Ringkasan Cerita Rakyat Lutung Kasarung dan Purbasari Pendek beserta Pesan Moralnya
Jika kamu sedang mencari ringkasan cerita Lutung Kasarung lengkap dengan pesan moralnya. Maka kamu harus menyimak ringkasannya pada artikel dari Mamikos berikut ini.
Sebenarnya sudah banyak tetua kerajaan yang mengingatkan supaya Purbararang tidak berperilaku demikian.
Sayangnya, semua orang yang mengingatkan dan menolak perintahnya langsung dijatuhi hukuman yang berat.
Selain itu kepada rakyat yang telat atau enggan membayar pajak. Purbararang tak segan untuk memenjarakannya.
Kekejaman Purbararang dalam memerintah ini membuat banyak warga kerajaan Pasir Batang yang tidak betah.
Mereka yang sudah tidak betah dengan keputusan dan kebijakan Purbararang memilih untuk meninggalkan kerajaan.
Purbasari yang Terusir
Sementara itu Purbasari yang saat hidup di dalam hutan bertahan hidup dengan melakukan apa saja.
Di dalam hutan Purbasari dibuatkan sebuah pondokan kecil yang digunakannya untuk berlindung dari panas dan hujan.
Meskipun hutan yang digunakan untuk mengasingkan Purbasari ini dikenal angker dan dihuni oleh berbagai binatang buas.
Namun, bagi Purbasari hutan yang kini menjadi tempat tinggalnya merupakan hutan yang sangat menyenangkan. Sebab, semua yang tinggal di dalamnya sangat baik terhadap Purbasari.
Suatu hari muncullah seekor lutung yang dengan tiba-tiba membuat kerusuhan di ibu kota kerajaan Tapa Barang.
Seluruh upaya telah dilakukan untuk menjinakkan sang lutung. Sayangnya, semua usaha yang dilakukan berakhir sia-sia.
Ajaibnya, tidak ada satu pun senjata yang dimiliki prajurit kerajaan yang mampu melukai atau bahkan memotong bulu sang lutung.
Merasa yang dihadapi bukanlah lutung biasa. Akhirnya Purbararang mengutus Uwak Barata yang merupakan panglima perang di kerajaan Pasir Batang untuk menangkap lutung yang telah meresahkan masyarakat tadi.
Berkat kesaktian Uwak Barata, akhirnya lutung tersebut berhasil ditangkap. Setelah tertangkap Purbararang mengutus Uwak Barata membuang lutung yang telah dikalahkannya ke hutan yang digunakan untuk mengasingkan Purbasari.
Meski hati kecilnya menolak tetapi Uwak Barata tetap menjalankan perintah tersebut. Sebelum melepaskan lutung ke hutan.
Uwak Barata berpesan kepada lutung, “Wahai lutung ketahuilah bahwa di dalam hutan ini hidup seorang putri yang sangat cantik hati dan wajahnya. Namun, karena suatu hal sang putri menderita suatu penyakit kulit yang membuatnya harus diasingkan ke hutan. Aku minta kamu dapat menjaganya dengan baik.”
Usai berkata demikian Uwak Barata segera melepaskan lutung tersebut. Sesudahnya Uwak Barata segera kembali ke kerajaan.
Lutung yang penasaran segera mencari sosok putri yang dikatakan Uwak Barata. Meski lutung itu dengan baik, tetapi bukan perkara yang mudah bagi lutung untuk menemukan sosok putri yang dikatakan Uwak Barata.
Selang beberapa hari kemudian lutung berhasil menemukan sosok yang dicarinya. Saat melihat kondisi sang putri, timbullah rasa iba di hati sang lutung.
Merasa tak tega dengan kondisi sang lutung pun mulai berusaha untuk menjadi sahabat sang putri.
Usaha yang dilakukan lutung ini pun berhasil. Hanya dalam waktu yang singkat keduanya dapat menjadi sahabat yang akrab.
Suatu hari ketika Purbasari sedang terlelap. Lutung melakukan semedi di samping tubuh Purbasari.
Dalam semedinya itu lutung melihat bahwa penyakit yang diderita Purbasari terjadi karena sihir jahat.
Sebenarnya lutung sangat ingin membantu Purbasari lepas dari sihir tersebut. Namun, kekuatan lutung masih belum mampu untuk melepaskan sihir tersebut dari tubuh Purbasari.
Ia pun kemudian meminta tolong kepada para dewa di kahyangan untuk membantunya. Banyak yang mengira bahwa lutung ini hanyalah lutung biasa.
Padahal sebenarnya lutung ini merupakan jelmaan dari putra raja dewa yang turun ke bumi untuk mencari pendamping hidup.
Singkat kisah, permintaan lutung ini dikabulkan oleh para dewa. Para dewa berkenan membuatkan lutung sebuah telaga yang mampu menyembuhkan penyakit yang diderita Purbasari.
Di dalam tidurnya Purbasari mendapat petunjuk yang mengatakan apabila dirinya ingin sembuh dari sakit yang dideritanya. Maka dirinya harus mandi di sebuah sendang yang berada di bawah pohon Asoka.
Halaman:

