Ringkasan Cerita Rakyat Roro Jonggrang Singkat dan Pesan Moralnya
Jika kamu sedang mencari ringkasan cerita rakyat Roro Jonggrang. Maka tidak ada salahnya kamu menyimak salah satu contohnya pada artikel ini hingga selesai.
Syarat dari Roro Jonggrang
“Bagaimana putri. Maukah kamu menjadi pendamping hidupku?”
“Aku mau menjadi pendamping hidupmu, Pangeran. Asalkan kamu mampu memenuhi syarat yang diajukan.”
“Apakah syaratmu, putri?”
“Jika kamu mampu membuatkanku seribu candi dalam waktu satu malam. Aku bersedia menjadi istrimu. Namun, jika kamu gagal melakukannya. Kau tidak memaksaku menjadi istrimu. Selain itu kamu juga harus membebaskan ayahku. Bagaimana pangeran?”
“Baiklah. Jika itu memang keinginanmu. Aku akan mencoba mewujudkannya.”
Setelah itu Bandung Bondowoso undur diri. Dan roro Jonggrang kembali lagi ke kaputren.
Di dalam kaputren Roro Jonggrang berdoa supaya Bandung Bondowoso gagal dalam usahanya membangunkannya seribu candi dalam waktu semalam.
Sepanjang perjalanan pulang. Bandung Bondowoso memeras otaknya supaya dapat memenuhi keinginan Roro Jonggrang.
Untuk beberapa saat wajahnya terlihat kusut karena tidak tahu harus dengan cara apa dapat membuat seribu candi dalam waktu semalam.
Sementara dirinya tahu sendiri untuk membuat satu candi saja butuh waktu bertahun-tahun lamanya.
Ajian Sakti Bandung Bondowoso
Menurut cerita rakyat Roro Jonggrang. Ketika sedang bingung-bingungnya Bandung Bondowoso teringat dengan sebuah ajian sakti pemberian dari gurunya.
Daya kekuatan dari ajian itu adalah dapat memerintah semua makhluk termasuk makhluk halus untuk memenuhi segala keinginannya.
Begitu teringat dengan ajian saktinya. Wajah Bandung Bondowoso kembali sumringah. Sebab, ia sudah tahu dengan cara apa dirinya bisa mewujudkan keinginan wanita yang tengah diperjuangkan untuk menjadi istrinya.
Ketika matahari sudah condong ke arah barat. Bandung Bondowoso terlihat sedang bersemedi di sebuah tempat yang luas.
Di hadapannya terlihat sejumlah sesajen. Asap kemenyan yang dibakar mengepul ke angkasa raya.
Begitu matahari tenggelam. Bandung Bondowoso segera merapal mantra dan mengeluarkan ajiannya.
Sesaat kemudian datanglah puluhan atau bahkan ratusan makhluk gaib dengan beraneka rupa dan wujud.
Lantas makhluk-makhluk diperintah untuk membantunya membangun sebuah candi. Berkak kekuatan dan kesaktian makhluk-makhluk itu pekerjaan membuat candi dapat dilakukan dengan sangat cepat.
Hanya dalam waktu yang sangat singkat Bandung Bondowoso dan pasukannya telah berhasil membangun seratusan candi.
Halaman:
