Advertisement

Puasa Syawal, Waktu Pelaksanaan & Tata Caranya

Usai menunaikan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan, ada puasa Syawal yang juga memiliki keutamaan dan keistimewaannya sendiri. Dalam artikel ini Mamikos akan memberitahukan mengenai puasa syawal dan keistimewaannya yang perlu kamu tahu.

23 Oktober 2026 Nana
Ringkasan Artikel
  • Pengertian & pahala: Puasa Syawal adalah puasa sunnah selama 6 hari di bulan Syawal yang disunnahkan setelah Ramadhan; bila dilakukan setelah menyempurnakan puasa Ramadhan, dijanjikan pahala setara berpuasa setahun (dalil HR. Muslim).
  • Waktu & niat: Dilaksanakan di bulan Syawal (utama dimulai sehari setelah Idul Fitri dan bila mungkin berturut-turut), namun boleh tidak berurutan; niat puasa sunnah boleh dibaca di pagi hari sebelum makan/minum selama yang berpuasa belum batal.
  • Syarat pelaksanaan: Sebaiknya dan lebih utama mengganti (qadha) puasa Ramadhan yang ditinggalkan terlebih dahulu—jika belum diganti, keutamaan puasa Syawal tidak sepenuhnya diperoleh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah umat Muslim di seluruh dunia menunaikan ibadah puasa wajib selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan, ada yang namanya puasa Syawal yang juga memiliki keistimewaannya sendiri.

Dalam artikel Mamikos kali ini, Mamikos akan coba memberikan informasi terkait puasa Syawal, waktu pelaksanaan hingga tata cara berpuasa yang perlu kamu ketahui.

Jangan kemana-mana sebab hanya di artikel Mamikos kamu bisa memperoleh banyak info menarik dan bermanfaat. Baca terus artikelnya sampai habis.

Mengenal Puasa Syawal, Waktu Pelaksanaan hingga Tata Cara Puasa di Sini

ibelieve.com

Mungkin selama ini kamu hanya tahu bahwa puasa Syawal dikerjakan sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Padahal keistimewaan dan keutamaan puasa Syawal sangatlah luar biasa. Simak informasi selengkapnya terkait puasa Syawal tersebut seperti yang sudah terlampir di bawah ini.

Pengertian Puasa Syawal Usai Hari Raya Idul Fitri

1. Hukum Puasa Syawal Usai Hari Lebaran

Perlu diketahui bahwa puasa Syawal memiliki hukum mustahab atau sama dengan sunnah. Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa

“Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh”. (HR Muslim No. 1164).

Dalam Al-Mughni, Ibnu Qudamah mengucapkan bahwa, “Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya mustahab menurut mayoritas para ulama”. (Al-Mughni, 3/176).

Jadi dikarenakan Sunnah maka jika kamu mengerjakannya kamu akan mendapatkan pahala, namun jika tidak dikerjakan kamu tidak berdosa.

2. Niat Melaksanakan Ibadah Puasa Syawal Setelah Idul Fitri

Jika saat ini kamu sudah memantapkan hati, maka Mamikos anjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal dengan kekhusyukan penuh dan keikhlasan dalam hati.

Apabila kamu hendak menunaikan ibadah puasa tersebut, maka terlebih dahulu kamu wajib melafazkan bacaan niat yang benar.

Di bawah ini adalah lafal yang harus kamu baca saat hendak menunaikan niat puasa Syawal selama 6 hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Tulisan latin:
Nawaitu sauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Yang artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

3. Diperbolehkan Membaca Niat di Pagi Hari

Apabila kamu mendadak berniat di pagi hari dan ingin mengamalkan puasa Syawal ini, kamu masih diperbolehkan dan bisa segera membaca lafaz niat sejak kamu berkehendak puasa sunah.

Sebab membaca niat puasa di malam malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib saja.

Sedangkan untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan pada siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Maka dari itu, sangat dianjurkan juga untuk melafalkan niat puasa syawal 6 hari di siang hari. Lafalan doa niatnya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Tulisan latin:
Nawaitu sauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Yang artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

4. Beberapa Ketentuan Puasa Syawal Usai Hari Raya Idul Fitri

1. Puasa Syawal ditunaikan 6 hari selama bulan Syawal

Untuk bisa menunaikan puasa Syawal 6 hari di bulan Syawal tentu ada tata cara pelaksanaannya yang perlu kamu tahu. Yang pertama adalah harus dilaksanakan selama enam hari, selama kasih di bulan Syawal.

Menunaikan puasa 6 hari di bulan Syawal tersebut sebaiknya dilakukan secara berurutan, namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa tidak berurutan pun tidak apa-apa alias diperbolehkan.

Menurut Imam Ahmad, puasa enam hari pada Syawal itu dapat dilakukan berturut-turut atau tidak berturut-turut, dan tidak ada kelebihan yang satu dari yang lainnya.

Sedangkan menurut golongan Hanafi dan Syafi’i, lebih utama pelaksanaan puasa Syawal apabila dapat dilakukan secara berturut-turut, yakni sesudah hari raya Idul Fitri.

Hal tersebut diungkapkan sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا

لِمَنْ أَطَابَ الكَلَامَ ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalam, dan bagian dalam tampak dari luar, yang disediakan Allah bagi orang yang memberikan makan, memperlembut pembicaraan, menyambung puasa (Ramadhan dengan puasa enam hari Syawal), dan sholat malam di waktu manusia sedang tertidur.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

2. Diutamakan ditunaikan sehari setelah Idul Fitri

Meski ada sebagian yang mengungkapkan bahwa lebih utama jika ditunaikan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan. Asal kan masih berada di bulan Syawal.

Ini juga masuk ke dalam ketentuan pelaksanaan puasa Syawal yang kedua. Di mana puasa 6 hari di bulan Syawal tidak berlaku lagi apabila ditunaikan di bulan lainnya. Sebab namanya bukan lagi puasa Syawal.

Ada sebagian ulama mengungkapkan bahwa waktu puasa Syawal ini akan lebih utama apabila dilaksanakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Menyegerakan pelaksanaan waktu puasa Syawal di hari kedua bulan Syawal menunjukkan itikad baik dalam bersegera dalam melakukan ibadah dan kebaikan.

Halaman:

Advertisement