Ringkasan Cerita Hikayat Pelanduk Jenaka atau Kancil dan Nilai-nilai yang Terkandung di Dalamnya
Ada nilai moral dan amanat bijak yang bisa dipetik dari sebuah cerita hikayat, contohnya seperti dalam cerita hikayat berjudul Pelanduk Jenaka.
Nilai-nilai yang Terkandung dari Cerita Hikayat Pelanduk Jenaka
Setelah membaca dengan saksama ringkasan cerita hikayat Pelanduk Jenaka atau kancil di atas, pasti kamu pun ingin ikut menyimpulkan apa saja nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kira-kira amanat apa yang bisa didapatkan oleh pembaca usai membaca ringkasan cerita hikayat Pelanduk Jenaka di atas bisa kamu temukan pada uraian di bawah ini:
1. Jadilah seorang yang kritis terhadap segala sesuatu
Ada masa ketika Raja Gajah berbicara tentang hal-hal yang negatif tentang nama gelar raja–raja rimba lainnya, datang seseorang bernama Tuan Syekh Alim.
Syekh Alim berbicara dengan raja Gajah mengenai bagaimana cara raja Gajah berbicara tentang nama gelar raja–raja yang ada di hutan rimba.
Tuan Syekh Alim berkata bahwa kedatangan dirinya hanya hendak memeriksa salah dan benar. Apabila Syekh Alim memiliki salah kepada Raja Gajah, maka niscaya akan tampak dengan jelas. Namun jika benar, maka akan tampak pula kebenarannya.
Namun, Raja Gajah justru bertanya balik pada Syekh Alim. Apakah salah jika dirinya mengata-ngatai raja rimba lainnya yang keji itu.
Tuan Syekh Alim kembali bertanya. Apa gerangan salah dirinya hingga Raja Gajah mengata-ngatai dirinya dengan kata-kata yang keji?
Karena merasa tidak terima itulah, Raja Gajah ditantang dan akhirnya kalah dari Syekh Alim. Dengan berpikir kritis, siapa pun dapat mengubah jalan pikir kita untuk menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi.
2. Dengan sedikit akal, siapa pun dapat menjadi pemenang
Rakyat kecil dapat menjadi seorang pemenang jika ia menggunakan usaha, kerja keras dan akal mereka. Dalam hikayat ini tergambar sebuah pesan bahwa kita tidak harus selalu membaca peluang dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik saat menghadapi lawan.
Kenali siapa lawan dan susun rencana kemenangan. Hal tersebut terlihat dari rencana Tuan Syekh Alim menggunakan kecerdikannya dengan menjebak Raja Gajah untuk membuat kesepakatan dari pertarungan mereka.
Tuan Syekh Alim mengetahui betul bahwa Raja Gajah hanya unggul dalam kekuatan fisik saja namun tidak dengan kekuatan batinnya.
Halaman:

