Ringkasan Cerita Rakyat Timun Mas Singkat, Kisah Seorang Gadis Pemberani
Jika kamu sedang mencari ringkasan cerita rakyat Timun Mas. Kamu dapat menyimak contoh ringkasannya pada artikel berikut.
Ringkasan Cerita Rakyat Timun Mas Singkat, Kisah Seorang Gadis Pemberani – Salah satu cerita rakyat dari Jawa Tengah yang paling melegenda adalah Timun Mas.
Saking melegendanya cerita rakyat ini telah melalui berbagai jaman. Tak ada yang tahu secara pasti sejak kapan cerita ini muncul dan siapa pula yang telah menciptakannya. 📖😊✨
Pelajaran dalam Cerita Rakyat Timun Mas

Namun, yang jelas cerita rakyat Timun Mas telah memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan. Ia telah mewariskan semangat keberanian kepada anak-anak di Jawa sejak pertama kali diciptakan sampai dengan sekarang.
Pada artikel ini Mamikos akan menurunkan ringkasan cerita rakyat Timun Mas. Jadi simak dengan baik-baik, ya!
Ringkasan Cerita Rakyat Timun Mas
Suatu hari sepulang dari mencari kayu bakar di hutan. Mbok Rondo bertemu dengan raksasa penjaga hutan yang wujudnya sangat mengerikan.
Raksasa itu mengatakan bahwa dirinya ingin memangsa Mbok Rondo. Perkataan raksasa ini tentu saja membuat Mbok Rondo luar biasa ketakutan.
“Ampun tuan raksasa. Jangan kau makan diriku. Aku sudah tua. Tubuhku tinggal tulang dan kulit. Mana mungkin bisa membuatmu kenyang,” ucap Mbok Rondo memelas.
Raksasa sang penjaga hutan ini lalu mengamati Mbok Rondo dengan seksama. Sesudah itu sang raksasa berpikir bahwa yang dikatakan Mbok Rondo itu ada benarnya juga.
Ia merasa bahwa tubuh Mbok Rondo yang kurus kering karena hanya tinggal tulang dan kulit tentu tidak akan mampu membuatnya kenyang.
“Baiklah orang tua. Aku taka akan memangsamu. Namun, sebagai gantinya kamu harus menanam bibit timun mas ini untukku. Nanti kalau sudah berbuah kau harus menyerahkan semuanya padaku. Jika sampai ada yang kau berikan kepada orang lain. Kau yang akan kumakan. Bagaimana?”
“Baiklah, tuan raksasa. Aku setuju.”
Selepas itu sang raksasa menyerahkan biji timun mas yang diwadahi dalam kantung kain berwarna hitam kepada Mbok Rondo.
“Nah, terimalah pemberianku ini. Ingat rawat dengan baik dan jangan sampai kau berikan kepada orang lain,” ucap sang raksasa seraya memberikan kantung tersebut kepada Mbok Rondo.
“Baiklah, tuan raksasa. Aku berjanji,” jawab Mbok Rondo seraya menerima pemberian dari raksasa penjaga hutan.
“Nah, sekarang kamu dapat pulang.”
“Baik, tuan.”
Munculnya Anak dari Tanaman Timun Mas
Selepas itu Mbok Rondo langsung pulang ke rumah dengan perasaan lega. Sepanjang perjalanan tak lupa Mbok Rondo memanjatkan puji syukur kepada Tuhan karena telah diberikan keselamatan. Sehingga dirinya tidak menjadi santapan raksasa penjaga hutan.
Sesampainya di rumah Mbok Rondo segera menyimpan kayu yang baru dicarinya di hutan pada tempat yang semestinya.
Nantinya, kayu ini selain untuk digunakan sendiri. Sisanya akan dijualnya ke pasar. Uang hasil penjualan kayu bakar inilah yang akan digunakan Mbok Rondo untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Aku akan segera menanamnya supaya sewaktu-waktu raksasa itu datang ke sini. Ia dapat melihat tugas yang diberikannya kepadaku telah kulakukan dengan baik.”
Mbok Rondo segera menanam bibit timun mas pemberian dari raksasa penjaga hutan. Selang dua minggu kemudian terjadilah suatu keanehan.
Mbok Rondo melihat tanaman timun mas yang ditanam di pekarangan rumahnya telah berbuah semuanya.
Mbok Rondo sempat ingin menjual sebagian timun mas yang ditanamnya. Tetapi niatan itu diurungkannya karena dirinya takut dengan ancaman dari sang raksasa.
Saat Mbok Rondo sedang menyiangi rumput yang tumbuh di sela-sela timun mas yang ditanamnya. Ada salah satu buah timun mas yang jatuh ke tanah dan kemudian pecah.
Betapa terkejutnya Mbok Rondo saat mengetahui dari dalam timun mas yang pecah itu keluarlah seorang bayi perempuan yang sangat lucu dan cantik.
Halaman:

