Ringkasan Cerita Rakyat Roro Jonggrang Singkat dan Pesan Moralnya
Jika kamu sedang mencari ringkasan cerita rakyat Roro Jonggrang. Maka tidak ada salahnya kamu menyimak salah satu contohnya pada artikel ini hingga selesai.
Muslihat Roro Jonggrang
Menurut cerita rakyat Roro Jonggrang. Kehebatan Bandung Bondowoso yang mampu membangun seratusan candi dalam waktu yang sekejap itu disaksikan oleh orang suruhan Roro Jonggrang.
Ia kemudian melaporkan apa yang dilihatnya kepada junjungannya. Roro Jonggrang yang mendapat laporan dari bawahannya ini seketika merasa gusar.
Ia takut Bandung Bondowoso benar-benar mampu menyelesaikan pembangunan seribu candi dalam waktu semalam.
“Mustahil dia mampu membangun seratus candi dalam waktu singkat. Memangnya dia membuat candinya pakai apa?”
“Betul, Gusti. Hamba melihatnya dengan mata kepala sendiri. Bandung membangun candi dengan batuan andesit.”
“Lantas mengapa dia bisa membangunnya dengan begitu cepat. Memangnya ada berapa orang yang membantunya?”
“Bukan orang yang membantu Bandung Bondowoso, gusti. Tetapi bangsa lelembut;lah yang memberikan bantuan kepada Bandung Bondowoso.
“Pantaslah kalau begitu,” kata Roro Jonggrang singkat.
Setelah tahu bahwa yang membantu Bandung Bondowoso adalah makhluk halus. Roro Jonggrang mendapat ide untuk membubarkan bala bantuan dari Bandung Bondowoso.
Roro Jonggrang segera menyuruh abdinya yang laki-laki untuk mengumpulkan jerami dan kayu bakar sebanyak-banyaknya.
Selain itu Roro Jonggrang juga menyuruh abdinya untuk yang perempuan untuk menabuh lesung sekeras-kerasnya.
Setelah semua kayu dan jerami terkumpul. Roro Jonggrang kemudian mengutus abdinya untuk membakar tumpukan jerami dan kayu kering.
Seiring dengan terbakarnya kayu dan jerami yang telah terkumpulkan. Para perempuan menabuh lesung dengan keras.
Api dari hasil pembakaran jerami dan kayu kering ini membuat langit sisi timur memerah. Sementara itu alunan lesung itu membuat suasana saat itu sedang menjelang pagi.
Bangsa lelembut mengira suara alunan lesung dan langit timur yang berjibaku membantu Bandung Bondowoso mengira bahwa waktu telah benar-benar pagi.
Akhirnya mereka pun bubar dan hanya meninggalkan Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang yang melihat pemandangan ini senang bukan kepalang.
Sebab, tanpa kehadiran bangsa lelembut itu Bandung Bondowoso mustahil dapat menyelesaikan seribu candi seperti yang dimintanya.
Hingga waktu benar-benar menjelang pagi. Bandung Bondowoso tidak mampu menggenapi seribu candi. Ia dan pasukannya hanya mampu menyelesaikan seribu candi.
Kegagalan ini tentu membuat Roro Jonggrang senang bukan kepalang. Ia pun kemudian menemui Bandung Bondowoso.
“Pangeran telah kalah. Sebab, pangeran tidak mampu menyelesaikan seribu candi dalam waktu semalam seperti yang kupinta.”
“Ini semua gara-gara kamu. Seandainya kamu tidak membakar tumpukan jerami dan membunyikan lesung. Pastilah aku berhasil membangun seribu candi.”
“Hahahaha ini namanya taktik, Pangeran. Engkau sendiri juga menggunakan taktik yang licik untuk mengalahkan ayahku. Kalau aku sekarang berbuat demikian berarti kita telah impas.”
“Kurang ajar. Sebab, candi yang kubangun hanya tinggal satu. Maka, kamulah yang akan menggenapinya.”
Sekejap kemudian Roro Jonggrang berubah menjadi candi penggenap dari candi yang dibangun Bandung Bondowoso.
Meskipun telah berubah menjadi candi, tetapi Roro Jonggrang tidak menyesal. Sebab, dirinya sudah bertindak sesuai dengan kata hatinya.
Baginya lebih baik menjadi candi dibanding menghabiskan sisa hidup dengan lelaki yang sama sekali tidak dicintainya.
Pesan Moral Cerita Rakyat Roro Jonggrang
Pesan moral dari cerita rakyat Roro Jonggrang adalah jangan suka memaksakan kehendak.
Di sisi lain kisah ini juga memberikan pelajaran bahwa dalam hidup ini kita harus siap menerima segala resiko atas keputusan yang telah dibuat.
Demikianlah contoh ringkasan cerita rakyat Roro Jonggrang. Semoga dari kisah ini kita dapat belajar menerima segala resiko dari semua keputusan yang telah kita pilih.
Halaman:



