5 Puisi untuk Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati Singkat 2, 3, 4 Bait
Tema paling sering yang digunakan dalam menulis puisi adalah tentang ibu. Hal ini karena ibu merupakan sosok terdekat dengan kita. Berikut ini adalah beberapa contohnya
Contoh 4 – Doa Ibu Di Mana-mana
Kini anakmu ada di sini
Bukan semata atas kemampuan kami
Tapi di setiap kemujuran
Yang datang tanpa kabar
Kami yakin ada doa ibu di sana
Meski kami tak meminta
Tapi doa ibu selalu tiba
Selalu menjadi penguat
Ketika kami dihadapkan
Pada pahitnya kenyataan
Contoh 5 – Doa Pengetuk Langit
Ibu
Bagaimana kabarnya?
Semoga ibu senantiasa bahagia
Karena senyuman ibu
Adalah surga bagi anak-anakmu
Ibu
Jangan khawatirkan kami
Selama doa-doa ibu
Masih mengetuk pintu-pintu langit
Tak akan ada bahaya
Yang tak bisa kami hadapi
Contoh Puisi untuk Ibu 3 Bait
Contoh 1 – Bu, Sabarlah
kepada ibu tercinta
malam ini anakmu memanggilmu
lewat doa yang dibawa angin
dan kemudian diturunkan oleh hujan
ibu meski rindu anakmu
sudah sampai pada titik puncak
tetapi maaf bila anakmu tak mampu
datang untuk menemuimu
sebab keadaan memang belum mengijinkan
ibu sabarlah menunggu
bila keadaan sudah memungkinkan
anakmu akan kembali pulang
dengan membawa berita
seperti yang ibu inginkan
Contoh 2 – Sebaris Doa Bahagia
bila musim-musim pergi
masih adakah jejak ibu yang masih kujumpai
untuk kurangkai dan kulukis dalam selembar kanvas
sebagai penampung atas sebuah nafas
dari mereka yang tanahnya telah terampas
bila musim-musim itu datang
dan tak mampu diberikannya kasih sayang
lalu, dimanakah para terbuang
harus mengubur nasibnya yang malang
bila musim-musim itu telah tiada
kan kukirimkan sebaris doa
supaya ibu senantiasa bahagia
Contoh 3 – Doa-doa Penguat
Kuaminkan lagi doa-doamu
Sebagai penguat tubuhku
Dikala rubuh sesaat sebelum subuh berlabuh
Nyatanya hanya doa-doamu
Penguat hatiku di kala kekalahan
Datang memberi pelajaran
Bahwa hidup harus mau menerima kenyataan
Ketika doa-doamu berdatangan
Sekali lagi semangat ini berkobar
Mencoba bangkit untuk sekian kali
Meski tak ada seorang pun tahu
Seperti apa hasilnya nanti
Ibu,
Bilang nanti aku datang padamu
Dengan tangis dan bersimbah air mata
Dekap aku seperti masa kecil dulu
Contoh 4 – Kenangan Pada Ibu
Masih kusimpan rapi dalam lemari
Sebuah topi masa kecil dulu
Yang ibu belikan di pasar malam
Tak mengapa telah usang warnanya
Usang adalah penegas
Bahwa ia tidak berusia muda
Dalam kebisuannya
Ia seperti ingin bercerita
Bahwa hanya waktu yang mampu
Menjadi penguji kesetiaan
Ibu kadang masih kudengar
Suara ibu yang tengah berdoa
Ketika malam hanya tinggal sepertiga
Mohon pada Tuhan
Supaya bahagia dilimpahkan
Pada aku anakmu
Halaman:

