Plafon yang Bagus Terbuat dari Bahan Apa? Ini Rekomendasi yang Awet dan Tahan Lama
Apakah kamu sedang mencari rekomendasi bahan plafon yang bagus? Yuk, cari tahu rekomendasi bahan plafon yang awet dan tahan lama di sini!
- Plafon penting untuk kenyamanan hunian—memengaruhi estetika, peredaman suara, stabilitas suhu, serta ketahanan terhadap kebocoran dan rayap; pemilihan bahan harus disesuaikan dengan iklim (mis. daerah curah hujan tinggi) dan anggaran.
- Beberapa bahan plafon yang direkomendasikan karena awet/tahan lama: PVC/uPVC (tahan air dan rayap, ringan), GRC dan kalsiboard (sangat tahan cuaca dan air), plafon akustik (peredam suara), kayu (estetika dan isolasi), metal, gypsum, akrilik; masing‑masing punya kelebihan (ketahanan, estetika, perawatan) dan kekurangan (berat, harga, pemasangan rumit, atau risiko kesehatan pada asbes).
- Panduan singkat pemilihan: PVC cocok untuk daerah lembab/bercurah hujan tinggi karena tahan rayap dan mudah perawatan; gypsum unggul secara visual dan peredam suara tapi tidak tahan air; perhitungkan juga harga, bobot rangka penopang, dan dampak lingkungan/kelestarian (mis. asbes dan isu lingkungan pada plastik).
Plafon tidak hanya memiliki fungsi untuk menutup rangka atap bangunan, tetapi memiliki fungsi penting dalam menentukan kenyamanan sebuah hunian.
Hanya saja kalau kamu ingin membuat plafon ada beberapa hal yang harus dilakukan. Salah satunya adalah menentukan bahan plafonnya.
Nah, di artikel ini Mamikos akan memberikan rekomendasi bahan plafon yang bagus yang awet dan tahan lama. Jadi, kalau kamu ingin pasang plafon tidak ada salahnya kalau kamu baca artikel terbaru dari Mamikos berikut! 🏘️😉
Daftar Isi
Rekomendasi Plafon yang Awet dan Tahan Lama

Memilih bahan plafon sangat penting untuk dilakukan karena dengan pemilihan jenis yang tepat dapat membuat rumah terhindar dari kebocoran.
Selain itu, pemilihan bahan plafon yang tepat dapat membuat suhu ruangan lebih stabil sehingga lebih nyaman dihuni di segala musim.
Hal lain yang kadang sering terlupakan adalah sisi keawetannya karena banyak orang yang memilih plafon dengan bahan yang murah.
Salah satunya adalah plafon berbahan triplek. Secara nilai ekonomi, plafon yang berbahan triplek memang lebih murah dan lebih mudah pemasangannya.
Hanya saja di balik nilainya yang murah, plafon berbahan triplek ini cepat mengalami kerusakan karena tidak tahan air.
Makanya, plafon berbahan triplek ini tidak cocok digunakan pada rumah yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi.
Selain itu, plafon berbahan triplek ini juga sering cepat rusak karena memiliki musuh utama rayap. Efek dari rayap ini sangatlah berbahaya karena seringkali membuat plafon tiba-tiba roboh karena banyak pemilik rumah yang tidak sadar plafonnya keropos karena dimakan rayap.
Jika kamu menginginkan plafon yang awet dan tahan lama, berikut ini adalah beberapa bahan plafon yang Mamikos rekomendasikan.
1. Plafon Gypsum

Plafon yang terbuat dari material gypsum ini cukup populer di Indonesia. Selain memiliki tampilan yang elegan, plafon jenis ini juga mudah dalam pemasangannya.
Selain itu, plafon ini juga dapat menjadi peredam suara yang terbilang baik. Menariknya, plafon ini juga mudah untuk dicat ulang sesuai dengan selera.
Hanya saja, plafon ini kurang cocok digunakan pada rumah yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi karena tidak tahan air.
Selain itu, plafon jenis ini juga rawan retak kalau terkena benturan. Bobot plafon juga tergolong berat sehingga diperlukan rangka besi hollow yang kuat untuk membuatnya kokoh dalam waktu lama.
2. Plafon PVC

Belakangan ini plafon berbahan PVC semakin digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain karena materialnya berbahan plastik yang membuat tingkat keawetannya tidak perlu diragukan.
Struktur plafon juga tahan terhadap kebocoran dan serangan rayap. Hal ini membuat plafon PVC sangat direkomendasikan digunakan pada rumah yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi.
Selain itu, plafon PVC juga memiliki bobot yang relatif lebih ringan dibandingkan dengan plafon berbahan lainnya sehingga untuk memasangnya tidak memerlukan rangkay yang relatif kuat.
Menariknya, plafon jenis ini juga sangat mudah dibersihkan sehingga urusan merawatnya tidak terlalu merepotkan.
3. Plafon Kayu

Plafon kayu telah lama dikenal dengan daya tahannya yang luar biasa dan kemampuannya dalam membuat suhu udara nyaman serta memiliki tampilan yang elegan.
Kalau kamu ingin memilih plafon dengan bahan kayu untuk rumahmu. Sebaiknya kamu mencari tahu lebih dulu jenis kayunya.
Sebab, tidak semua jenis kayu tahan terhadap serangan rayap. Melalui pemilihan jenis kayu yang tepat akan membuat plafon rumahmu akan awet dan tahan lama.
Adapun kelebihan yang dimiliki plafon berbahan kayu adalah mempu memberikan tampilan estetika yang menawan dan mampu menjadi isolator suara yang cukup baik.
Sementara kekurangan yang dimiliki plafon berbahan kayu antara lain harganya yang relatif lebih mahal dan kalau salah pilih jenis kayu dapat membuat plafon cepat rusak karena serangan rayap.
4. Plafon Metal

Awalnya, plafon dengan bahan metal ini sering digunakan pada bangunan komersial. Tetapi, dalam beberapa tahun belakangan ini banyak rumah modern yang mengusung konsep industrial banyak yang menggunakannya.
Alasannya tidak hanya karena plafon jenis ini tahan lama karena tahan terhadap serangan rayap. Tetapi, juga karena perawatannya terbilang lebih mudah.
Meskipun plafon jenis ini dapat memberikan kesan modern dan maskulin pada ruangan, tetapi plafon ini bukan merupakan peredam suara yang baik.
Hal ini menyebabkan suara dari luar rumah atau dari atap dapat terdengar lebih keras sehingga cukup mengganggu saat cuaca sedang hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, kekurangan yang dimiliki plafon jenis ini antara lain adalah desainnya yang masih cukup terbatas dan harganya relatif lebih mahal.
5. Plafon GRC

Plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan campuran serat kaca dan campuran semen sehingga membuatnya dikenal sebagai plafon dengan daya tahan luar biasa.
Berkat perpaduan serat kaca dan campuran semen yang tepat menjadikan plafon ini memiliki daya tahan yang tinggi karena cuaca yang terlalu panas dan intensitas hujan yang tinggi.
Meskipun jenis plafon ini memiliki banyak keunggulan, tetapi kekurang plafon seperti bobot yang cukup berat, harga yang lebih mahal, serta pemasangannya yang tergolong cukup sulit dan bobotnya yang berat membuatnya memerlukan rangka kuat untuk memasangnya.
6. Plafon Asbes

Seperti namanya, plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan asbes. Beberapa kelebihan yang dimiliki plafon jenis ini adalah daya tahannya yang luar biasa, mudah dalam pemasangan, dan harganya yang cukup ramah di kantong.
Berbahan dasar asbes tentunya menjadikan plafon ini memiliki daya tahan luar biasa karena dipastikan tidak mempan terhadap serangan rayap dan sudah tahan panas.
Hanya saja perlu kamu perhatikan bahwa beberapa penelitian menyebutkan kalau asbes ini menghasilkan serat asbes yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, plafon jenis ini juga tidak ramah terhadap lingkungan sehingga peredarannya sudah dibatasi di beberapa negara.
7. Plafon Akrilik

Plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan sintetik yang sering disebut dengan polimetik metakrilat yang secara sederhananya bisa dikatakan dibuat dari plastik.
Plafon dengan jenis ini memiliki daya tahan yang cukup tinggi dan dapat dipastikan akan tahan lama karena sudah tahan rayap.
Adanya unsur plastik dalam materialnya menjadikan plafon jenis ini sangat cocok digunakan pada ruangan dengan tingkat intensitas kelembaban tinggi seperti kamar mandi dan dapur.
Menariknya, material ini sudah tersedia dalam berbagai warna dan desain sehingga kamu bisa lebih bebas dalam memilihnya.
8. Papan Kalsiboard

Kalau kamu ingin memiliki plafon yang paling tangguh, bisa jadi ini yang kamu butuhkan. Adapun alasannya adalah plafon ini dibuat dengan menggunakan semen, serat selulosa, dan pasir kuarsa yang kemudian diproses dengan suhu tinggi.
Meskipun terbuat dari, tetapi jenis plafon ini terbilang lentur sehingga memiliki daya tahan terhadap benturan lebih baik dibandingkan gypsum.
Selain itu, plafon jenis ini juga dipastikan anti karat, anti rayap, dan sangat tahan air dan kelembaban sehingga kalau terjadi genting bocor tidak akan membuat plafon jenis ini hancur.
Nilai tambah yang dimiliki oleh plafon jenis ini adalah pemasangannya yang relatif lebih rumit dan secara visual masih kalah bagus dibandingkan dengan gypsum.
9. Plafon Akustik

Plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan campuran serat kaca, serat batuan, dan beberapa bahan pilihan lainnya.
Belakangan plafon jenis ini banyak diminati karena kemampuannya dalam meredam suara, menjaga suhu ruangan, dan tahan api.
Biasanya plafon jenis ini sering dipasang pada ruangan kerja, ruang musik, atau bioskop dengan tujuan membuat ruangan kedap suara sehingga suara dari dalam ruangan tidak mengganggu sekitar.
Kelebihan lain yang dimiliki plafon jenis ini antara lain mudah dalam pemasangan dan cukup mudah dalam perawatannya.
Meski demikian ada beberapa kekurangan dari plafon jenis ini yang perlu diperhatikan seperti desainnya yang masih terbatas, tidak tahan air, dan harganya yang relatif lebih mahal.
10. Plafon uPVC

Plafon jenis ini juga cukup digemari karena keawetan dan ketahanannya dari serangan rayap serta mampu meredam panas dengan sangat baik.
Terbuat dari turunan plastik yang telah dihilangkan kelenturannya menjadikan plafon jenis ini lebih kuat dibandingkan dengan PVC biasa.
Selain itu, plafon jenis ini juga tahan api dan mampu menjadi isolator suara dan panas yang cukup baik di dibandingkan lainnya.
Hanya saja, plafon jenis ini tidak bisa dicat ulang sehingga kamu harus memperhitungkan dengan baik motifnya agar tidak menyesal di kemudian hari.
Semoga rekomendasi bahan plafon yang awet dan tahan lama yang Mamikos berikan dapat membantu kamu dalam menemukan bahan plafon yang sesuai dengan budget.🏠❤️
FAQ
Beberapa bahan plafon yang awet dan tahan lama antara lain kayu, gypsum, PVC, aluminium, GRC. Asbes, kayu dan uPVC.
Kalau harus memilih PVC atau gypsum bisa dilihat dari ketersediaan budget yang dimiliki. Hanya saja PVC lebih tahan bocor dan minim perawatan. Sementara gypsum kelihatannya lebih bagus dan memiliki kemampuan meredam suara.
Betul sekali, plafon PVC merupakan material terbaik yang tahan terhadap serangan rayap. Tak hanya itu, plafon berbahan PVC juga ringan, mudah dalam pemasangan, dan tahap terhadap kelembaban sehingga sangat direkomendasikan dipasang pada rumah yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi.
Adapun kelemahan dari plafon PVC adalah tidak tahan terhadap panas ekstrem karena bisa menyebabkan terjadinya deformasi dan materialnya tidak ramah lingkungan karena berpotensi menyebarkan gas klorin dalam jangka panjang.
Tidak, plafon PVC tidak akan rusak terkena air karena tidak memiliki kandungan logam dan besi sehingga air tidak akan menyebabkan korosi.
Referensi:
Rekomendasi Bahan Plafon yang Awet dan Tahan Lama [Daring]. Tautan: https://www.impack-pratama.com/bahan-plafon/
5 Jenis Plafon Terbaik Beserta Keunggulan & Kekurangannya! [Daring]. Tautan: https://www.mitra10.com/blog/jenis-plafon-terbaik
5 Jenis Plafon Rumah Terbaik Lengkap dengan Keunggulan dan Kekurangannya [Daring]. Tautan: https://decorindoperkasa.com/5-jenis-plafon-rumah-terbaik-lengkap-dengan-keunggulan-dan-kekurangannya/
8 Jenis Plafon Rumah Beserta Plus Minusnya [Daring]. Tautan: https://ecatalog.sinarmasland.com/article/tips-properti/8-jenis-plafon-rumah-beserta-plus-minusnya
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah




