Ringkasan Cerita Hikayat Pelanduk Jenaka atau Kancil dan Nilai-nilai yang Terkandung di Dalamnya
Ada nilai moral dan amanat bijak yang bisa dipetik dari sebuah cerita hikayat, contohnya seperti dalam cerita hikayat berjudul Pelanduk Jenaka.
Ada juga Raja Beruang yang bergelar Maharaja Sang Guna, Raja Harimau yang bergelar Maharaja Syahmar dan Johan Pahlawan Perkasa Agung.
Pasukan yang terakhir tiba adalah Raja Kerbau yang bergelar Maharaja Rama Pasut beserta rakyatnya yang sangat banyak.
Tentu tampaklah juga Syekh Alim di rimba naik di atas seladang yang dikawal oleh Raja-raja Singa. Yang ada di sebelah kanan bergelar Rambu, di sebelah kiri bergelar Jipan dan yang ada dibelakang Syekh Alim bergelar Janggi.
Pertarungan Pelanduk Jenaka dan Raja Gajah Paling Dinantikan
Akhirnya saat-saat yang dinantikan pun terjadi. Raja Gajah dan Syekh Alim berhadap-hadapan untuk pertama kali dan bersiap bertarung dan mengadu kesaktian mereka.
Syekh Alim meminta agar siapa yang menjadi pemenangnya dan siapa yang kalah agar tidak lagi saling mendendam dan mendengki.
Syekh Alim juga melanjutkan bahwa dalam pertarungan kali ini adalah pertarungan adu kaki. Jadi, siapa yang berteriak duluan maka dialah yang kalah.
Syekh Alim kemudian meminta kepada seluruh seisi rimba untuk menjadi saksi hidup dari pertarungan antara mereka ini.
Kecerdikan Pelanduk Jenaka Menghadapi Raja Gajah
Pertarungan antara Pelanduk Jenaka dan Raja Gajah pun segera dimulai. Syekh Alim meminta Raja Gajah untuk menyerang kakinya terlebih dahulu.
Raja Gajah sudah jemawa dan merasa bahwa dirinyalah yang pasti akan menang. Raja Gajah bergumam dalam hati bahwa kaki si pelanduk ini terlalu kecil. Meski seribu kaki pelanduk digabung pun pasti akan tetap kalah dengan kaki gajah.
Akan tetapi, dalam 3 kali serangan kaki yang dilancarkan oleh Raja Gajah, kaki Syekh Alim sama sekali tidak patah. Karena rupanya tanpa sepengetahuan Raja Gajah dan seluruh isi rimba, dengan cerdiknya Syekh Alim menyembunyikan kakinya di balik batu.
Kini giliran Syekh Alim yang menyerang kaki sang Raja Gajah. Tanpa tedeng aling-aling, Syekh Alim segera menikam kuku Raja Gajah dengan kukunya yang tajam sehingga Raja Gajah sontak berteriak kesakitan.
Akhirnya Raja Gajah segera mengakui keunggulan Syekh Alim dan minta maaf kepada Syekh Alim serta seluruh seisi rimba.
Setelah pertarungan itu, Syekh Alim dan seluruh pasukannya kembali dengan membawa kemenangan. Karena sesungguhnya, tanpa sepengetahuan sesiapa, selain kecerdikannya, Syekh Alim juga memperoleh kekuatan dari Baginda Raja Ali dan Amir Hamzah radhiyallahu anhu.
Halaman:

