Ringkasan Cerita Rakyat Lutung Kasarung dan Purbasari Pendek beserta Pesan Moralnya
Jika kamu sedang mencari ringkasan cerita Lutung Kasarung lengkap dengan pesan moralnya. Maka kamu harus menyimak ringkasannya pada artikel dari Mamikos berikut ini.
Begitu bangun Purbasari langsung mencari sendang seperti yang dilihatnya di dalam mimpinya barusan.
Setelah melakukan pencarian selama berhari-hari. Akhirnya Purbasari berhasil menemukan sendang yang sama seperti yang dilihat dalam mimpinya.
Seketika Purbasari langsung mencebur ke dalam sendang tersebut. Ajaibnya setelah menceburkan diri ke dalam sendang.
Purbasari dapat sembuh dengan seketika. Kecantikannya yang bertahun-tahun raib. Kini telah pulih kembali.
Lutung yang melihat wujud asli dari Purbasari sangat terpana. Ia tidak menyangka bahwa kecantikan Purbasari melebihi kecantikan para bidadari kahyangan.
Usai mendapat kesembuhan Purbasari kembali ke kerajaannya. Betapa terkejut Purbasari melihat perubahan yang terjadi di kerajaannya.
Sepanjang perjalanan dari hutan pengasingan sampai ke ibu kota kerajaan. Purbasari melihat banyak sekali kemiskinan dan kelaparan.
Kedatangan Purbasari yang dengan tiba-tiba ini membuat geger istana. Sebab, selama ini banyak yang mengira kalau Purbasari telah mati.
Namun, ketika melihat Purbasari datang dengan kondisi segar bugar. Semua terlihat senang dan gembira. Mereka yang melihat Purbasari datang seolah melihat harapan baru.
Mereka ingin Purbasari kembali memimpin kerajaan. Namun, keinginan mereka agar Purbasari kembali duduk di singgasananya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Purbasari Kembali ke Istana
Purbararang yang tahu Purbasari datang ke istana segera menemuinya. Purbararang sangat terkejut melihat Purbasari telah kembali seperti sediakala.
“Aku datang untuk mengambil apa yang menjadi hakku,” kata Purbasari.
“Tidak semudah itu, Purbasari. Jika kau ingin merebut kembali tahtamu. Maka kamu harus mampu melawanku,” tantang Purbararang.
Beberapa saat kemudian Purbararang meminta bantuan kepada dukun sakti untuk membuat kulit Purbasari bernanah kembali.
Sang dukun pun segera melaksanakan perintah tersebut. Sesaat kemudian mulut sang dukun terlihat berkomat-kamit membaca mantra. Sekejap kemudian kulit mulus Purbasari melepuh dan mengeluarkan aroma tak sedap lagi.
Pemandangan ini membuat Purbararang girang bukan main. Namun, Purbasari tidak gentar. Ia sudah diberitahu oleh lutung sahabatnya cara menangkal sihir jahat tersebut.
Ketika borok yang ada di tubuhnya semakin melebar. Purbasari segera memejamkan mata seraya meminta pertolongan kepada para dewa.
Benar saja, hanya dalam waktu sekejap Purbasari telah kembali seperti semula. Purbararang yang tidak menduga peristiwa ini dapat terjadi menjadi marah bukan kepalang.
Ia kembali mengutus dukun untuk membunuh Purbasari dengan sihirnya. Sayangnya sebelum sang dukun berbuat lebih banyak.
Sang dukun sudah lebih dulu pingsan karena ditendang oleh lutung yang dulu pernah membuat geger ibu kota kerajaan Pasir Batang.
Keberadaan lutung yang kini berpihak kepada Purbasari membuat Purbararang gentar. Tapi, ia tidak menyerah dan belum mau mengakui kejahatannya.
“Aku telah membuat peraturan yang menyebutkan siapapun yang memerintah di Pasir Batang harus sudah menikah atau paling tidak sudah memiliki calon pasangan hidup,” kata Purbararang.
Kata-kata Purbararang ini sangat mengejutkan bagi Purbasari. Sebab, hingga kini dirinya belum memiliki calon.
Di tengah kebingungannya itu tiba-tiba sang lutung berkata, “Kau tidak perlu khawatir wahai Purbasari. Apabila kau menginginkan pasangan hidup. Aku mau menjadi pasangan hidupmu, tetapi apakah kamu mau menjadikanku sebagai pasangan hidup?” tanya sang lutung.
“Aku mau,” jawab Purbasari singkat.
“Apa? Kau mau berpasangan dengan lutung jelek ini? Hahahaha. Rupanya terlalu lama di hidup di dalam hutan sudah membuatmu gila,” ejek Purbararang.
Merasa tak tega Purbasari dihina, lutung segera berubah ke wujud aslinya. Saat sang lutung kembali ke wujud aslinya. Bukan hanya Purbararang saja yang terkejut.
Purbasari yang selama ini bersahabat dengannya juga tidak mengira kalau ternyata lutung yang disayanginya itu merupakan seorang pemuda berdarah dewa dengan paras yang sangat rupawan.
Sekarang tidak ada alasan lagi bagi Purbararang untuk melarang Purbasari menduduki pucuk kepemimpinan kerajaan Pasir Batang.
Singkat cerita Purbasari menikah dengan lelaki berdarah dewa yang sebenarnya bernama Pangeran Guru Minda.
Selepas menikah Purbasari dengan didampingi suaminya kembali memerintah di kerajaan Pasir Batang dengan adil dan bijaksana.
Sementara itu untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya Purbararang dengan suaminya diberi hukuman selama sepuluh tahun lamanya.
Di bawah kepemimpinan Purbasari masyarakat kerajaan Pasir Batang kembali dapat hidup tentram dan nyaman. Pajak yang tinggi diturunkan seperti sedia kala oleh Purbasari.
Pesan Moral Cerita Rakyat Lutung Kasarung
Pesan moral dari kisah ini adalah ketabahan dalam menerima takdir akan selalu membawa kebaikan kepada yang menjalaninya.
Selain itu dari kisah ini kita dapat pelajaran bahwa kebaikan akan selalu menang
Demikianlah rangkuman cerita rakyat Lutung Kasarung dan Purbasari lengkap dengan pesan moralnya.
Semoga dari cerita rakyat Lutung Kasarung ini kita senantiasa percaya bahwa kebenaran akan selalu menang terhadap kejahatan.
Selain mengajarkan bahwa ketabahan dan kesabaran akan berbuah kebaikan, cerita rakyat Lutung Kasarung juga mengajarkan pentingnya sikap jujur dan tidak serakah dalam menjalani kehidupan.
Tokoh Purbararang menjadi gambaran nyata bahwa ambisi yang disertai dengan iri hati, dendam, dan tipu daya justru akan membawa kehancuran bagi dirinya sendiri.
Sementara itu, Purbasari yang selalu bersikap tulus, rendah hati, dan tidak membalas kejahatan dengan keburukan justru mendapatkan kebahagiaan serta keadilan di akhir cerita.
Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa kekuasaan seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi semata.
Halaman:
