Advertisement
Source : forbes.com

Ringkasan Cerita Fabel Kucing dan Tikus beserta Struktur dan Pesan Moralnya

Kamu pasti sudah tidak asing dengan kisah Kucing dan Tikus. Berikut adalah ringkasan sekaligus penjelasan tentang struktur cerita fabel.

30 November 2025 Sekarbumi

Komponen dan Struktur Penting dalam Cerita Fabel

Dalam setiap cerita fabel, terdapat empat komponen penting yang menjadi struktur cerita. Keempat komponen itu adalah:

1. Orientasi

Komponen yang pertama adalah orientasi. Orientasi ini merupakan paragraf pembuka dalam cerita fabel.

Biasanya, paragraf ini bersifat singkat, jelas dan padat karena akan langsung memperkenalkan tokoh-tokoh yang berlakon dan latar belakang cerita.

Contoh orientasi dalam ringkasan cerita fabel Kucing dan Tikus adalah:

Suatu hari, seekor tikus menyelinap masuk ke dalam rumah milik petani. Di dalam rumah yang besar dan hangat itu, Ia bertemu seekor Kucing.

Melalui paragraf tersebut kita mengetahui bahwa tokoh-tokoh yang berperan dalam cerita adalah Tikus, Kucing dan Petani. Sementara latar belakang ceritanya adalah di dalam rumah Petani.

7 Cerita Liburan Sekolah ke Pantai Bareng Keluarga atau Teman Singkat

2. Komplikasi

Komponen selanjutnya adalah komplikasi. Dalam bagian ini, konflik mulai terlihat. Biasanya, konflik dalam cerita fabel adalah masalah yang terjadi dalam diri pada karakter hewan.

Contoh komplikasi dalam ringkasan cerita fabel Kucing dan Tikus adalah:

Suatu siang, Kucing menghampiri Tikus dan berkata, “Hai, Tikus. Aku akan pergi menjenguk keponakanku yang baru lahir. Jagalah rumah selama aku pergi.”

“Baiklah, Kucing.”

Kucing pun pergi meninggalkan Tikus di dalam rumah seorang diri. Ia baru kembali saat malam sudah sangat larut.

Tikus yang sedang makan malam segera menyapa si Kucing. “Hai, Kucing! Bagaimana keadaan keponakanmu?”

“Ah … dia baik-baik saja kok.”

Tikus mengangguk lalu kembali asyik menyantap makan malam.

Dua hari kemudian, Kucing kembali menghampiri Tikus yang sedang bersiap hendak pergi mencari makan.

“Hai, Tikus. Tolong jagalah rumah. Karena aku hendak pergi.”

“Tapi aku ingin mencari makan.”

“Nanti akan ku carikan. Kau jaga saja rumah di sini.”

Awalnya, Tikus tidak mau. Tapi pada akhirnya Ia setuju saja dan berdiam diri di sudut rumah dengan perut keroncongan.

Kucing baru kembali saat malam sudah larut. Ia membawa sepotong roti kering untuk Tikus.

Karena sudah sangat lapar, Tikus tidak banyak protes dan segera menghabiskan roti itu.

Di sini dapat terlihat bahwa si Kucing sering bepergian tanpa menjelaskan secara gamblang tentang tujuannya.

Ia hanya menyuruh Tikus untuk tetap menjaga rumah sementara Ia pergi dan baru kembali saat tengah malam.

Seharusnya Tikus mempertanyakan hal ini, tapi Ia terlalu naif dan percaya saja kepada Kucing.

3. Resolusi

Seusai penjabaran konflik, selanjutnya adalah resolusi. Bagian ini merupakan penyelesaian dari konflik, atau klimaks dari konflik.

Contoh resolusi dalam ringkasan cerita fabel Kucing dan Tikus adalah:

“Tumben sekali kau pulang cepat, Kucing.”

Belum sempat Kucing menyahut, tiba-tiba terdengar seruan penuh amarah dari bagian belakang rumah.

Tak lama kemudian, muncul Petani bertubuh besar sambil memegang sebuah sapu. Dengan mata melotot, Petani itu mulai membongkar seluruh rumah.

Tikus bersembunyi dengan tubuh gemetar ketakutan. Si Petani akhirnya tiba di sudut tempatnya bersembunyi selama ini.

“Nah! Ketemu kau tikus nakal!” seru si Petani marah. “Kau sudah memakan habis seluruh persediaan makananku untuk musim dingin! Dasar nakal! Pergi kau! Pergi!”

Petani itu mengayunkan sapu ke tubuh Tikus, membuatnya terpental jauh.

“Ta-tapi, aku tidak memakan makananmu,” cicit Tikus sambil mengelak dari sabetan sapu.

Di sini dapat terlihat bahwa akhirnya Petani menemukan Tikus dan menuduhnya menghabiskan seluruh persediaan makanan.

Petani akhirnya mengusir Tikus keluar rumah tanpa repot-repot memeriksa apakah benar Tikus yang memakan makanannya atau tidak.

4. Koda

Di bagian akhir setiap cerita fabel, pasti akan ada koda. Koda adalah bagian yang berisi tentang amanat atau pesan moral yang terkandung di dalam cerita.

Bagian ini juga sekaligus menutup cerita fabel.

Contoh koda dalam ringkasan cerita fabel Kucing dan Tikus adalah:

Tapi si Petani terus mendesaknya hingga keluar rumah. Sebelum pintu tertutup, Tikus melihat Kucing yang menyeringai di balik punggung Petani.

Saat itulah Tikus menyadari bahwa selama ini Kucing sudah membohonginya. Ialah yang menghabiskan persediaan makanan si Petani.

Tikus benar-benar kesal. Tapi semuanya sudah terlambat dan Tikus pun akhirnya pergi meninggalkan rumah itu selamanya.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa ternyata yang sebenarnya memakan makanan Petani hingga habis adalah Kucing, dan Ia menjadikan Tikus sebagai kambing hitam.

Halaman:

Advertisement