Ringkasan Cerita Rakyat Timun Mas Singkat, Kisah Seorang Gadis Pemberani
Jika kamu sedang mencari ringkasan cerita rakyat Timun Mas. Kamu dapat menyimak contoh ringkasannya pada artikel berikut.
Bayi perempuan itu menangis dengan hebatnya. Merasa kasihan dengan keadaan bayi perempuan tadi. Mbok Rondo segera mengambilnya dan membawanya ke dalam rumahnya.
Beruntung pada saat itu Mbok Rondo masih memiliki persediaan madu. Sehingga dengan madu tersebut Mbok Rondo dapat menenangkan bayi perempuan tadi.
Awalnya Mbok Rondo dapat merasa tenang setelah bayi perempuan tadi menghentikan tangisannya. Karena bayi itu lahir dari dalam timun mas. Maka Mbok Rondo menamainya Timun Mas.
Raksasa Menagih Timun Mas
Sayangnya perasaan tenang ini tak berlangsung lama. Sebab, tangisan bayi tadi mengundang raksasa yang dulu memberi bibit timun mas ke rumahnya.
“Hai orang tua cepat berikan bayi itu kepadaku. Aku akan memakannya. Perutku sudah sangat lapar,” kata raksasa dengan suara menggelegar.
Mbok Rondo memberanikan keluar rumah seorang diri.
“Ampun tuan raksasa. Jangan sekarang. Dia masih sangat kecil. Dia tidak akan mengenyangkanmu. Tunggulah delapan tahun lagi. Biarkan dia besar dulu. Untuk sekarang kamu bisa memangsa timun-timun ini dan kambing di belakang rumahku.”
“Baiklah kuturuti permintaanmu. Tapi ingat-ingatlah. Delapan tahun dari sekarang aku akan datang untuk meminta anak itu darimu.”
Setelah berkata demikian, sang raksasa segera memanggil beberapa timun dan seekor kambing milik Mbok Rondo.
Sebelum kembali ke dalam hutan. Sang raksasa berkata, “Mulai sekarang kamu dapat menjual timun-timun ini ke pasar. Pakailah uang penjualan timun-timun ini untuk membesarkan anak itu,” kata sang raksasa.
Usai berkata demikian, sang raksasa kembali masuk ke dalam hutan.
Semenjak saat itu sang raksasa tak pernah datang lagi. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun.
Kini bayi itu sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan pintar. Seiring bertumbuhnya Timun Mas hati Mbok Rondo semakin tidak menentu.
Di satu sisi Mbok Rondo merasa senang karena bayi yang dirawatnya telah menjadi seorang gadis kecil yang cantik.
Sementara di sisi lain Mbok Rondo takut kalau sewaktu-waktu raksasa penjaga hutan datang untuk menagih janjinya.
Raksasa Menagih Kembali
Akhirnya delapan tahun pun berlalu. Tepat hari ini sang raksasa akan datang untuk menagih janji kepada Mbok Rondo.
Sebelum raksasa datang, Mbok Rondo mengatakan semua rahasianya selama ini kepada Timun Mas.
“Nak, hari ini raksasa penjaga hutan itu akan datang untuk menagih janji. Sebaiknya kamu pergilah dari sini untuk menyelamatkan diri.”
“Tapi simbok bagaimana?”
“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan simbok. Biar simbok yang mengulur waktu. Terimalah ini,” kata Mbok Rondo kepada Timun Mas.
“Apa ini, Mbok?”
“Ini biji timun mas, potongan bambu, dan terasi. Nanti jika raksasa itu mendekatimu. Lemparkanlah satu persatu.”
“Baik, Mbok.”
Tak lama kemudian raksasa penjaga hutan itu datang menagih janji.
“Hei perempuan tua. Cepat serahkan anak itu kepadaku. Jika hari ini kau tidak menyerahkannya padaku. Akan ku makan kalian berdua.”
Ancaman raksasa ini membuat tubuh Mbok Rondo bergetar hebat. Setelah menguatkan hati dan mental.
Mbok Rondo kemudian keluar untuk menemui sang raksasa. Bersamaan dengan itu Timun Mas keluar dari pintu belakang.
“Tuan, maafkan hamba anak itu sudah pergi dari rumah. Hamba sendiri tidak tahu kemana dia pergi.”
“Apa? Jangan berdusta perempuan tua. Ayo katakan di mana kau sembunyikan anak itu.”
“Hamba tidak berdusta, tuan. Anak itu benar-benar sudah tidak bersama hamba. Jika tuan tidak percaya. Silakan tuan cari sendiri.”
Saking marahnya karena tidak mendapatkan yang dicarinya. Rumah Mbok Rondo ditendang oleh sang raksasa penjaga hutan. Akibatnya rumah Mbok Rondo dengan seketika rata dengan tanah.
Sesaat setelah rumah Mbok Rondo roboh. Sang raksasa melihat sekelebat sosok anak perempuan kecil. Raksasa membatin bahwa bisa jadi sosok itulah yang tengah dicarinya.
Halaman:


