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit tentu menjadi pilihan karir utama ketika kamu lulus dari jurusan Kedokteran. Namun, nyatanya kamu masih bisa memilih menggeluti profesi lainnya jika enggan bekerja di Rumah Sakit. Beberapa pilihan karir yang bisa kamu pilih antara lain:

1. Birokrat

unsplash.com

Birokrat adalah orang yang bekerja bagi birokrasi dan digaji oleh negara atau korporasi. Birokrat haruslah menjalankan visi dan misi organisasi, baik misi organisasi publik ataupun privat (swasta). Birokrat juga bertugas untuk menerjemahkan kebijakan pimpinan melalui program dan kegiatan, mengingat mereka adalah bagian dari sistem birokrasi itu sendiri. Seorang lulusan Kedokteran nyatanya juga bisa menggeluti karir sebagai sorang Birokrat, lho!

2. Akademisi

unsplash.com

Akademisi yang dimaksud di sini adalah staf di fakultas kedokteran, atau bahasa awamnya menjadi pengajar atau peneliti. Setelah mendapatkan gelar dokter, kamu tidak harus selalu mengenyam pendidikan spesialis. Untuk menjadi dosen misalnya, mereka harus menyelesaikan S2 terlebih dahulu. Jika prestasinya meningkat, pihak fakultas biasanya akan menyekolahkan dosen ke jenjang yang lebih tinggi, seperti spesialis atau S3.

3. Pendidikan Dokter Spesialis

unsplash.com

Dokter spesialis adalah dokter yang melanjutkan pendidikan kembali setelah berhasil menamatkan Sarjana Kedokteran (S. Ked.) dan telah meraih gelar profesi dokter (dr.). Kemudian mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu, misalnya dokter spesialis kandungan atau dokter spesialis penyakit dalam. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana (spesialisasi) untuk dapat menjadi dokter spesialis ini.

4. Dokter Layanan Primer

unsplash.com

Dokter layanan primer melakukan pemeriksaan lebih detail tidak hanya memberikan solusi, tapi juga penjelasan rinci kenapa penyakit tersebut bisa timbul, memberikan rekomendasi obat, serta alasan kenapa obat tersebut diberikan. Dokter layanan primer ini akan setara dengan spesialis. Penempatannya juga akan lebih ke komunitas, masyarakat, dan keluarga. Selain pengobatan klinis, ilmu-ilmu mengenai kemasyarakatan juga akan ada pada dokter layanan primer. Pelayanan kesehatan primer ini dilakukan untuk menghemat biaya dokter spesialis, di mana masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik.

5. Dokter Industri

unsplash.com

Dalam proses bisnis penjualan produk, tentu dibutuhkan unit tersendiri untuk memantau mutu produk terlebih jika produk tersebut berkaitan dengan sektor kesehatan. Biasanya dokter yang bekerja dibagian inilah yang dimaksud dengan Dokter Industri. Seorang Dokter Industri harus memastikan seluruh proses dari mulai proses produksi hingga barang sampai ke konsumen bisa berjalan dengan baik. Kemudian dilanjurkan dengan mengecek mutu dan membuat sebuah sistem serta inspeksi agar barang berada dalam kondisi aman.

6. Peneliti

unsplash.com

Peneliti atau kerap disebut dengan scientist adalah sebutan bagi seseorang yang tugas utamanya melakukan penelitian dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebanyakan dari penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan. Misalnya, seorang peneliti bioteknologi yang melakukan penelitian dengan fokus pada struktur dan rekombinasi DNA, hasil penelitiannya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan produk baru seperti obat-obatan dan bahan makanan. Seorang peneliti harus menguasai kaidah maupun metode ilmiah, mulai dari teknik penelusuran kepustakaan, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik penulisan ilmiah, teknik presentasi, teknik perencanaan penelitian, dan sebagainya.

Oke, itu tadi 6 pilihan karir lulusan Kedokteran selain bekerja di Rumah Sakit yang bisa Mamikos share kepada kalian. Gimana? Semakin tertarik untuk masuk jurusan Kedokteran? Jika kamu ingin mencari info terkait kampus dengan jurusan Kedokteran, silahkan kunjungi situs Mamikos ya!

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: